Presiden Jokowi Pertimbangkan Keluarkan Perppu KPK, Apa Urgensinya? Presiden Jokowi. Foto: Biro Setpres

MerahPutih.com - Presiden Jokowi masih mempertimbangkan untuk mengeluarkan peraturan pemerintah pengganti Undang-Undang (Perppu) KPK. Namun, keputusan itu justru menuai polemik di masyarakat.

Pengamat Politik dari ETOS Indonesia Institute, Iskandarsyah menilai tidak ada urgensinya Presiden Joko Widodo menerbitkan Perppu mengenai hasil revisi UU KPK.

Baca Juga

Jika Tak Genting, Penerbitan Perppu KPK Dianggap Inkonstitusional

"Perppu tidak ada urgensinya hari ini," ucap Iskandarsyah di Jakarta, Minggu (13/10)

Iskandar pun mempertanyakan sikap Jokowi yang akan mempertimbangkan penerbitan Perppu. Iskandar mengingatkan agar dia mengambil posisi yang tepat dalam menyikapi pro-kontra UU KPK.

"Padahal dengan membatalkan RUU KPK atau tetap meneruskan RUU KPK bukan masalah kan. Jadi kelihatan betul RUU KPK itu dikeluarkan tanpa perhitungan politik yang matang, ketika di luar mendapat tekanan publik yang begitu keras mereka (Presiden) kemudian berfikir ulang, tapi untuk membatalkannya takut kehilangan muka," tegasnya.

Presiden Jokowi. Foto: ANTARA

Ia menegaskan, sebagaimana dilansir Antara, dalam sistem pemerintahan demokrasi, instrumen Perppu memang sah dikeluarkan oleh seorang Presiden.

"Perppu sah boleh dilakukan presiden, sama dengan Dekrit yang merupakan hak preogratif presiden. Tapi kapan dekrit itu dikeluarkan? Berdasarkan suasana subjektif presiden, kalau bangun tidur dia merasa terancam dia dapat mengeluarkan dekrit, itu benar dan sah secara konstitusional," katanya.

Baca Juga

Gerindra Akui Tak Bisa Halangi Jokowi Terbitkan Perppu KPK

Mantan Ketua KPK, Antasari Azhar, menyarankan gugatan yang dilakukan mahasiswa dan kalangan sipil terhadap UU KPK yang baru disahkan, ditempuh melalui uji materi di Mahkamah Konstitusi.

"Khan yang berkembang ada judicial review, legislative review, dan Perppu. Menurut saya judicial review saja di MK," kata Antasari dalam diskusi publik bertajuk "KPK Mau Dibawa Ke Mana, Perlukah Presiden Mengeluarkan Perppu UU KPK" yang diselenggarakan Universitas 17 Agustus 1945, di Jakarta, Jumat (11/10).

Ia mengatakan, jika memang Presiden tetap mau mengeluarkan Perppu KPK, maka hal itu merupakan hak prerogatif presiden.

Namun, dia mengusulkan sebelum Perppu diterbitkan agar dirinci lebih dulu daftar inventarisasi masalah, terkait apa saja yang cocok dengan UU KPK yang sama.

Baca Juga

Ini Alasan Jokowi Belum Mau Terbitkan Perppu KPK

Ia mengaku belum membaca secara utuh UU KPK yang baru saja disahkan. Namun, dia mengatakan mengikuti wacana terkait poin-poin yang dipersoalkan dalam UU KPK baru itu.

Dari banyaknya poin itu dia mengaku menyetujui banyak hal. "Saya soal Dewan Pengawas, SP3, penyadapan harus izin, soal ASN, setuju," pungkasnya. (*)



Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH