Premium Tidak Naik, Pertamina Merugi Rp14,7 Triliun Peluncuran bahan bakar Pertalite di SPBU Abdul Muis, Jakarta Pusat, Jumat (24/7). (Foto: MerahPutih/Rizki Fitrianto)

MerahPutih, Bisnis-PT Pertamina (Persero) mencatat kerugian mencapai Rp14,7 triliun hingga Agustus 2015 ini. Kerugian tersebut masih dapat bertambah hingga akhir tahun nanti. 

Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Dwi Soetjipto mengatakan kerugian ini disebabkan penjualan harga BBM jenis solar subsidi dan premium yang tidak sesuai dengan harga keekonomian. 

Untuk BBM jenis premium Pertamina masih menjual dengan harga Rp7.400 per liter, padahal seharusnya Rp8.000 per liter.

"Masih akan bertambah karena masih di atas harga perhitungan," kata Dwi di Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, Selasa (1/9).

Dwi mengakui seharusnya awal bulan September ini Pertamina menaikan harga BBM jenis premium dan solar. Namun, karena mendapat intervensi dari Pemerintah, Pertamina batal menaikan harga premium dan solar.

"Meski batal naik, tapi kami yakin Pemerintah memperhatikan perhitungan yang seperti itu," ujarnya.

Untuk menutup kerugian. Pertamina melakukan berbagai efisiensi. "Efisiensi saja supaya nutup," ungkap Dwi. Sebelumnya, pemerintah melalui 

Menteri ESDM Sudirman Said menyatakan bulan ini harga BBM tidak akan terjadi kenaikan. (rfd)

Baca Juga:

Kantor Pertamina Digeledah Bareskrim, Dirut Pertamina : Kita Welcome Saja 

Diduga Selewengkan Dana CSR, Pertamina Foundation Digeledah Bareskrim 

Proyek Pertamina di Balongan Berujung Sengketa, DPR Ngaku Belum Tahu



Luhung Sapto

LAINNYA DARI MERAH PUTIH