Presiden Venezuela Maduro Ditahan di Kapal Perang USS Iwo Jima

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Minggu, 04 Januari 2026
Presiden Venezuela Maduro Ditahan di Kapal Perang USS Iwo Jima

Tangkapan layar unggahan Presiden AS Donald Trump di platform Truth Social yang menampilkan foto Presiden Venezuela Nicolas Maduro yang ditangkap dan berada dalam tahanan AS di atas kapal perang USS Iwo Jima. (ANTARA/Truth Social @realDonaldTrump)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Amerika Serikat melancarkan serangan skala besar terhadap Venezuela setelah sebelumnya melakukan blockade laut.

Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya telah ditangkap dan dikeluarkan dari negara tersebut.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Sabtu (3/1) merilis foto Presiden Venezuela Nicolas Maduro yang ditangkap pasukan AS tengah berada di atas kapal perang USS Iwo Jima.

Dalam foto tersebut, yang diunggah Trump di platform Truth Social miliknya, Maduro terlihat mengenakan setelan olahraga, matanya ditutup dan headphone terpasang di telinganya.

Baca juga:

Mengenal Presiden Venezuela Nicolas Maduro yang Dituduh Pemimpin Kartel Narkoba oleh Donald Trump

Kemungkinan hal itu dimaksudkan agar Maduro tidak mengetahui di mana dia berada atau memahami apa yang sedang terjadi di sekitarnya.

Pemerintah Venezuela sebelumnya menyatakan tidak mengetahui keberadaan Maduro dan mendesak AS untuk memberikan bukti bahwa sang presiden dalam keadaan baik.

Pemerintah Rusia menyatakan sangat khawatir atas laporan yang menyebut Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, telah dipindahkan secara paksa dari Venezuela.

Rusia mendesak otoritas Amerika Serikat (AS) untuk segera memberikan klarifikasi terkait laporan tersebut, demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Rusia, Sabtu (3/1).

“Kami sangat prihatin dengan laporan bahwa Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya dipaksa keluar dari negara itu selama aksi agresif Amerika Serikat hari ini. Kami menyerukan klarifikasi segera atas situasi ini,” ujar kementerian ters

enteri Luar Negeri Venezuela Yvan Gil, Sabtu (3/1), mengecam serangan Amerika Serikat sebagai upaya memaksakan perang kolonial terhadap republik dan perubahan rezim di negara Amerika Selatan itu.

"Upaya memaksakan perang kolonial untuk menghancurkan bentuk pemerintahan republik dan memaksakan 'perubahan rezim', dengan bersekutu bersama oligarki fasis, akan gagal sebagaimana semua upaya sebelumnya telah gagal," kata Gli dalam pernyataannya.

Ia juga menyebut serangan itu sebagai "pelanggaran terang-terangan" terhadap Piagam PBB sehingga mengancam perdamaian dan stabilitas internasional.

"Republik Bolivarian Venezuela menolak, mengecam, dan mengadukan kepada komunitas internasional agresi militer sangat serius yang dilakukan oleh Pemerintah Amerika Serikat saat ini terhadap wilayah dan penduduk Venezuela," kata Gil.

# Nicolas Maduro #Venezuela #Amerika Serikat
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Iran Bakal Kembali Digempur Usai Pemilu Paruh Waktu AS
Trump berulang kali menolak rencana kembali melancarkan operasi tempur besar tahun ini.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 22 Oktober 2026
Iran Bakal Kembali Digempur Usai Pemilu Paruh Waktu AS
Dunia
AS Blokir DeepSeek Dengan Alasan Ancaman Spionase, China Protes
Arahan itu mewajibkan badan-badan di bawah cabang eksekutif sipil untuk segera menghapus perangkat lunak DeepSeek yang ada, perangkat terkait, serta aplikasi pihak ketiga yang dibangun di atas kerangka kerjanya.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 21 Oktober 2026
AS Blokir DeepSeek Dengan Alasan Ancaman Spionase, China Protes
Dunia
Sekretaris Pers Gedung Putih Katie Zacharia Mengundurkan Diri, cuma Bertahan Kurang dari Lima Hari
Penampilan perdananya di hadapan media dan publik disorot tidak meyakinkan, menimbulkan kontroversi seputar keabsahan status advokatnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Sekretaris Pers Gedung Putih Katie Zacharia Mengundurkan Diri, cuma Bertahan Kurang dari Lima Hari
Dunia
Insiden Rollercoaster di Amerika Serikat, 1 Orang Tewas
Saksi mata memberi tahu media lokal bahwa mereka melihat seorang pria terlempar dari wahana tersebut.
Dwi Astarini - Selasa, 13 Oktober 2026
Insiden Rollercoaster di Amerika Serikat, 1 Orang Tewas
Dunia
USS Abraham Lincoln Tiba di San Diego, ABK Stres 265 Hari Satroni Iran Pulang Tanpa Kemenangan
Isak tangis haru berbaur rasa trauma membuncah di San Diego Bay, California, saat kapal induk raksasa Angkatan Laut Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln, akhirnya resmi berlabuh
Wisnu Cipto - Sabtu, 10 Oktober 2026
USS Abraham Lincoln Tiba di San Diego, ABK Stres 265 Hari Satroni Iran Pulang Tanpa Kemenangan
Dunia
Eksekusi Tembak Mati Tentara AS Pembunuh 13 Rekannya Bakal di Siarkan Langsung
Nidal Malik Hasan divonis bersalah karena telah membunuh 13 rekannya sesama tentara AS di sebuah pangkalan militer di Texas pada 2009.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 09 Oktober 2026
Eksekusi Tembak Mati Tentara AS Pembunuh 13 Rekannya Bakal di Siarkan Langsung
Indonesia
PHK 6.000 Warga AS, Karyawan Asing di Microsoft Ditolak Jadi Residen
"Mereka juga telah melakukan PHK terhadap 6.000 pekerja Amerika dan menggantinya dengan 6.300 pekerja pemegang visa H-1B," kata Vance.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 09 Oktober 2026
PHK 6.000 Warga AS, Karyawan Asing di Microsoft Ditolak Jadi Residen
Dunia
Jangan Liburan ke New York Dulu, Gubernur Terbitkan Dekrit Darurat Campak Hingga 4 November
Gubernur New York Kathy Hochul resmi menetapkan status darurat bencana akibat ledakan wabah campak hingga 4 November 2026. Simak peringatan penting ini!
Wisnu Cipto - Selasa, 06 Oktober 2026
Jangan Liburan ke New York Dulu, Gubernur Terbitkan Dekrit Darurat Campak Hingga 4 November
Dunia
Rektor Cornell University Tegaskan Kampus Harus Berbenah setelah Kasus Pemerkosaan
Rektor Cornell University menggambarkan dugaan yang disampaikan perempuan tersebut, yang diidentifikasi sebagai Jane Doe, sebagai hal yang ‘sangat meresahkan’.
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Rektor Cornell University Tegaskan Kampus Harus Berbenah setelah Kasus Pemerkosaan
Dunia
Kasus Pemerkosaan Cornell University, Rektor Dukung Pemeriksaan Eksternal
Korban mengklaim ia dicekoki ketamin, dianiaya, dan diperkosa tujuh anggota fraternity Chi Phi.
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Kasus Pemerkosaan Cornell University, Rektor Dukung Pemeriksaan Eksternal
Bagikan