Prioritaskan Investigasi, TNI AL Tak Pakai Dulu Pesawat Latih Jenis Bonanza Ilustrasi - Sejumlah pesawat TNI AL menyambut kedatangan KRI Sultan Iskandar Muda-367 di Selat Madura, Sabtu (3/9/2022). (ANTARA/Didik Suhartono)

MerahPutih.com - TNI Angkatan Laut langsung melakukan investigasi pasca-jatuhnya pesawat jenis G-36 Bonanza yang menewaskan dua pilotnya.

Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono mengatakan, tindakan penghentian sementara penggunaan pesawat Bonanza diambil dalam rangka investigasi.

TNI AL memiliki tujuh unit pesawat latih berjenis G-36 Bonanza T-2503.

Baca Juga:

Dua Perwira Pilot TNI AL di Pesawat Latih Bonanza Gugur

"Bonanza semuanya kami grounded dulu untuk kepentingan investigasi," kata Yudo di Mabes TNI AL, Cilangkap, Kamis (8/9).

Seluruh pesawat tak akan dioperasikan hingga waktu yang belum ditentukan.

Sehingga, pesawat latih Bonanza pun tak akan ikut dalam rangkaian Latihan Anti Serangan Udara (Air Defense Exercise/Adex).

"Saya kira yang lebih prioritas untuk investigasi. Sehingga kalau hanya demo, kecuali untuk operasi yang sangat urgen, baru kita laksanakan," ungkapnya.

Yudo mengatakan, pesawat G-36 Bonanza milik TNI AL yang jatuh tidak memiliki blackbox.

Pihaknya kini tengah mendalami penyebab kecelakaan ini.

“Secepatnya kita pasti secepatnya (investigasi), jangan sampai tertunda lama,“ ucap dia.

TNI AL, kata Yudo, juga akan memberikan dampingan psikologis terhadap keluarga awak pesawat yang meninggal dunia.

Dampingan psikologi juga turut diberikan kepada para crew pilot yang berdinas di lingkungan TNI AL.

Baca Juga:

Pesawat TNI AL Ditemukan Tenggelam di Kedalaman hingga 15 Meter Selat Madura

Sekadar informasi, pesawat latih Bonanza G-36 milik TNI AL sebelumnya jatuh saat konvoi KRI melaksanakan latihan antiserangan udara.

Pesawat tersebut jatuh ke laut, Rabu (7/9) pukul 09.30 WIB.

Pesawat diterbangkan oleh Pilot Lettu Laut (P) Judistira Eka Permady dan Copil Letda Laut (P) Dendy Kresna Bhakti.

Pesawat tercatat lepas landas pada 08.45 WIB dari Bandara Juanda. Lalu dilaporkan hilang kontak di perairan laut Selat Madura pada pukul 08.55 WIB.

Kini, dua awak pesawat berpulang. Mereka pun dapat kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi. (Knu)

Baca Juga:

Pesawat TNI AL Jatuh di Perairan Alur Pelayaran Barat Surabaya

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Masyarakat Jakarta Diminta Hati-Hati dari Ancaman Pohon Tumbang
Indonesia
Masyarakat Jakarta Diminta Hati-Hati dari Ancaman Pohon Tumbang

Telah terjadi dua puluh lebih kejadian pohon tumbang di Jakarta akibat bencana hidrometeorologi.

DLH DKI Cabut Izin PT Karya Citra Nusantara Marunda
Indonesia
DLH DKI Cabut Izin PT Karya Citra Nusantara Marunda

DLH DKI mencabut izin lingkungan PT Karya Citra Nusantara (KCN)

Golkar Banten Usung Andika Hazrumy Jadi Cagub 2024
Indonesia
Golkar Banten Usung Andika Hazrumy Jadi Cagub 2024

Golkar Provinsi Banten telah mengusung Andika Hazrumy untuk maju dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Banten pada 2024 nanti.

UMKM Diminta Segara Urus Nomor Induk Berusaha Lewat Ponsel
Indonesia
UMKM Diminta Segara Urus Nomor Induk Berusaha Lewat Ponsel

Pemerintah memberikan dukungan khusus bagi pelaku UMK dengan skala usaha rendah, berupa pemberian perizinan tunggal.

IKN Nusantara Harus Terkoneksi dengan Kota-kota Sekitarnya
Indonesia
IKN Nusantara Harus Terkoneksi dengan Kota-kota Sekitarnya

Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara membutuhkan dukungan dari kota-kota di sekitarnya untuk menyuplai bahan baku dan barang-barang.

Satgas COVID-19 Ungkap Mobilitas Penduduk Terus Meningkat Sejak Juli 2021
Indonesia
Satgas COVID-19 Ungkap Mobilitas Penduduk Terus Meningkat Sejak Juli 2021

Protokol kesehatan merupakan hal paling penting dalam pencegahan penularan COVID-19.

Kunci Sukses Indonesia Jaga Stabilitas Ekonomi di Mata IMF
Indonesia
Kunci Sukses Indonesia Jaga Stabilitas Ekonomi di Mata IMF

Hasil asesmen IMF menunjukkan keberhasilan Indonesia menghadapi pandemi didukung dua faktor.

AHY Sebut Penundaan Pemilu 2024 Bisa Buat Kacau Kondisi Indonesia
Indonesia
AHY Sebut Penundaan Pemilu 2024 Bisa Buat Kacau Kondisi Indonesia

"Kita akan mundur sekian tahun ke belakang, di mana negara kita ini sudah menjadi demokratis, tentu tidak sempurna. Kalau (penundaan Pemilu 2024) itu terjadi, saya rasa bisa membuat kekacauan di negeri kita. Itu harus kita hindari bersama," kata AHY di Masjid Luar Batang, Jakarta Utara, Selasa (5/4).

Muhammadiyah Imbau Umat Islam Tak Terprovokasi Perang Rusia-Ukraina
Indonesia
Muhammadiyah Imbau Umat Islam Tak Terprovokasi Perang Rusia-Ukraina

Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir menegaskan, perang Rusia dan Ukraina bukan masalah agama.

3 Juta Penggembira Ramaikan Muktamar Muhammadiyah Ke-48 Solo
Indonesia
3 Juta Penggembira Ramaikan Muktamar Muhammadiyah Ke-48 Solo

Muktamar Ke-48 Muhammadiyah dan 'Aisyiyah akan diadakan di Solo pada 18-20 November mendatang.