Prihatin Jokowi Kerap Dikritik Tak Beretika, Megawati: Beliau Sampai Kurus Presiden kelima RI sekaligus Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. ANTARA/HO-PDIP

Merahputih.com - Presiden Kelima, Megawati Soekarnoputri mengaku prihatin kepada Presiden Joko Widodo yang kerap mendapatkan kritik oleh masyarakat yang tidak beretika. "Coba lihat Pak Jokowi. Saya suka nangis lo. Beliau itu sampai kurus. Kurus kenapa. Mikir kita. Mikir rakyat. Masak masih ada yang mengatakan Jokowi kodok lah. Orang itu benar-benar tidak punya moral. Pengecut, saya bilang. Saya di-bully juga gak takut kok. Coba datang berhadapan. Jantan kamu. Kita mesti berkelakuan sebagai warga negara yang punya etika moral. Jangan sembarangan," ujar Megawati saat memberikan sambutan peletakan batu pertama pembangunan perlindungan kawasan suci Pura Besakih, Bali secara daring, Rabu (18/8).

Baca Juga:

Joe Biden Prediksi Jakarta akan Tenggelam, Begini Respons MUI

Dikutip Antara, nada suara Megawati terasa bergetar saat menyampaikan kalimat itu. Dia meminta para pihak yang menyampaikan kritik terhadap Presiden Jokowi dan pemerintahannya dilakukan secara beretika.

Pada bagian awal sambutannya, Megawati menyinggung usia RI yang kemarin merayakan peringatan HUT masih muda dibanding sejumlah negara seperti Amerika Serikat, Rusia atau Tiongkok. Ketua Umum DPP PDI Perjuangan ini meminta agar semua pihak untuk membangun Indonesia dengan spirit "bangunlah jiwanya dan bangunlah badannya". "Tidak sembarangan lho bikin Indonesia Raya itu. Luar biasa," ucap Megawati sambil hendak menekan tombol peresmian.

Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI dalam rangka HUT ke-76 Proklamasi Kemerdekaan RI, di Ruang Rapat Paripurna, Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, pada Senin (16/8/2021). ANTARA/HO-Biro Pers Setpres/Muchlis Jr/am.

Tapi Megawati menunda menekan tombol itu dan menyampaikan keprihatinannya atas masih kerapnya Presiden Jokowi menerima kritik yang kerap disampaikan secara tidak beretika. Megawati pun meminta agar kritik yang disampaikan secara konstruktif dan solutif. "Saya hanya ingin orang itu datang baik-baik bertemu Pak Jokowi. Kegagalannya dimana dan konsep dari orang itu supaya tidak gagal seperti apa," tutur Megawati. Dia pun meminta semua pihak bersatu padu dalam menghadapi pandemi COVID-19, karena dibutuhkan semangat gotong royong di masa sulit ini. "Saya katakan ke Pak jokowi. Bapak yang tegar saja. Kami di belakang Bapak karena ini adalah cobaan bukan hanya di Indonesia tapi seluruh dunia. Coba dilihat di televisi negara super power Amerika pun mengalami. Saya sangat sedih kalau banyak orang yang sepertinya menjelekkan Pak Jokowi. Pak Jokowi gagal. Pemerintah kita gagal," ucap Megawati.

Baca Juga:

Biden Prediksi Jakarta Tenggelam, Anies Diminta Bereaksi

Sementara itu, Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto yang ikut mendampingi Megawati dalam acara tersebut menegaskan bahwa kebijakan PDIP terhadap pemerintahan Presiden Jokowi sangat jelas. "PDI Perjuangan memberikan dukungan sepenuhnya kepada Pemerintahan Presiden Jokowi, terlebih dalam situasi yang sulit seperti ini. Dukungan partai semakin kokoh," ujar Hasto. Acara dihadiri secara offline antara lain oleh Gubernur dan Wakil Gubernur Bali, Menteri PUPR. (*)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Tiap Bulan RSUD Al-Ihsan Kabupaten Bandung Layani 2500 Pasien Jantung
Indonesia
Tiap Bulan RSUD Al-Ihsan Kabupaten Bandung Layani 2500 Pasien Jantung

Untuk menekan tingginya angka kematian akibat penyakit jantung itu, salah satu upayanya dengan membuka hotline, agar para dokter atau nakes bisa tepat dalam tindakan dan pelayanan kesehatan terhadap pasiennya.

Pengamat Yakin Tak Mungkin Ada Kudeta Militer di Indonesia, Ini Alasannya
Berita
Pengamat Yakin Tak Mungkin Ada Kudeta Militer di Indonesia, Ini Alasannya

Pada tanggal 1 Februari, Suu Kyi seharusnya melanjutkan masa jabatan periode kedua

Akhir Tahun, Indonesia Dapat Pasokan Obat Antivirus dari AS
Indonesia
Akhir Tahun, Indonesia Dapat Pasokan Obat Antivirus dari AS

Molnupiravir diklaim perusahaan farmasi Merck, mampu mengurangi risiko kematian dan rawat inap warga yang terinfeksi virus corona hingga 50 persen.

Polri Berencana Lakukan Pertemuan dengan Novel Baswedan Cs
Indonesia
Polri Berencana Lakukan Pertemuan dengan Novel Baswedan Cs

Niat Kapolri tersebut telah mendapat persetujuan dari Presiden Joko Widodo

Luncurkan Aplikasi Propam Presisi, Kapolri Cari Anggota Polisi Bandel
Indonesia
Luncurkan Aplikasi Propam Presisi, Kapolri Cari Anggota Polisi Bandel

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo me-launching aplikasi Propam Presisi sebagai bentuk implementasi pengaduan masyarakat terkait dengan kinerja-kinerja dari aparat kepolisian.

9.300 Kelompok Rentan Prolanis Belum Vaksinasi, Pemkot Gandeng BPJS Kesehatan
Indonesia
9.300 Kelompok Rentan Prolanis Belum Vaksinasi, Pemkot Gandeng BPJS Kesehatan

"Jadi vaksinasi di Solo sekarang konsentrasi pada kelompok beresiko (terpapar COVID-19). Hari ini (Jumat) kita launching di Puskesmas Ngoresan, Jebres, Solo," ujar Ning sapaan akrabnya pada MerahPutih.com, Jumat (27/8).

Juliari Batubara Akui Kerap Sewa Pesawat Khusus untuk Kunjungan Kerja
Indonesia
Juliari Batubara Akui Kerap Sewa Pesawat Khusus untuk Kunjungan Kerja

Bekas Menteri Sosial (Mensos) Juliari Peter Batubara mengakui sering menyewa pesawat khusus untuk kunjungan kerja ke luar kota.

Jokowi Perintahkan Izin Investasi Diserahkan ke Tempat Investor
Indonesia
Jokowi Perintahkan Izin Investasi Diserahkan ke Tempat Investor

Saat ini, APBN semua negara kondisinya sangat berat dan mengalami defisit. Investasi, dibutuhkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

Vaksin Merah Putih Bisa Produksi Massal Akhir 2021
Indonesia
Vaksin Merah Putih Bisa Produksi Massal Akhir 2021

Dari enam institusi yang mengembangkan vaksin Merah Putih, ada dua institusi yang memiliki progres paling cepat yakni Universitas Airlangga dan Lembaga Biologi Molekuler Eijkman.

Dua Menteri Jokowi Tersandung Korupsi, ILUNI UI: Kinerja KPK Ini Prestasi Istimewa
Indonesia
Dua Menteri Jokowi Tersandung Korupsi, ILUNI UI: Kinerja KPK Ini Prestasi Istimewa

KPK perlu menghilangkan kekhawatiran masyarakat sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat, dengan terus menjaga dan meningkatkan kualitas kinerjanya.