Presiden Turki Kritik Sikap Diam Obama Soal Penembakan Warga Muslim BBC

MerahPutih Internasional – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, mengkritik keras sukap Presiden Amerika Serikat Barack Obama yang hanya diam atas tragedi penembakan yang menewaskan tiga orang muslim di negaranya.

Seperti yang dilansir BBC, menurut Erdogan, seorang Presiden harus memiliki sikap dan bertanggungjawab dengan cara membuat klarifikasi dan keterangan atau setidaknya bela sungkawa atas sebuah tragedi pembunuhan yang menggemparkan dunia.

BACA JUGA: Meme Sindir Media Mainstream Soal Penembakan Warga Muslim

Bagaimana bisa seorang kepala negara diam saja, sementara setiap orang di dunia membicarakan pembunuhan brutal yang terjadi di negaranya.

Lebih dari 5.000 orang menghadiri pemakaman para mahasiswa yang ditembak mati di Chapel Hill, North Carolina. Adalah Deah Shaddy Barakat (23), dan istrinya Yusor Mohammad Abu Salha (21), serta adiknya, Razan Mohammad Abu Salha (19) yang tewas ditembak secara brutal oleh seorang pria bersenjata bernama Craig Stephen Hicks (46).

Hingga saat ini Polisi masih menyelidiki motif dibalik kasus brutal tersebut. Sebelumnya beberapa pihak mengatakan kasus ini hanya permasalahan rebutan tempat parkir.

BACA JUGA: Penembakan 3 Pemuda Muslim Amerika Picu Kemarahan Publik

Seorang jaksa distrik, mengatakan tidak ada bukti bahwa korban - Deah Shaddy Barakat, istri Yusor Mohammad dan adiknya Razan - telah ditargetkan karena iman mereka.

Namun, di pemakaman Kamis, (12/2) seorang kepala Polisi mengatakan pasukannya akan menyelidiki dan siap memimpin apa pun motif dari kejahatan itu sekali pun motif berbau SARA.

Berbicara dalam kunjungan ke Meksiko, Erdogan mengkritik Obama, Menteri Luar Negeri John Kerry dan Wakil Presiden AS Joe Biden karena tidak membuat pernyataan tentang pembunuhan "tiga Muslim".

“Jika anda hanya diam menanggapi persoalan seperti ini. Dunia juka akan bersikap diam terhadap anda,” ucapnya.
“Setiap pejabat negara harus bertanggungjawab atas apa yang telah terjadi di negaranya. Mereka harus memberi sikap dengan penuh kebijaksanaan,” tambahnya.

Wartawan BBC Rajini Vaidyanathan mengatakan banyak pelayat merasa pembunuhan itu dipicu oleh sesuatu yang jauh lebih dalam dari permasalahan parkir.

"Ketika kita mengatakan ini adalah kejahatan rasial, itu semua tentang melindungi semua anak-anak di Amerika Serikat,'' kata ayah korban, Dr Mohammad Yousif Abu-Salha saat di pemakaman.



Ana Amalia

LAINNYA DARI MERAH PUTIH