Praperadilan Setnov Jilid II, KPK Bakal Hadirkan Tiga Orang Saksi Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan kembali menggelar sidang praperadilan yang diajukan Setya Novanto atas statusnya sebagai tersangka kasus korupsi e-KTP oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pa

MerahPutih.com - Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan kembali menggelar sidang praperadilan yang diajukan Setya Novanto atas statusnya sebagai tersangka kasus korupsi e-KTP oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Selasa (12/12).

Agenda sidang kali ini adalah mendengarkan keterangan ahli dari pihak termohon atau KPK. Pihak lembaga antirasuah akan menghadirkan tiga ahli dalam sidang yang dipimpin hakim tunggal Kusno ini.

"Kemungkinan ada tiga. Ahli hukum pidana, kemudian ahli hukum acara pidana, dan juga ahli hukum tata negara. Untuk namanya besok saja yang jelas dari luar kota semua," ujar Kepala Biro Hukum KPK Setiadi, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan

Namun, untuk menghadirkan saksi fakta, Setiadi mengaku pihaknya masih mempertimbangkan hal tersebut lantaran harus melaporkan kepada pimpinan KPK mengenai proses perkembangan praperadilan Ketua DPR itu sampai saat ini.

"Untuk saksi fakta akan kami pertimbangkan dulu karena kami harus melaporkan perkembangan kepada pimpinan," jelas Setiadi.

Adapun, agenda sidang praperadilan pada Senin (11/12) kemarin adalah mendengarkan keterangan ahli dari pihak Setnov. Pihak Setnov menghadirkan tiga orang saksi, yakni ahli hukum pidana dari Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta Mudzakir, ahli pidana Universitas Airlangga Surabaya Nur Basuki Minarno, dan ahli hukum tata negara Margarito Kamis.

Diketahui, sidang ini merupakan jilid II dari pertarungan antara Setnov dengan KPK dalam praperadilan. Pasalnya, status tersangka Setnov gugur setelah hakim tunggal Cepi Iskandar memenangkan gugatannya pada praperadilan Jilid I pada 29 September 2017 lalu.

Namun, dalam proses sidang praperadilan jilid II ini, lembaga antirasuah lebih dulu melimpahkan berkas perkara Setnov ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta. Adapun sidang perdana perkara korupsi yang ditaksir merugikan negara sebesar Rp2.3 triliun itu akan digelar pada Rabu (13/12) esok. (Pon)



Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH