Presiden Jokowi: Reformasi Agraria Akan Kelihatan Hasilnya Juli Nanti Presiden Joko Widodo di Lapangan Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Jumat (9/6). (Biro Pers Setpres/)

Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengaku bahwa program Reformasi Agraria melalui redistribusi lahan telah dimulai. Melalui redistribusi lahan, pemerintah berharap masyarakat dapat menggunakan lahan secara produktif sehingga bermanfaat bagi meningkatnya ekonomi masyarakat.

"Sebetulnya pelaksanaan sudah. Hanya memang yang kecil-kecil, belum. Nanti mungkin sebelum Agustus, sudah. Juli akan kelihatan, akan banyak nanti," kata Presiden setelah menghadiri acara Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dan Program Keluarga Harapan (PKH) di Lapangan Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Jumat (9/6).

Menurut Presiden, pemerintah masih terus mengupayakan program ini berjalan sesuai skema yang telah ditetapkan pemerintah.

"Jangan sampai ini hanya kaya bagi-bagi lahan. Enggak, bukan itu. Kita akan membangun produktivitas. Artinya, lahan yang kita berikan harus produktif. Tidak ditelantarkan apalagi dijual," ujarnya lebih lanjut.

Ia juga mengatakan, saat ini pemerintah masih mengevaluasi target sasaran dari kelompok-kelompok masyarakat yang akan mendapatkan lahan pemerintah itu.

"Kita akan mencari kelompok masyarakat, mencari koperasi, mencari pondok pesantren yang memiliki visi-visi seperti ini kan juga tidak gampang. Karena memang ada kriteria-kriteria yang sudah disusun," ucap Presiden.

Program Reformasi Agraria adalah proses alokasi dan konsolidasi kepemilikan, penguasaan, dan penggunaan lahan oleh masyarakat. Melalui program ini, diharapkan produktivitas masyarakat akan meningkat dan berdampak pada pemerataan dan peningkatan ekonomi nasional.



Luhung Sapto

LAINNYA DARI MERAH PUTIH