Pramono Tegaskan Modifikasi Cuaca Pakai Material Tidak Berbahaya

Frengky AruanFrengky Aruan - Kamis, 29 Januari 2026
Pramono Tegaskan Modifikasi Cuaca Pakai Material Tidak Berbahaya

BNPB gelar modifikasi cuaca di Jabodetabek. Foto: Dok. BNPB

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Gubernur Jakarta Pramono Anung buka suara terkait kritikan masyarakat bahwa Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) akan berbahaya ketika dilakukan terus-menerus.

Pramono menegaskan, OMC selama ini menggunakan bahan yang tidak berbahaya yang dilakukan secara ilmiah. Sehingga tidak akan memberikan dampak negatif terhadap lingkungan.

"Enggak, itu sudah ilmiah lah, dan OMC ini kan sudah ilmiah dan yang dipilih juga material yang tidak berbahaya," kata Pramono di Jakarta, Kamis (29/1).

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menilai bahwa OMC yang dilakukan di Indonesia merupakan upaya mitigasi bencana yang terukur dan berbasis sains.

Langkah itu diambil sebagai respons paralel terhadap penurunan daya dukung lingkungan dan meningkatnya ancaman perubahan iklim.

BMKG juga menyoroti informasi yang beredar di media sosial soal OMC memiliki risiko dan seperti bom waktu. Dalam narasi yang beredar, OMC memiliki risiko bencana lain seperti membuat kondisi cuaca tidak stabil serta membentuk cold pool (kolam dingin), memindahkan atau menumpuk air di wilayah tertentu sehingga membuat banjir besar, dan memberikan rasa aman yang palsu.

Baca juga:

BPBD DKI Kerahkan Tiga Sorti OMC untuk Redam Potensi Hujan Lebat

"Dalam konteks tersebut, BMKG menegaskan bahwa cold poll atau kolam dingin merupakan fenomena meteorologi yang sepenuhnya alami. Fenomena ini terjadi saat air hujan menguap di bawah awan badai, mendinginkan udara, dan menciptakan massa udara padat yang jatuh ke permukaan," tulis BMKG.

BMKG menyatakan, setiap kali terjadi hujan secara alami tanpa campur tangan manusia, cold pool pasti terbentuk secara alami. Alhasil, mengaitkan fenomena itu sebagai efek samping yang berbahaya dari OMC adalah kekeliruan sains.

"Musababnya, OMC dengan teknik penyemaian awan (cold seeding) tidak menumbuhkan awan baru dan hanya bekerja pada awan yang sudah ada di alam," lanjut BMKG.

BMKG menegaskan, implementasi OMC bertujuan murni untuk mitigasi bencana dan perlindungan masyarakat dengan menambah atau mengurangi curah hujan. OMC dinilai bukan pemicu cuaca tidak stabil.

Menurut BMKG, OMC berhasil mempercepat turunnya hujan secara logis akan membentuk cold pool yang identik secara fisik maupun kimiawi dengan cold pool dari hujan alami. Dari skala energi pun, tidak bisa dibenarkan. Ditinjau dari skala energi, teknologi manusia saat ini belum mampu menciptakan massa udara dingin dalam skala besar.

"Melalui modifikasi cuaca, manusia hanya memicu proses alami pada awan yang sudah jenuh (seperti yang dilakukan melalui modifikasi cuaca di Indonesia), alih-alih membangun sistem pendingin atmosfer raksasa," tulis BMKG. (Asp)

#Operasi Modifikasi Cuaca #Gubernur DKI Jakarta #Pramono Anung #BMKG
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
BMKG Prediksi Sejumlah Wilayah Masih Kering hingga 24 Oktober, Waspadai Karhutla
BMKG memperkirakan kondisi relatif kering masih berlanjut di sejumlah wilayah Indonesia pada 17–24 Oktober 2026. Masyarakat juga diminta membatasi aktivitas di luar ruangan apabila kualitas udara memburuk akibat asap karhutla.
Frengky Aruan - Senin, 19 Oktober 2026
BMKG Prediksi Sejumlah Wilayah Masih Kering hingga 24 Oktober, Waspadai Karhutla
Indonesia
BMKG Catat 478 Titik Panas, Sumatera Selatan Tertinggi
Sumatera Selatan menjadi wilayah dengan jumlah titik panas terbanyak, yakni 189 titik.
Frengky Aruan - Senin, 19 Oktober 2026
BMKG Catat 478 Titik Panas, Sumatera Selatan Tertinggi
Indonesia
Prakiraan Cuaca BMKG Senin, 19 Oktober: Hujan Petir Perlu Diwaspadai, Gelombang Tinggi Capai 4 Meter
Prakiraan cuaca BMKG Senin, 19 Oktober 2026: hujan petir, gelombang tinggi hingga 4 meter, dan potensi banjir rob di sejumlah wilayah Indonesia.
Frengky Aruan - Senin, 19 Oktober 2026
Prakiraan Cuaca BMKG Senin, 19 Oktober: Hujan Petir Perlu Diwaspadai, Gelombang Tinggi Capai 4 Meter
Indonesia
Asap Karhutla Mulai Menjauh dari Jabodetabek, BMKG Ungkap Fakta Kualitas Udara Jakarta
Asap karhutla mulai menjauh dari Jabodetabek, tetapi kualitas udara Jakarta masih tidak sehat di sejumlah titik. BMKG mengingatkan potensi cuaca kering dan kebakaran hutan.
Frengky Aruan - Minggu, 18 Oktober 2026
Asap Karhutla Mulai Menjauh dari Jabodetabek, BMKG Ungkap Fakta Kualitas Udara Jakarta
Indonesia
Prakiraan Cuaca BMKG Minggu, 18 Oktober 2026: Hujan Petir Mengintai, Penerbangan Diminta Waspada
Prakiraan cuaca BMKG Minggu, 18 Oktober 2026, menunjukkan potensi hujan ringan, petir, dan kabut di sejumlah wilayah Indonesia. Waspadai awan Cumulonimbus yang dapat mengganggu penerbangan.
Frengky Aruan - Minggu, 18 Oktober 2026
Prakiraan Cuaca BMKG Minggu, 18 Oktober 2026: Hujan Petir Mengintai, Penerbangan Diminta Waspada
Indonesia
Update BMKG: Asap Karhutla Mulai Menjauhi Jabodetabek, Kualitas Udara Masih Perlu Diwaspadai
Sebaran asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai menjauhi wilayah Jawa bagian barat, termasuk Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.
Yusuf Abdillah - Sabtu, 17 Oktober 2026
Update BMKG: Asap Karhutla Mulai Menjauhi Jabodetabek, Kualitas Udara Masih Perlu Diwaspadai
Indonesia
Gubernur Pramono Ungkap Kualitas Udara Jakarta Buruk dalam 3 Hari
Dinkes DKI Jakarta telah diinstruksi untuk membantu penanganan warga yang mengeluhkan gangguan pernapasan akibat udara Jakarta yang tak baik.
Dwi Astarini - Jumat, 16 Oktober 2026
Gubernur Pramono Ungkap Kualitas Udara Jakarta Buruk dalam 3 Hari
Indonesia
Banjir Rob Jakarta Utara 12-16 Oktober 2026: Peringatan Dini BMKG dan Wilayah Terdampak
Cari info prediksi banjir rob Jakarta Utara terbaru? Cek peringatan dini BMKG untuk periode 12-16 Oktober 2026, daftar wilayah terdampak, dan antisipasinya di sini.
Angga Yudha Pratama - Jumat, 16 Oktober 2026
Banjir Rob Jakarta Utara 12-16 Oktober 2026: Peringatan Dini BMKG dan Wilayah Terdampak
Indonesia
Cek Prakiraan Cuaca BMKG 16 Hingga 19 Oktober 2026, 3 Provinsi Siaga Bencana
Cek update prakiraan cuaca BMKG 16-19 Oktober 2026. Mayoritas Indonesia cerah terik, tapi waspada peringatan dini hujan lebat dan angin kencang di sejumlah daerah!
Angga Yudha Pratama - Jumat, 16 Oktober 2026
Cek Prakiraan Cuaca BMKG 16 Hingga 19 Oktober 2026, 3 Provinsi Siaga Bencana
Indonesia
Angka Kemiskinan Jakarta di Bawah 4 Persen, Tapi Ketimpangan Masih Jadi Masalah
Pemprov DKI masih berupaya menekan angka gini ratio di Jakarta yang sebesar 0,435. Angka ketimpangan ini masih menjadi 'pekerjaan rumah' bagi Jakarta untuk diselesaikan.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 15 Oktober 2026
Angka Kemiskinan Jakarta di Bawah 4 Persen, Tapi Ketimpangan Masih Jadi Masalah
Bagikan