Prancis Tekan Isreal Buka Pembatasan Akses Bantuan, Pengiriman Udara Tidak Cukup

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Sabtu, 02 Agustus 2025
Prancis Tekan Isreal Buka Pembatasan Akses Bantuan, Pengiriman Udara Tidak Cukup

Ilustrasi - Warga Gaza saat antre air bersih di kamp pengungsian. ANTARA/Anadolu/py.

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan peningkatan tajam kematian akibat malnutrisi di Gaza, termasuk 21 kematian balita sejak awal tahun 2025.

Malnutrisi akut memengaruhi lebih dari 10 persen populasi, dan lebih dari 20 persen ibu hamil dan menyusui yang dites menderita malnutrisi yang seringkali telah mencapai kondisi parah.

Saat ini krisis kelaparan semakin parah akibat penghentian pengiriman bantuan dan pembatasan akses.

Militer Prancis telah melakukan pengiriman bantuan kemanusiaan melalui udara ke Jalur Gaza tetapi hal itu dinilai tidak cukup untuk mengatasi kelaparan di sana

Baca juga:

Prancis Siap Akui Palestina: Begini Reaksi Israel dan AS

Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan, menghadapi krisis kemanusiaan yang mendesak, prancis pengiriman bantuan makanan melalui udara di atas Gaza.

"Saya berterima kasih kepada mitra Yordania, Uni Emirat Arab, dan Jerman atas dukungan mereka, serta kepada angkatan bersenjata kami atas dedikasi mereka," ujar Macron di X.

Pemimpin Prancis tersebut menekankan, pengiriman bantuan melalui udara "tidak cukup" dan bahwa Israel "harus memberikan akses kemanusiaan penuh untuk mengatasi risiko kelaparan."

Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot mengatakan bahwa Prancis akan mulai mengirimkan bantuan kemanusiaan melalui udara kepada penduduk Jalur Gaza mulai Jumat.

Sebanyak 40 ton pasokan bantuan darurat akan dikirimkan melalui empat penerbangan, tambah Barrot.

Selain Prancis, pesawat-pesawat militer Jerman juga mengirimkan bantuan kemanusiaan pertama melalui udara bagi penduduk wilayah kantong Palestina tersebut, ungkap Kementerian Luar Negeri dan Pertahanan Jerman dalam sebuah pernyataan bersama.

Dua penerbangan pertama menjatuhkan 34 palet berisi hampir 14 ton makanan dan obat-obatan yang disumbangkan oleh Organisasi Amal Hashemite Yordania (JHCO).


Namun, karena hanya sebagian kecil bantuan yang diperlukan yang dapat dikirimkan melalui udara dan operasinya sulit serta membutuhkan banyak pengalaman dan pengetahuan dari para profesional militer.

Di sisi lain, Jerman kembali mendesak Israel untuk dapat segera memberikan bantuan kemanusiaan kepada penduduk Gaza.

#Perang #Gaza #Israel
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Iran Siapkan Serangan Taktis Anyar Jika AS dan Israel Kembali Gempur Taheran
Pendekatan taktis baru tersebut "dapat mengejutkan" dunia dan para pakar militer, sebagaimana Iran sebelumnya mengejutkan dunia dengan kemampuan rudalnya.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 23 Oktober 2026
Iran Siapkan Serangan Taktis Anyar Jika AS dan Israel Kembali Gempur Taheran
Indonesia
Iran Bakal Kembali Digempur Usai Pemilu Paruh Waktu AS
Trump berulang kali menolak rencana kembali melancarkan operasi tempur besar tahun ini.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 22 Oktober 2026
Iran Bakal Kembali Digempur Usai Pemilu Paruh Waktu AS
Dunia
Iran Rencana Kenalkan Senjata Baru, Beri Sinyal Putuskan Kabel Internet Bawah Laut di Selat Hormuz
Mohebbi mengklaim bahwa seluruh lalu lintas data internet dan komersial melewati kabel-kabel tersebut.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 20 Oktober 2026
Iran Rencana Kenalkan Senjata Baru, Beri Sinyal Putuskan Kabel Internet Bawah Laut di Selat Hormuz
Dunia
Kena Ancaman Bom, Penerbangan Israel ke Austria Terpaksa Mendarat Darurat
Insiden ini terjadi setelah bulan lalu seorang pilot mencoba membajak penerbangan Flydubai dalam perjalanan ke Tel Aviv .
Dwi Astarini - Selasa, 20 Oktober 2026
 Kena Ancaman Bom, Penerbangan Israel ke Austria Terpaksa Mendarat Darurat
Indonesia
Houthi Luncurkan Balistik ke Istana Kepresidenan Al-Maashiq di Aden, PM Diklaim Aman
Sejumlah video yang beredar di media sosial menunjukkan asap membumbung dari Istana Kepresidenan Al-Maashiq.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 16 Oktober 2026
Houthi Luncurkan Balistik ke Istana Kepresidenan Al-Maashiq di Aden, PM Diklaim Aman
Dunia
Pilot Seorang Warga Indonesia, Ethiopian Airlines Disuruh Putar Balik Oleh Israel
Otoritas Israel telah meminta maskapai penerbangan asing tidak menugaskan pilot dari negara yang tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel untuk terbang ke negara tersebut.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 13 Oktober 2026
Pilot Seorang Warga Indonesia, Ethiopian Airlines Disuruh Putar Balik Oleh Israel
Dunia
Pilot Indonesia Masuk Daftar Pembatasan Israel, Ini Kronologi Insiden Ethiopian Airlines
Pesawat Ethiopian Airlines menuju Tel Aviv dilaporkan putar balik setelah Israel mengetahui pilotnya warga Indonesia. Simak kronologi dan penyebabnya.
ImanK - Selasa, 13 Oktober 2026
Pilot Indonesia Masuk Daftar Pembatasan Israel, Ini Kronologi Insiden Ethiopian Airlines
ShowBiz
Tuai Apresiasi di Venice Film Festival, Film Dokumenter 'NAZA' Tayang di Bioskop Indonesia 16 Oktober 2026
Film dokumenter 'NAZA' tentang tragedi kemanusiaan di Gaza dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 16 Oktober 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 12 Oktober 2026
Tuai Apresiasi di Venice Film Festival, Film Dokumenter 'NAZA' Tayang di Bioskop Indonesia 16 Oktober 2026
Indonesia
Presiden Prabowo dan Presiden Mesir el-Sisi Kecam Pembangunan Permukiman Ilegal Oleh Israel
Kedua pemimpin juga dalam kesempatan itu sepakat untuk terus melanjutkan kontribusi dalam mendorong perdamaian dan memberikan bantuan kemanusiaan untuk Palestina.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 11 Oktober 2026
Presiden Prabowo dan Presiden Mesir el-Sisi Kecam Pembangunan Permukiman Ilegal Oleh Israel
Dunia
Australia Selidiki Hubungan Kopilot Flydubai dengan Negaranya, Waspadai Radikalisasi Terjadi di 'Negeri Kanguru'
Pejabat antiterorisme akan memeriksa apakah pria tersebut mengalami radikalisasi saat berada di Australia.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Australia Selidiki Hubungan Kopilot Flydubai dengan Negaranya, Waspadai Radikalisasi Terjadi di 'Negeri Kanguru'
Bagikan