Presiden PKS Dukung Jokowi Tolak Pemulangan ISIS Eks WNI Presiden PKS Sohibul Iman (kanan) seusai Pembukaan Training Orientasi PKS Jawa Barat di Kota Bandung, Minggu (9/2/2020). (Dok Humas PKS Jabar)

MerahPutih.com - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman mendukung langkah Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menolak pulangkan sekitar 600 orang asal Indonesia yang bergabung dengan ISIS. Menurutnya, keberadaan anggota ISIS eks WNI tersebut merupakan masalah yang pelik.

"Kita harus melihatnya dari berbagai sisi ya, terutama dari sisi, pertama ya status kewarganegaraan mereka. Karena mereka pergi ke sana atas inisiatif sendiri, bahkan di antara mereka ada yang membakar paspornya dan sebagainya," kata Sohibul di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (13/2).

Baca Juga:

Langkah Pemerintah Tolak Pulangkan Eks ISIS Sesuai Kaidah Ajaran Islam

Sohibul mengakui tak mudah memperlakukan ratusan orang asal Indonesia yang memilih bergabung ke ISIS itu dengan warga negara yang normal. Menurutnya, banyak persoalan yang akan muncul ketika mereka dipulangkan ke tanah air.

"Karena itu, kami PKS menghormati apa yang menjadi sikap pemerintah saat ini," ujar Sohibul.

Dokumentasi aktivis pada Forum Selamatkan NKRI - DIY melakukan aksi damai di kawasan Malioboro, Yogyakarta, Jumat (7/2/2020). ANTARA FOTO/Andreas Atmoko
Dokumentasi aktivis pada Forum Selamatkan NKRI - DIY melakukan aksi damai di kawasan Malioboro, Yogyakarta, Jumat (7/2/2020). ANTARA FOTO/Andreas Atmoko

Kendati demikian, Sohibul meminta pemerintah melakukan pemetaan secara detail terhadap 689 anggota ISIS eks WanI yang berada dalam kamp penampungan di Turki dan Suriah itu.

Menurut Sohibul, ada dari mereka yang ikut ke Suriah karena diajak oleh orang tua. Pun tertipu oleh propaganda ISIS. Sohibul mendukung rencana pemerintah yang hanya ingin memulangkan anak-anak asal Indonesia di bawah usia 10 tahun.

Baca Juga:

LPSK: Anak dan Istri Eks WNI Kombatan ISIS Bukan Korban

"Jadi kalau anak-anak saya kira, ya mereka juga datang ke sana tidak happy, bawa ke sini mereka bisa kita bina kembali," imbuhnya.

Sohibul menyatakan, pemerintah bisa mengubah pola pikir anak-anak yang hidup di wilayah perang itu lewat pendidikan. Selain itu, para anak-anak ini akan merasa berterima kasih kalau mereka diterima kembali di Indonesia.

"Mereka saya yakin seyakin-yakinnya, kalau mereka diberikan pendidikan yang baik, insyaallah mereka akan tumbuh tidak seperti yang diharapkan oleh orang tuanya," pungkasnya. (Pon)

Baca Juga:

Rusia Pulangkan Lebih dari 200 Anak Mantan ISIS

Tag
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Antrean Rapid Test Antigen Mengular di Bandara Soetta
Foto
Antrean Rapid Test Antigen Mengular di Bandara Soetta

Antrean calon penumpang pesawat yang akan melakukan Rapid Test Antigen dan PCR di Shelter Kalayang Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta, Kota Tangerang, Banten

Kesaksian Warga Kwitang saat Kerusuhan, Polisi Tembakan Gas Air Mata dan Tendang Portal
Indonesia
Kesaksian Warga Kwitang saat Kerusuhan, Polisi Tembakan Gas Air Mata dan Tendang Portal

"Tapi brimob tidak sampai masuk, kalau tidak di portal, pasti masuk. Karena mereka terhalang portal, polisi saja sampai nendang-nendang portal," beber Bambang.

Bapemperda: Reklamasi Ancol Harus Masuk dalam RDTR dan RTRW
Indonesia
Bapemperda: Reklamasi Ancol Harus Masuk dalam RDTR dan RTRW

Proses pembangunan reklamasi kawasan Taman Impian Jaya Ancol Timur seluas 120 ha dan Dunia Fantasi (Dufan) 35 ha itu tak diperkenankan tanpa RDTR dan RTRW.

Buntut Kasus Surat ke Camat, Andi Taufan Mundur dari Stafsus Milenial Jokowi
Indonesia
Gerindra Minta Anies dan Riza Patria Segera Bekerja Atasi COVID-19
Indonesia
Gerindra Minta Anies dan Riza Patria Segera Bekerja Atasi COVID-19

Bila pelaksanaanya warga ada yang mengeluh bisa ditampung dan dicarikan solusinya.

TPU Srengseng Sawah Sudah Dipakai Kuburkan Jenazah COVID-19
Indonesia
TPU Srengseng Sawah Sudah Dipakai Kuburkan Jenazah COVID-19

TPU Srengseng Sawah yang berlokasi di Jakarta Selatan sudah digunakan untuk menguburkan jenazah pasien COVID-19.

[HOAKS atau FAKTA]: Pertamina Akan Hapus Premium dan Pertalite
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Pertamina Akan Hapus Premium dan Pertalite

Penugasan penyaluran BBM jenis Premium tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 43 Tahun 2018 serta Kepmen ESDM Nomor 1851 K/15/MEM/2018.

Kemenag Segera Kucurkan Rp5,7 Triliun Bantuan Operasional Pendidikan
Indonesia
Kemenag Segera Kucurkan Rp5,7 Triliun Bantuan Operasional Pendidikan

Kemenag telah menerbitkan petunjuk melalui Keputusan Menteri Agama Nomor 0715 Tahun 2020 tentang pedoman penggunaan kuota data internet.

Anak Buah Anies Jawab Dugaan Sabotase di Rumah Pompa Air Dukuh Atas
Indonesia
Anak Buah Anies Jawab Dugaan Sabotase di Rumah Pompa Air Dukuh Atas

Pemerintah kota administrasi Jakarta Pusat juga telah berkoordinasi dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN)

Sarankan Anak TK Tak BJJ, Kak Seto: Kenapa Enggak Belajar dengan Ayah dan Bunda di Rumah
Indonesia