Presiden Turki Serukan Warganya Boikot Produk Prancis Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. ANTARA/REUTERS/HO-Presidential Press Office/aa. (Presidential Press Office/Handou/PRESIDENTIAL PRES)

MerahPutih.com - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Senin (27/10) menyerukan kepada rakyatnya agar memboikot produk Prancis.

Dia juga mendesak pemimpin Uni Eropa untuk menghentikan agenda "anti-Islam" Presiden Prancis Emmanuel Macron.

"Seperti mereka yang mengatakan 'jangan membeli barang bermerek Turki' di Prancis, saya juga menyerukan kepada seluruh warga di sini agar tidak pernah membantu merek-merek Prancis atau pun membelinya," ujar Erdogan, dikutip Antara.

Baca Juga:

Lee Kun-hee, Pembawa Perubahan Samsung Meninggal Dunia

Prancis adalah negara pengimpor terbesar ke-10 bagi Turki dan pasar terbesar ke-7 untuk produk ekspor Turki, menurut lembaga statistik Turki. Produk otomotif Prancis adalah salah satu yang mempunyai nilai penjualan mobil tinggi di Turki.

Sebelumnya pada Sabtu (24/10), Erdogan menyebut Macron mempunyai masalah dengan umat muslim dan perlu melakukan pemeriksaan mental sebagai tanggapan atas pidato Macron yang dianggap menyuburkan islamofobia.

Komentar tersebut membuat Prancis menarik duta besar mereka dari Ankara. Namun Erdogan kembali mengeluarkan komentar serupa pada Minggu (25/10) dan Senin ini.

Presiden Turku Recep Erdogan. (Foto: MP/Instagram @rterdogan)
Presiden Turku Recep Erdogan. (Foto: MP/Instagram @rterdogan)

Dalam pidatonya, Macron berjanji untuk memerangi "separatisme Islam", dengan menyebutnya mengancam untuk mengambil alih sejumlah komunitas muslim di Prancis.

Ucapan Macron itu terkait dengan kasus pemenggalan seorang guru di Prancis oleh pemuda 18 tahun, setelah guru tersebut menunjukkan karikatur Nabi Muhammad kepada murid-murid di kelasnya atas dasar kebebasan berekspresi negara itu.

Baca Juga:

Siapa Olaudah Equiano yang Jadi Tema Google Doodle Hari ini?

Lebih lanjut, para pemimpin Uni Eropa harus mengambil langkah untuk mengakhiri agenda "anti-Islam" yang dijalankan Macron, kata Erdogan dalam pidato yang sama dalam rangka memperingati kelahiran Nabi Muhammad.

Turki dan Prancis merupakan anggota aliansi militer NATO (Pakta Pertahanan Atlantik Utara), namun keduanya berselisih dalam sejumlah isu, termasuk konflik di Suriah dan Libya, yurisdiksi kemaritiman di perairan Mediterania timur, serta konflik di Nagorno-Karabakh. (*)

Baca Juga:

Temui Paus Fransiskus, Jusuf Kalla Bicarakan Soal Perdamaian

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Masjid Istiqlal tak Gelar Salat Idul Adha karena Berpotensi Jadi Klaster COVID
Indonesia
Masjid Istiqlal tak Gelar Salat Idul Adha karena Berpotensi Jadi Klaster COVID

“Mencermati perkembangan pandemi COVID-19 di Indonesia, khususnya DKI Jakarta, Istiqlal tidak akan menggelar Salat Idul Adha 10 Zulhijjah 1441H," tegas Fachrul

Tanpa Ada Teladan Kiai, Protokol Kesehatan di Pesantren Bakal Sia-Sia
Indonesia
Tanpa Ada Teladan Kiai, Protokol Kesehatan di Pesantren Bakal Sia-Sia

Ini sebagai ikhtiar agar selamat dari penularan virus

Ini Kriteria dan Syarat Perjalanan Orang Saat Adaptasi New Normal
Indonesia
Ini Kriteria dan Syarat Perjalanan Orang Saat Adaptasi New Normal

Surat edaran ini menetapkan empat kriteria dan syarat dalam melakukan perjalanan

IPW: Maklumat Kapolri Tak Berwibawa di Mata Kapolsek
Indonesia
IPW: Maklumat Kapolri Tak Berwibawa di Mata Kapolsek

Neta mengapresiasi langkah tegas Polri kepada anggotanya

Anies Mengaku Ada Petugas Medis di Jakarta Terpapar Corona
Indonesia
Anies Mengaku Ada Petugas Medis di Jakarta Terpapar Corona

Pemprov DKI menyampaikan penghargaan tertinggi

Sejumlah Ruas Jalan di Jakarta Terpaksa Dialihkan Akibat Banjir
Indonesia
Sejumlah Ruas Jalan di Jakarta Terpaksa Dialihkan Akibat Banjir

Total ada 300 petugas gabungan di lokasi

New Normal Bikin Kehidupan Masyarakat Dikalahkan untuk Kepentingan Ekonomi
Indonesia
New Normal Bikin Kehidupan Masyarakat Dikalahkan untuk Kepentingan Ekonomi

Pemerintah juga harus memberikan jaminan daerah yang sudah dinyatakan aman atau zona hijau yang diberlakukan new normal

Diangkut Pesawat Hercules, 54 Korban Bencana Gempa Sulawesi Barat Mengungsi ke Jateng
Indonesia
Diangkut Pesawat Hercules, 54 Korban Bencana Gempa Sulawesi Barat Mengungsi ke Jateng

Sebanyak 54 korban bencana alam gempa bumi di Kabupaten Majene dan Kota Mamuju, Sulawesi Barat, mengungsi ke sejumlah daerah di Jawa Tengah.

Operasional Citilink Pindah Ke Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta
Indonesia
Operasional Citilink Pindah Ke Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta

Citilink telah menggelar simulasi pengoperasian penerbangan di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta dengan melibatkan seluruh kru yang akan bertugas