Presiden Jokowi Serukan Vaksinasi Merata di Penjuru Dunia Presiden Jokowi bertolak menuju Roma, Italia, dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (29/10) pagi. Foto: Agus Suparto

MerahPutih.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut, kunci pengendalian pandemi seperti vaksinasi COVID-19 harus dapat dirasakan merata dan setara di seluruh penjuru dunia.

Sebagai Ketua G20 setahun ke depan, Kepala Negara mengajak semua negara maju bekerja sama memastikan akses vaksin merata.

Baca Juga

Jenderal Andika Ikut Lepas Jokowi ke Roma, Sinyal Gantikan Marsekal Hadi?

"Termasuk memerangi COVID-19 bersama-sama," kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanggulangan COVID-19 Reisa Broto Asmoro dalam siaran pers PPKM yang diikuti dari kanal YouTube FMB9, Jumat (29/10).

Reisa mengatakan, seruan itu disampaikan Jokowi dalam kunjungannya ke Roma, Italia, untuk menerima keketuaan atau Presidency of G20 atau Kelompok 20.

Reisa mengatakan, G20 adalah kelompok elite 20 negara yang menyumbang lebih dari 80 persen dari produk domestik bruto atau aktivitas ekonomi dunia. Mereka menguasai 75 persen dari perdagangan global dan dihuni oleh 60 perseb dari populasi planet bumi.

Forum ini bertemu setiap tahun sejak 1999 dan sejak 2008 telah mengadakan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) tahunan yang dihadiri kepala negara dan pemerintahan.

Tangkapan layar Juru Bicara Pemerintah untuk Penanggulangan COVID-19 Reisa Broto Asmoro dalam siaran pers PPKM yang diikuti dari kanal YouTube FMB9 di Jakarta, Jumat (29/10/2021). (ANTARA/Andi Firdaus)
Tangkapan layar Juru Bicara Pemerintah untuk Penanggulangan COVID-19 Reisa Broto Asmoro dalam siaran pers PPKM yang diikuti dari kanal YouTube FMB9 di Jakarta, Jumat (29/10/2021). (ANTARA/Andi Firdaus)

G20 terdiri atas Amerika Serikat, Argentina, Australia, Brazil, Kanada, Tiongkok, Prancis, Jerman, Jepang, India, Indonesia, Italia, Meksiko, Rusia, Afrika Selatan, Arab Saudi, Korea Selatan, Turki, Inggris, dan Uni Eropa.

Di antara negara-negara anggota G20, kata Reisa, Indonesia saat ini berada di lima negara dengan konfirmasi kasus harian terendah bersama Arab Saudi, Tiongkok, Jepang, dan Afrika Selatan.

Reisa menjelaskan, Indonesia mencatatkan kasus harian di bawah seribu kasus pada Kamis (28/10). Bahkan, pada sepekan terakhir sejak 15 Oktober 2021, Indonesia sudah mencatatkan konfirmasi harian di bawah 1.000 kasus.

Reisa mengatakan, prestasi Indonesia bukan hanya di tingkat nasional, tapi juga di tingkat global. Indonesia berhasil mengurangi tekanan korban pandemi dunia yang saat ini sedang terjadi gelombang kenaikan kasus baru.

"Eropa, kasus harian hampir mencapai 100 ribu kasus per hari, sedangkan di Amerika Serikat mencapai lebih dari 70 ribu," ujarnya.

Oleh karena itu, Presiden Joko Widodo menyerukan agar kunci pengendalian pandemi seperti vaksinasi harus dapat dirasakan merata dan setara di seluruh penjuru dunia.

"Sebagaimana kita berprinsip bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa, maka merdeka dari pandemi adalah hak semua warga bangsa di dunia," katanya. (Knu)

Baca Juga

Ke Luar Negeri Pertama saat Pandemi, Jokowi Bakal Bahas UMKM hingga Investasi

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kapolri Copot Kapolda Sumsel Irjen Eko Indra Heri
Indonesia
Kapolri Copot Kapolda Sumsel Irjen Eko Indra Heri

Kapolri Jenderal Listyp Sigit Prabowo mencopot Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Eko Indra Heri

Jabar Dukung Penyelenggaraan Pemilu 2024
Indonesia
Jabar Dukung Penyelenggaraan Pemilu 2024

Perlu terobosan- terobosan untuk menyambut 2024. Dukcapil menjadi sektor yang diandalkan.

Tak Ada Izin, Konser Tulus di Bandung Dibubarkan Satgas COVID-19
Indonesia
Tak Ada Izin, Konser Tulus di Bandung Dibubarkan Satgas COVID-19

Penonton harus menelan kekecewaan karena tidak bisa menyaksikan penyanyi idaman, Tulus, yang sejatinya mengisi konser Soundfest Bersua di Critical 11, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung, Selasa (28/3) malam.

Di Bandung, Vaksin Moderna Sudah Mulai Disuntikan Bagi Masyarakat Umum
Indonesia
Di Bandung, Vaksin Moderna Sudah Mulai Disuntikan Bagi Masyarakat Umum

Vaksinasi Moderna ini sangat tepat dilakukan di rumah sakit. Sebab memerlukan penjelasan lebih rinci dan tepat.

 Nadiem Luncurkan Rapor Pendidikan Indonesia
Indonesia
Nadiem Luncurkan Rapor Pendidikan Indonesia

Rapor Pendidikan merupakan platform yang mengintegrasikan berbagai data pendidikan untuk membantu satuan pendidikan dan Dinas Pendidikan mengidentifikasi capaian dan akar masalah.

Ganjar Pranowo: 2024 Itu Angka Apa?
Indonesia
Ganjar Pranowo: 2024 Itu Angka Apa?

Dalam konteks top of mind atau pertanyaan terbuka terkait tokoh nasional yang layak sebagai presiden pada 2024, Ganjar Pranowo memiliki elektabilitas 13,98 persen

Penumpang KRL Capai 322.528 Orang saat Libur Natal
Indonesia
Penumpang KRL Capai 322.528 Orang saat Libur Natal

PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) atau KAI Commuter telah melayani sebanyak 322.528 pengguna kereta rel listrik (KRL) pada Hari Natal 2021 atau 25 Desember 2021.

Katedral Jakarta Tidak Lakukan Pembatasan Usia Saat Misa Kenaikan Isa Almasih
Indonesia
Katedral Jakarta Tidak Lakukan Pembatasan Usia Saat Misa Kenaikan Isa Almasih

Misa pagi dipimpin Romo Alb Hani Rudi Hartoko, misa siang dipimpin Romo Bernadus Ch Triyudo Prastowo SJ, dan misa sore dipimpin Romo Y Edi Mulyono SJ.

Cak Imin Pasrah Jika Istana Tidak Respon Usulan Penundaan Pemilu
Indonesia
Cak Imin Pasrah Jika Istana Tidak Respon Usulan Penundaan Pemilu

Sebelumnya, Muhaimin Iskandar mengatakan Pemilu Serentak 2024 dapat ditunda satu atau dua tahun.

Sering Ditanya Keberadaan Harun Masiku, Ketua KPK: Pertanyaan Titipan ya?
Indonesia
Sering Ditanya Keberadaan Harun Masiku, Ketua KPK: Pertanyaan Titipan ya?

Ketua KPK Firli Bahuri merasa heran saat ditanya awak media soal belum tertangkapnya Harun Masiku yang sudah menjadi buronan selama dua tahun lamanya.