Pria, Ini Taktik Jitu Supaya Menang Argumen dengan Perempuan Pria harus bisa menentun perempuan dalam berargumen (Foto: Pexels/Gratisography)

KALAU sudah berargumen dengan dia. Rasanya sulit untuk menang. Apalagi posisi kamu sebagai seorang pria. Selalu salah terus di mata perempuan. Maka dari itu ada istilah. Pria ialah Mr Right sementara perempuan ialah Miss Always Right.

Namun, enggak perlu khawatir. Bukan berarti karena kamu seorang pria. Kamu enggak bisa mematahkan argumen dia. Karena kalau pada dasarnya memang kamu yang benar. Tentu kamu harus bisa mempertahankan argumen kamu.

Ada beberapa taktik menurut Love Learnings yang bisa kamu lakukan. Supaya bisa menang berargumen dengannya. Tapi perlu kamu ingat. Tujuan kamu bukan semata-mata menang dalam argumen. Tapi bagaimana kamu bisa menuntunnya di saat dia memang salah.

1. Berkata jujur kepadanya

Pria harus jujur
Jika kamu jujur perlahan di akan paham maksud argumen kamu (Foto: Pexels/Pixabay)

Sebagai seorang pria kamu harus lebih bisa mengendalikan emosi. Sekesal apapun kamu dengan dia cobalah berkata jujur. Dengan penuh kelembutan katakan hal apa yang membuat kamu kurang suka darinya.

Selain itu, cobalah untuk menarik napas dalam-dalam. Untuk meredam emosi kamu yang memuncak. Dengan berkata jujur. Perlahan dia pun akan paham maksud dari argumen kamu.

2. Jangan pernah mengancamnya

Saat kamu mengancamnya, dia enggak akan percaya lagi sama kamu (Foto: Pexels/Vera Arsic)

Emosi yang tengah memuncak. Membuat kamu ringan berkata apapun kepadanya. Termasuk yang bisa menyakitinya. Kalau sudah begitu. Jangan pernah coba-coba mengancamnya, apalagi mengajaknya untuk berpisah.

Saat kamu mengancamnya, kepercayaan dia ke kamu akan hilang. Bukannya menemukan solusi. Permasalahan kamu akan tambah panjang dan lebar.

3. Lihat kedua sisi

Pahami apa yang ia inginkan (Foto: Pexels/Rene Asmussen)

Kamu memang ingin mencoba menang argumen darinya. Tapi kamu enggak boleh egois juga. Lihatlah permasalahan kamu dan dia dari kedua sisi. Dengarkan apa yang ia sampaikan. Pahami apa yang inginkan.

Misalnya jika dia marah karena kamu jarang membuang sampah dapur. Kamu bisa mengatakan bahwa kamu sudah mengerjakan beberapa pekerjaan lain.

Misalkan dia tetap ingin supaya kamu mengurus sampah dapur. Katakan padanya bahwa kamu akan mengusahakannya.

Emosi dia pun akan sedikit teredam. Bahkan dia akan mau berkompromi. Dengan mengikuti apapun saran yang kamu berikan kepadanya.

4. Ubah gaya bahasa kamu

Bisa jadi karena gaya bahasamu salah yang membuat dia enggak mau mendengarkanmu (Foto: Pexels/Trinity Kubassek)

Terkadang bukannya dia enggak mau mendengarkan apa kata kamu. Tapi gaya penyampaian bahasamu yang salah. Jadi kamu bisa menyampaikan sesuatu dengan makna yang sama. Tapi dengan menggunakan kata-kata yang berbeda.

Misalnya saat kamu enggak suka dia menggunakan pakaian berwarna biru. Jangan katakan bahwa kamu enggak menyukai warna biru. Tapi katakan. Dia akan lebih cantik jika menggunakan pakaian berwarna putih atau hijau. (ikh)

Kredit : digdo

Tags Artikel Ini

Ikhsan Digdo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH