Presiden Jokowi: Tindakan Terorisme Kali ini Sungguh Biadab dan di Luar Batas Kemanusiaan Presiden Joko Widodo. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

MerahPutih.Com - Presiden Jokowi mengunjungi korban luka di RS Bhayangkara, Surabaya, Minggu setelah mendatangi dua lokasi kejadian perkara pengeboman, yakni GKI di Jalan Diponegoro Surabaya dan Gereja Pantekosta Pusat Surabaya di Jalan Arjuna.

Presiden mengunjungi korban yang dirawat dengan didampingi beberapa pejabat, di antaranya Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Menko Polhukam Wiranto, Kepala BIN Budi Gunawan, dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.

Sebelumnya, Presiden Jokowi membatalkan dua agendanya di Jakarta dan langsung bertolak ke Surabaya tidak lama setelah mendapatkan laporan adanya ledakan bom di kota tersebut.

Gereja pertama yang dikunjungi Presiden adalah GKI di Jalan Diponegoro. Presiden dan rombongan tiba pukul 15.30 WIB disambut Gubernur Jawa Timur Soekarwo dan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

Polisi periksa
Tim Inafis melakukan olah TKP di lokasi ledakan di Gereja Kristen Indonesia (GKI), Jalan Diponegoro, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (13/5). (ANTARA FOTO/Didik Suhartono)

Selanjutnya pada pukul 15.45 WIB Presiden tiba di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya di Jalan Arjuna.

Di gereja yang seluruh bagian depannya gosong tersebut, Presiden lama berbincang dengan Menkopolhukam, Kepala BIN, Kapolri dan Panglima TNI.

Presiden sebagaimana dilansir Antara mendapatkan laporan terkait ledakan di Gereja Santa Maria Tak Bercela di Jalan Ngagel Madya, Gereja Kristen Indonesia (GKI) di Jalan Diponegoro, dan Gereja Pantekosta Pusat di Jalan Arjuna.

Ledakan pertama terjadi di Gereja Maria Tak Tercela, yaitu pada sekitar pukul 07.30 WIB. Adapun dua ledakan lain, berjeda masing-masing 5 menit setelah ledakan pertama.

Polisi berjaga di lokasi ledakan
Polisi dari Polda Jatim berjaga (MP/Budi Lentera)

"Tindakan terorisme kali ini sungguh biadab dan di luar batas kemanusiaan yang menimbulkan korban anggota masyarakat, anggota kepolisian, dan juga anak-anak yang tidak berdosa, termasuk juga pelaku yang menggunakan dua anak yang berumur kurang lebih 10 tahun yang digunakan juga untuk pelaku bom bunuh diri," kata Presiden.

Presiden Jokowi menegaskan bahwa terorisme adalah kejahatan kemanusiaan dan tidak ada kaitannya dengan agama apapun dimana semua ajaran agama menolak terorisme apapun alasannya.(*)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: PGI Minta Umat Kristiani Tetap Beribadah dengan Tenang di Gereja



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH