Presiden PKS Sebut Anies Berpeluang Menangi Pilpres 2024 Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (tengah) berdialog dengan para biksu saat menghadiri peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak 2565 Tahun Buddhis di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (26/5). ANTARA FOTO/

MerahPutih.com - Sosok Anies Baswedan digadang-gadang bakal maju di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Sebab, dalam sejumlah survei, pria yang menjabat Gubernur DKI Jakarta itu selalu masuk tiga besar capres potensial.

Menyikapi hal itu, Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ahmad Syaikhu menyebut Anies berpeluang menangi Pilpres 2024. Ia menilai kinerja Anies selama menjabat gubernur terbilang sangat baik.

Baca Juga

Anies Kembali Dapat Dukungan Maju di Pilpres 2024

"Kita melihat memang ada potensi yang sangat besar pada pak Anies (menangi Pilpres 2024)," ucapnya di Aceh, Jumat (28/5).

Keyakinan Syaikhu terhadap Anies karena ia melihat beberapa hasil survei dari lembaga survei menunjukkan dan menghasilkan peringkat yang baik untuk mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tersebut.

"Peringkat survei Anies kalau tidak kesatu, kedua atau ketiga, ya seperti itu, dan pak Anies selama ini selalu bersama PKS sejak jadi Gubernur DKI, mudah-mudahan dukungan ini terus diberikan," tegasnya dikutip Antara.

Presiden PKS Ahmad Syaikhu (tengah) didampingi Ketua DPW PKS Aceh Makhyaruddin Yusuf (kanan) dan Ketua DPP PKS DPW Sumbagut Hendry Munief (kiri) saat memberikan keterangan dalam konferensi pers, di Banda Aceh, Kamis malam (27/5/2021) (ANTARA/Rahmat Fajri)
Presiden PKS Ahmad Syaikhu (tengah) didampingi Ketua DPW PKS Aceh Makhyaruddin Yusuf (kanan) dan Ketua DPP PKS DPW Sumbagut Hendry Munief (kiri) saat memberikan keterangan dalam konferensi pers, di Banda Aceh, Kamis malam (27/5/2021) (ANTARA/Rahmat Fajri)

Syaikhu menegaskan dalam pemberian dukungan, PKS selalu memilih orang yang mempunyai peluang besar menjadi pemimpin atau tidak asal-asalan menunjuk.

"Pedoman yang diambil PKS adalah orang yang berpeluang menang, tidak asal tunjuk," ujar mantan Wakil Wali Kota Bekasi ini.

Meski demikian, lanjut Syaikhu, jika mengacu pada amanah musyawarah nasional (munas), PKS harus berupaya mencalonkan kader sendiri. Namun, permasalahannya sampai hari ini belum ada kader PKS yang muncul ke publik.

"Belum muncul ini mungkin juga karena surveinya belum dimasukkan, padahal kalau dimasukkan kita tahu seberapa jauh masyarakat menerima kader PKS," pungkasnya. (*)

Baca Juga

Pengusaha Beras Asal Sragen Dukung Anies Jadi Capres 2024

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Jangan Lupa Jaga Prokes! Kasus Harian COVID-19 Indonesia Tembus 54.517 Orang
Indonesia
Jangan Lupa Jaga Prokes! Kasus Harian COVID-19 Indonesia Tembus 54.517 Orang

Penambahan kasus harian COVID-19 di Indonesia semakin mengkhawatirkan. Berdasarkan laporan Satgas Penanganan COVID-19, Rabu (14/7) bertambah 54.517 orang.

Permintaan Kebutuhan Plasma Konvalesen Penyintas Covid-19 Meningkat
Foto
Permintaan Kebutuhan Plasma Konvalesen Penyintas Covid-19 Meningkat

Seorang penyintas Covid-19 mendonorkan Plasma Konvalesen di kantor Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Tangerang

Bank Syariah Indonesia Resmi Berdiri
Indonesia
Bank Syariah Indonesia Resmi Berdiri

Produk dan layanan keuangan syariah milik BSI harus kompetitif dan dapat memenuhi kebutuhan berbagai segmen nasabahnya, mulai dari UMKM, korporasi, hingga retail.

PPKM di DKI, Lalu Lintas Kendaraan Bermotor Turun 4 Persen
Indonesia
PPKM di DKI, Lalu Lintas Kendaraan Bermotor Turun 4 Persen

Dishub DKI Jakarta mencatat ada penurunan volume lalu lintas dalam Penerapan Pelaksaanaan Kegiatan Masyarakat selama 6 hari.

Bangun Kampung Tangguh, Kapolda Metro Minta Dukungan Biaya ke DPRD DKI
Indonesia
Bangun Kampung Tangguh, Kapolda Metro Minta Dukungan Biaya ke DPRD DKI

"Membangun kampung tangguh di Jakarta tentunya butuh bantuan dukungan biaya," ucap Fadil

Mantan Pimpinan KPK Sebut Kerumunan Jokowi di Maumere Tidak Ada Unsur Pidana
Indonesia
Mantan Pimpinan KPK Sebut Kerumunan Jokowi di Maumere Tidak Ada Unsur Pidana

Kerumunan terjadi tanpa kesengajaan. Masyarakat datang secara spontan, tanpa ada undangan. Karena itu, menurut Indriyanto, wajar polisi menolak laporan masyarakat atas peritiwa kerumunan di Maumere.

Anies 'Diserang' Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI, NasDem: Terlihat Kelas Dia Lah
Indonesia
Anies 'Diserang' Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI, NasDem: Terlihat Kelas Dia Lah

Perpanjangan PSBB tentu telah melalui proses pendalaman yang matang

Polisi Diminta Lakukan Ini Agar Kasus Penusukan Syekh Ali Jaber Tak Dipolitisasi
Indonesia
Polisi Diminta Lakukan Ini Agar Kasus Penusukan Syekh Ali Jaber Tak Dipolitisasi

Wajar jika masyarakat marah pemuka agama mereka hendak dibunuh

Kemenhub Usulkan Wajib Tes COVID-19 untuk Masuk Jabodetabek
Indonesia
Kemenhub Usulkan Wajib Tes COVID-19 untuk Masuk Jabodetabek

Kementerian Perhubungan mengusulkan agar masyarakat yang akan memasuki wilayah Jabodetabek diwajibkan mengikuti tes COVID-19 yang diselenggarakan oleh pemerintah.

Warga Panik, Gempa Nias Barat 7,2 M Terasa Sampai Sumbar
Indonesia