Ketika Jokowi Prioritaskan Pembangunan Daerah yang Suaranya Kalah Pansel KPK bertemu Jokowi. (Antaranews)

MerahPutih.com - Pengusaha yang tergabung dalam Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) menilai Presiden Joko Widodo (Jokowi) tengah membangun konstruksi demokrasi masa depan yang sehat dengan tetap memprioritaskan pembangunan daerah yang kalah dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 lalu.

"Kami melihat Presiden tengah membangun konstruksi demokrasi yang sehat bagi masa depan bangsa,” ujar Sekjen Gapensi H. Andi Rukman Karumpa dalam keterangannya hari ini di Jakarta.

Sekjen Gapensi H. Andi Rukman Karumpa
Sekjen Gapensi H. Andi Rukman Karumpa

Andi mengatakan, dengan tetap membangun infrastruktur daerah yang kalah, Presiden telah meletakan konstruksi berdemokrasi yang kokoh dan kuat bagi masa depan bangsa.

BACA JUGA: Penurunan Permukaan Tanah Jadi Tantangan Jakarta dalam Program C40

“Dengan pendirian semacam itu, beliau dengan sendirinya tidak hanya membangun infrastruktur tetapi juga suprastruktur berbangsa dan bernegara. Yakni politik tanpa balas dendam. Sebab begitu beliau dilantik, Presiden akan menjadi Presiden untuk yang memilih dan tidak memilih beliau,” ucap Andi.

Sebagaimana diketahui dalam waktu dekat Presiden dijadwalkan akan melakukan pertemuan dengan Kepala Daerah yang mencatat suara pemilihannya lebih rendah atau kalah dalam Pilpres.

Jokowi akan tetap memprioritaskan pembangunan infrastruktur di daerah tersebut. Selain itu, Jokowi juga tengah menyisir pembangunan infrastruktur berat dan dasar di kantong suara terbesar dan menang telak yakni NTT, Sulawesi Utara, Bali, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Papua.

Sebelumnya Andi berharap agar pemerintah pusat tetap mengebut pembangunan infrastruktur.

“Kita minta beliau jangan kendor. Kebut lagi. Infrastruktur merupakan kebutuhan masa depan bangsa. Daya saing bangsa ditentukan oleh infratruktur. Walaupun dalam periode berikut beliau akan fokus ke SDM (Sumber Daya Manusia),” ujar Andi.

Mengutip rilis lembaga riset berbasis di Swiss, IMD World Competitiveness Center, dunia luar sudah mulai mengakui perkembangan dan kemajuan infrastruktur Indonesia

Presiden Jokowi (jaket hitam) menghadiri acara halal bihalal aktivis 98, di Jakarta, Minggu. (ANT/Rangga)
Presiden Jokowi (jaket hitam) menghadiri acara halal bihalal aktivis 98, di Jakarta, Minggu. (ANT/Rangga)

“Daya saing Indonesia 2019 melesat 11 peringkat ke atas tahun ini. Indonesia kini bertengger di urutan ke-32. Sebelumnya, tahun 2018 berada di peringkat ke-43. Ini adalah lompatan daya saing tertinggi sejak republik ini berdiri,” ucap dia.

BACA JUGA: Demi Kepentingan Penyidikan, Polisi Perpanjang Masa Tahanan Kivlan Zen

Sebagaimana diketahui, laju peringkat daya saing Indonesia merupakan yang tertinggi kedua dunia. Melesat 11 peringkat, Indonesia hanya terkalahkan oleh Arab Saudi, naik 13 tingkat

“Daya saing Indonesia sekarang bersaing ketat dengan dua negara maju Prancis dan Jepang,” ujar dia. (*)


Tags Artikel Ini

Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH