Prarekonstruksi Mayat Perempuan Dibakar, Pelaku Pukul Korban Tujuh Kali dengan Linggis Polres Sukoharjo menggelar pra rekonstruksi tahap pertama kasus pembunuhan Yulia P (42), ditemukan tewas di bakar di dalam mobil, Selasa (27/10). (MP/Ismail)

MerahPutih.com - Polres Sukoharjo, Jawa Tengah menggelar prarekonstruksi tahap pertama kasus pembunuhan Yulia P (42), yang diitemukan terbakar di dalam mobil pada 20 Oktober lalu.

Hasil prarekonstruksi, pelaku pembunuhan berencana Eko Prasetyo (30) diketahui memukul korban sebanyak tujuh kali menggunakan linggis. Sebanyak tujuh pukulan tersebut semuanya dilakukan di kandang ayam yang merupakan bisnis Yulia dengan Eko.

Kapolres Sukoharjo AKBP Bambang Yugo Pamungkas mengatakan, hasil prarekonstruksi ternyata ada tujuh kali pukulan linggis ke arah kepala Yulia sebelum tewas. Pukulan pertama dilakukan ke arah belakang kepala saat Yulia hendak masuk ke mobil.

Baca Juga:

Temuan Mayat Perempuan Dibakar di Mobil, Pelaku Nekat karena Ditagih Utang Rp100 juta

"Pukulan pertama dia (Yulia) lalu tersungkur di depan kandang ayam. Eko (pelaku) kembali memukul kepala Yulia," kata Yugo, Selasa (27/10).

Ia mengatakan, pelaku kemudian mengangkat badan korban dengan setengah menyeret masuk ke dalam kandang. Di lokasi ini, pelaku sempat meminta ponsel serta PIN m-banking Yulia.

"Pelaku mengancam korban jika tidak memberikan PIN akan dihabisi. Akhirnya lewat m-banking bisa mentransfer Rp15 juta. Setelah itu, korban kembali dipukul ke arah kepala," katanya.

Ia mengatakan, pelaku lalu mengikat tangan korban dengan selotip. Selotip juga digunakan untuk membungkam Yulia yang sedang dalam kondisi sekarat. Pelaku kemudian menyeret korban menuju mobil dan membopongnya ke belakang mobil.

"Untuk memastikan korban (Yulia) tewas Eko kembali memukul kepala Yulia sebanyak empat kali. Total ada tujuh kali pukulan sampai korban meninggal dunia," katanya.

Polres Sukoharjo, Jawa Tengah menggelar pra rekonstruksi tahap pertama kasus pembunuhan Yulia P (42), ditemukan tewas di bakar di dalam mobil, Selasa (27/10). (MP/Ismail)
Polres Sukoharjo, Jawa Tengah menggelar pra rekonstruksi tahap pertama kasus pembunuhan Yulia P (42), ditemukan tewas di bakar di dalam mobil, Selasa (27/10). (MP/Ismail)

Usai menghabisi korbannya, pelaku sempat pulang ke rumah untuk membersihkan darah yang menempel di badan. Alasan korban membakar mayat di dalam mobil untuk menghilangkan jejak.

"Mobil dibakar mengunakan bensin di halaman toko bangunan di Dukuh Sugihan, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo," tutup dia.

Diberitakan sebelumnya, sosok mayat perempuan ditemukan di dalam mobil saat kondisi mobil Xenia AD 5126 EA terbakar habis, Selasa (20/10) malam pukul 22.30 WIB.

Baca Juga:

Mengira Tewas Kecelakaan, Suami Korban Dibakar di Mobil Minta Pelaku Dihukum Mati

Peristiwa terjadi di Dukuh Cendana, Desa Toriyo, Kecamatan Bendosari, Kecamatan Sukoharjo, Jawa Tengah. Hasil penyidikan, korban diketahui bernama Yulia (42) warga Kelurahan Baluwarti, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo, Jawa Tengah.

Yulia diketahui menjadi korban pembunuhan berencana dengan tersangka sesama rekan bisnis peternakan ayam, Eko Prasetyo. Pelaku nekat menghabisi korban karena punya utang Rp145 juta.

Pelaku dijerat pasal 340 tentang pembunuhan berencana. Pasal 365 tentang perampokan atau pencurian dengan kekerasan dengan acamana seumur hidup dan atau mati. Dan pasal 187 tentang sengaja menimbulkan pembakaran dengan acaman pidana penjara seumur hidup. (Ismail/Jawa Tengah)

Baca Juga:

Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan Mayat Perempuan Terbakar di Dalam Mobil

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
 Pemprov DKI Sita Sebanyak 1.357 Miras di Jakarta Barat
Indonesia
Pemprov DKI Sita Sebanyak 1.357 Miras di Jakarta Barat

Kepala Satpol PP DKI Jakarta, Arifin mengatakan, operasi ini menjalankan Pergub 18/2018 dan 33/2020, terlebih saat ini memasuki bulan suci ramadan 1441 hijriah.

Episentrum COVID-19 Mengarah ke Asia Tenggara, Indonesia Diminta Waspada
Indonesia
Episentrum COVID-19 Mengarah ke Asia Tenggara, Indonesia Diminta Waspada

Saran dan peringatan dari WHO itu hendaknya tidak membuat masyarakat semakin takut

Update Kasus Corona di DKI Minggu (7/6): 7.926 Positif, 3.140 Orang Sembuh
Indonesia
Update Kasus Corona di DKI Minggu (7/6): 7.926 Positif, 3.140 Orang Sembuh

165.922 orang telah menjalani rapid test di ibu kota

Prada MI Jadi Tersangka Kasus Penyerangan Polsek Ciracas
Indonesia
Prada MI Jadi Tersangka Kasus Penyerangan Polsek Ciracas

Prada MI dikenakan Pasal 14 ayat 1 jucnto ayat 2 UU no 1 tahun 1948

Rizieq Shihab Belum Pasti Penuhi Panggilan Polisi
Indonesia
Rizieq Shihab Belum Pasti Penuhi Panggilan Polisi

“Keputusannya malam nanti apakah datang atau tidak,” kata Aziz

Gelar Pesta Pernikahan Mewah di Tengah Pandemi COVID-19, Kapolsek Kembangan Dicopot
Indonesia
Gelar Pesta Pernikahan Mewah di Tengah Pandemi COVID-19, Kapolsek Kembangan Dicopot

Pria yang menikahi selebgram Rica Andriani ini tengah diperiksa Propam Polda Metro Jaya karena melanggar Makalumat Kapolri Mak/2/III/2020 yang dikeluarkan pada 19 Maret.

Pelibatan TNI untuk Disiplinkan Warga Saat New Normal Dinilai Lebay
Indonesia
Pelibatan TNI untuk Disiplinkan Warga Saat New Normal Dinilai Lebay

TNI bisa diturunkan jika sudah terjadi kerusuhan

[HOAKS atau FAKTA] Minum Lemon dan Teh bisa Cegah Kematian Akibat Corona
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] Minum Lemon dan Teh bisa Cegah Kematian Akibat Corona

“Belum ada bukti yang membenarkan hal tersebut,” kata Faqih.

Selama 2020, Polusi Udara Kota Bekasi Lampaui Jakarta
Indonesia
Selama 2020, Polusi Udara Kota Bekasi Lampaui Jakarta

Sementara Kota Depok memiliki konsentrasi lebih tinggi dari kota lainnya pada Agustus 2020

Penjelasan Pemerintah soal Gaji Pekerja Dipotong 3 Persen di Program Tapera
Indonesia
Penjelasan Pemerintah soal Gaji Pekerja Dipotong 3 Persen di Program Tapera

Melalui payung hukum ini, gaji dari seluruh pekerja, baik PNS, BUMN maupun swasta akan dipotong.