Pro Kontra Keraton Agung Sejagat, FSKN Minta Klarifikasi Kemendagri dan Kemendikbud Ketua Umum Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN) Pangeran Raja Adipati (PRA) Arief Natadiningrat (MP/Mauritz)

MerahPutih.Com - Kemunculan dan digelarnya ritual Keraton Agung Sejagat yang berada di Desa Pogung Jurutengah, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo menghebohkan warga Purworejo dan juga media sosial.

Sultan Sepuh Keraton Kasepuhan Cirebon dan juga sebagai Ketua Umum Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN) Pangeran Raja Adipati (PRA) Arief Natadiningrat, saat di konfirmasi mengatakan jika dirinya belum mengetahui ada kegiatan tersebut.

Baca Juga:

Pengikut Raja Keraton Agung Sejagat Akan Dapat Malapetaka Jika...

"Saya sama sekali tidak mengetahui adanya Keraton Agung Sejagat. Saya baru mengetahui sekarang dari media," kata pria yang akrab disapa Sultan Arief ini saat dikonfirmasi via telepon seluler, Rabu (15/1).

Sultan Arief berencana akan minta klarifikasi dari Kemendagri dan Kemendikbud terkait munculnya Keraton Agung Sejagat
Sultan Arief dari Keraton Cirebon akan minta klarifikasi dari Kemendagri dan Kemendikbud terkait munculnya Keraton Agung Sejagat (MP/Mauritz)

Menurut Sultan Arief, Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN) yang dipimpinnya, selama melaksanakan berbagai kegiatan Keraton Nusantara tidak ada yang namanya Keraton Agung Sejagat.

"Pada waktu persiapan Kemerdekaan Indonesia yang tercatat hanya ada sekitar kurang lebih 200 Keraton dan tidak tercatat nama itu, saya jadi heran tiba-tiba muncul," ungkap Arief Natadiningrat.

Baca Juga:

Polda Jateng Dalami Motif Pendirian Keraton Agung Sejagat di Purworejo

Lebih lanjut Sultan Arief menegaskan kemunculan Keraton Agung Sejagat ini harus ada penjelasan dari Kemendagri dan Kemendikbud sebagai kementrian yg membina keraton di Indonesia.(*)

Berita ini ditulis berdasarkan laporan Mauritz, reporter dan kontributor merahputih.com untuk wilayah Jawa Barat.

Baca Juga:

Menikmati Wisata Sejarah di Museum Pusaka Keraton Kesepuhan Cirebon

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Jenderal Bintang Dua Berpeluang Gantikan Posisi Jenderal Idham Azis
Indonesia
Jenderal Bintang Dua Berpeluang Gantikan Posisi Jenderal Idham Azis

peluang keterpilihan jenderal bintang dua sebagai Kapolri tergantung Presiden Joko Widodo (Jokowi)

Indonesia Bisa Gelar Pilkada Saat Pandemi Jika Contoh Korea
Indonesia
Indonesia Bisa Gelar Pilkada Saat Pandemi Jika Contoh Korea

Bencana wabah pandemi non alam seperti COVID-19 dapat diantisipasi dengan protokol kesehatan yang ketat

Usai Diciduk Bareskrim, Maaher At-Thuwailibi Tidur di Rumah Tahanan
Indonesia
Mahasiswa UGM Terdampak COVID-19 Dapat Keringanan Biaya Kuliah, Begini Prosedurnya
Indonesia
Mahasiswa UGM Terdampak COVID-19 Dapat Keringanan Biaya Kuliah, Begini Prosedurnya

Cara mudah, mahasiswa tinggal mengajukan permohonan keringanan UKT secara daring melalui Simaster.

KPU Kota Depok Pastikan Pencetakan Surat Suara Lancar
Indonesia
KPU Kota Depok Pastikan Pencetakan Surat Suara Lancar

Sejak awal KPU Kota Depok telah mempersiapkan dan merencanakan pengelolaan logistik pilkada ini dengan standar operasional prosedur ‘just in time’.

Eri-Armuji Unggul Hitung Cepat, Putra Risma Cukur Gundul
Indonesia
Eri-Armuji Unggul Hitung Cepat, Putra Risma Cukur Gundul

Aksi tersebut merupakan bentuk nazar Fuad dan timnya setelah jagoannya menang sementara di Pilkada Surabaya 2020.

Pemerintah Bantah bakal Hilangkan Pembatasan dalam PSBB
Indonesia
Pemerintah Bantah bakal Hilangkan Pembatasan dalam PSBB

Keberhasilan seluruh upaya pengedalian COVID-19 ada pada kesungguhan dan kedisiplinan seluruh stakeholder secara kolektif.

Saatnya Membangun KPK yang Baru
Indonesia
Saatnya Membangun KPK yang Baru

Pengajar Hukum Administrasi Negara Universitas Gadjah Mada Zainal Arifin Mochtar menilai perlu membangun KPK baru yang berbeda dari lembaga saat ini.

Aksi Sekitar Istana Ricuh, di DPR/MPR Bubarkan Diri
Indonesia
Aksi Sekitar Istana Ricuh, di DPR/MPR Bubarkan Diri

Massa aksi sempat melakukan aksi dorong dan melempari aparat kepolisian. Massa yang terdiri dari mahasiswa, pelajar dari STM dan kaum buruh melakukan orasi di Simpang Harmoni.

Enam Anggota FPI Tewas Ditembak, Negara Diminta Bertanggung Jawab
Indonesia
Enam Anggota FPI Tewas Ditembak, Negara Diminta Bertanggung Jawab

Enam anggota Laskar Front Pembela Islam (FPI) ditembak mati aparat kepolisian di Jalan Tol Jakarta-Cikampek saat mengawal Rizieq Shihab.