Presiden Jokowi ke Santri Pengusaha Lalapan: Minta Modal Berapa, Nanti Saya Kasih Presiden Joko Widodo memberi sambutan dalam acara peresmian Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Pesantren preneur di pesantren Byat al Hikmah Pasuruan, Jawa Timur, Sabtu (12/5). ANTARA FOTO/Umar

MerahPutih.com - Presiden Joko Widodo (Widodo) kagum dengan kerja keras salah satu santri di Pondok Pesantren Bayt Al-Hikmah, Pasuruan, Jawa Timur bernama Choirul Anam yang sempat berjualan lalapan dan ayam goreng.

"Saya ingin satu santri yang memiliki usaha meski kecil-kecil tidak apa-apa. Silahkan maju ke depan," kata Presiden Joko Widodo seperti dilansir Antara, Sabtu (12/5)

Ketika ditanya orang nomor satu di Indonesia itu, Anam mengaku ketika berjualan hanya mengeluarkan modal sebesar Rp 200 ribu. Namun, keuntungan yang didapat sekitar Rp 2 juta atau 1000 persen.

Presiden Jokowi didampingi sejumlah pejabat menyampaikan pernyataan pers terkait kerusuhan di Mako Brimob, di Istana Kepresidenan Bogor, Jabar, Kamis (10/5). Foto: Setkab

Mendapatkan cerita dari sang santri, Presiden Jokowi memuji siswa kelas XII SMA Al-Hikmah itu.

"Punya bisnis apa?" tanya Presiden.

"Bisnis lalapan ada lele, ayam," jawab Anam.

"Jualan di mana?" tanya Presiden.

"Jualan di sini waktu ada acara," jawab Anam.

"Modal berapa?" tanya Presiden.

"Kurang lebih Rp200 ribu," jawab Anam "Untung berapa?" tanya Presiden.

"Rp2 juta," jawab Anam yang disambut tepuk tangan hadiri.

"Wah modal Rp200 ribu untung Rp2 juta? Untung 1000 persen, alhamdulillah, diterusin gak?" tanya Presiden.

"Sudah enggak," jawab Anam.

"Lho gimana sih?" tanya Presiden.

"Banyak kegiatan," jawab Anam.

"Ya sebetulnya kegiatan dan usaha bisa dibarengkan, pararel, apalagi Rp200 ribu jadi Rp2 juta. Tidak ada bisnis yang untungnya 1000 persen sekarang, gak ada, kecuali jualan lalapan dan lele tadi. Kenapa gak diteruskan buka warung di deket ponpes? Kenapa?" tanya Presiden.

"Banyak kegiatan," jawab Anam.

"Nanti saya minta izin ke Pak Kyai mau gak? Saya minta izin ke Pak Kyai Idris," tanya Presiden.

"Sudah mau lulus," jawab Anam "Setelah lulus mau apa?" tanya Presiden.

"Kuliah," jawab Anam.

"Kuliah sambil jualan lalapan dan lele mau gak?" tanya Presiden.

"Insya Allah mau," jawab Anam.

"Kuliah di mana?" tanya Presiden.

"Surabaya," jawab Anam.

"Di mana?" tanya Presiden.

"Universitas Airlangga," jawab Anam.

"Nanti kalau sudah diterima di universitas Airlangga temui saya. Saya beri modal dah. Minta modal berapa? Minta ke saya ke saya harus cepet, yang namanya usaha harus ada 'business plan', kalkulasi berapa?" tanya Presiden.

"Belum tahu," jawab Anam.

"Modal kan tadi 200 ribu, saya masih kuat lah bisa itu, kelihatannya saya lihat feeling bisnisnya ada itu makasih," kata Anam.

Presiden Jokowi saat mengikuti acara peluncuran program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), di Kelurahan Bagan Batu Kota, Kecamatan Bagan Sinembah, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau, Rabu (9/5). (Foto: BPMI)

Hadir juga dalam acara itu Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Menteri perdagangan Enggartiasto Lukita, Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Gubernur Jawa Timur Soekarwo. (*)


Tags Artikel Ini

Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH