Pria Penguntit Taylor Swift Dihukum 10 Tahun Masa Percobaan Taylor Swift. (Foto: Billboard)

PENYANYI asal Amerika Taylor Swift tampaknya bisa bernapas lega. Pasalnya pria yang selama ini telah mengancam dirinya dan keluarga dijatuhi hukuman 10 tahun masa percobaan, demikian mengutip laman E News, (2/4)

Kasus tersebut berawal pada tahun 2016 silam. Seorang pria bernama Frank Andrew Hoover ditangkap karena telah melanggar keputusan pengadilan untuk menjauhi penyanyi berambut pirang itu.

Sebelumnya Frank terbukti telah menguntit Swift saat ia mengadakan konser di ajang balapan mobil Formula 1 pada Oktober. Semenjak konser itu Swift selalu dibayangi ketakutan karena pria tersebut selalu menguntitnya

Bukan hanya Swift yang menjadi korban. Sang ayah, Scott Swift juga mendapatkan teror dari pria tersebut. Sejak Agustus hingga 27 Oktober Scott selalu mendapatkan e-mail dari Hoover yang berisi ancaman.

Taylor Swift diancam pria bernama Frank Andrew Hoover. (Foto: Screenshot/E News)

Hingga akhirnya pada tahun 2018, Hoover telah melebihi batasan. Bukan sekadar ancaman biasa lagi yang dilemparkannya kepada Swift. Melainkan ancaman membunuh Swift beserta keluarganya.

Email tersebut berisi perkataan kasar mengenai Swift sekeluarga. Hoover mengatai keluarga Swift "Keluarga jahat setan" untuk "menikmati aneurisma otak dan kematian," isi e-mail tersebut.

Hoover juga mengancam akan menghabisi seluruh keluarga Swifts karena menurutnya kehadiran mereka adalah sebuah virus. Meskipun ia hanya sendirian, Hoover selalu menyebut 'kita' pada e-mail tersebut.

"Memutuskan bahwa kita akan mengakhiri semua Swifts pada satu hari karena Saya tidak tahan bahwa virus itu menyebar kepada putri Anda," begitu isi e-mail itu.

Taylor Swift. (Foto: Glamour)

Selain 10 tahun masa percobaan lokasi Hoover juga akan selalu dipantau melalui GPS. Ia harus menjaga jarak sejauh 1 mil atau sekitar 1,5 KM dari Swift dan keluarga. Setidaknya selama awal tahun pertama masa percobaan.

Belum diketahui motif apa yang melatarbelakangi kelakuan Hoover. Karena itu ia akan mengikuti serangkaian tes psikologi.

"Hoover juga harus menyelesaikan tes psikologi. Menghadiri kelas penyalahgunaan zat, menyerahkan semua senjata api dan menjalani tes narkoba secara acak," ungkap seorang narasumber kepada E News.

Jika Hoover melanggar masa percobaan itu, ia akan langsung dijebloskan ke dalam pecara. Namun, hingga berita ini diturunkan, Swift belum memberikan komentar apapun soal kasus yang menimpanya dan keluarganya itu. (Ikh)

Kredit : digdo

Tags Artikel Ini

Ikhsan Digdo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH