Pramono Hilangkan Operasi Yustisi Setelah Lebaran

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Sabtu, 07 Maret 2026
Pramono Hilangkan Operasi Yustisi Setelah Lebaran

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo saat dijumpai di Halte Transjakarta Matraman, Jakarta Timur, Rabu (30/4/2025). ANTARA/Lifia Mawaddah Putri.

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Beberapa tahun lalu, operasi Yustisi selalu menghantui warga yang ingin ke Jakarta, operasi yustisi ini dengan alasan pengangguran di Jakarta tidak bertambah.

Namun, kini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sudah jarang melakukan operasi yutisi pada pendatang.

Gubernur Pramono Anung, tidak berencana membatasi kedatangan pendatang melalui operasi yustisi atau penyaringan khusus pasca Lebaran Idul Fitri 2026/1447.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengatakan, sejak lama Jakarta dikenal sebagai kota yang terbuka bagi siapa pun yang ingin mencari penghidupan.

Baca juga:

Pramono Anung Pastikan Stok BBM Jakarta Aman hingga Lebaran 2026, Tak Perlu Panic Buying

"Jakarta tetap akan terbuka bagi siapa pun. Sehingga, saya tidak akan memerintahkan untuk mengadakan operasi yustisi ataupun screening untuk itu," kata Pramono di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Sabtu (7/3).

Ia menyebut, peluang kerja di Jakarta masih tersedia bagi masyarakat yang ingin bekerja. Namun, ia mengingatkan masyarakat agar memahami kondisi ekonomi yang saat ini dipengaruhi berbagai dinamika global.

Politikus PDI Perjuangan itu juga menjelaskan, situasi geopolitik dunia yang dipenuhi konflik berpotensi memengaruhi kondisi ekonomi, termasuk ketersediaan lapangan kerja di berbagai negara. Situasi tersebut juga dapat berdampak pada perekonomian Indonesia.

Ia mencontohkan konflik internasional seperti perang antara Rusia dan Ukraina serta ketegangan di kawasan Timur Tengah yang melibatkan Israel, Amerika Serikat, dan Iran. Konflik tersebut dinilai turut memengaruhi stabilitas ekonomi global.

Menurutnya, kondisi dunia yang penuh ketidakpastian membuat semua pihak harus lebih berhati-hati dalam melihat peluang ekonomi dan ketenagakerjaan. Kehati-hatian tersebut penting agar masyarakat tidak memiliki ekspektasi yang berlebihan.

"Dalam kondisi dunia seperti ini, ketika terjadi perang di mana-mana, menurut saya kita harus penuh kehati-hatian," ujarnya.

Pramono memastikan pemerintah daerah tetap berupaya menjaga stabilitas ekonomi di Jakarta. Salah satu langkah yang dilakukan adalah memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap tersedia menjelang Ramadan dan Idul Fitri. (Asp)

#Operasi Yustisi #Pramono Anung #Jakarta
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Influenza A Merebak, Dinkes Jakarta Minta Masyarakat Tidak Perlu Panik
Selain penguatan surveilans, Pemda juga memastikan kesiapan jejaring fasilitas pelayanan kesehatan,
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 16 Oktober 2026
Influenza A Merebak, Dinkes Jakarta Minta Masyarakat Tidak Perlu Panik
Olahraga
Lawan Arema, STY Kecewa Lagi-Lagi Laga Kandang Persija Terusir dari Jakarta Imbas Konser
Persija Jakarta terpaksa menjamu Arema FC di Stadion Patriot Bekasi imbas SUGBK dan JIS dipakai konser. Shin Tae-yong ungkap kekecewaannya!
Wisnu Cipto - Jumat, 16 Oktober 2026
Lawan Arema, STY Kecewa Lagi-Lagi Laga Kandang Persija Terusir dari Jakarta Imbas Konser
Indonesia
Gubernur Pramono Ungkap Kualitas Udara Jakarta Buruk dalam 3 Hari
Dinkes DKI Jakarta telah diinstruksi untuk membantu penanganan warga yang mengeluhkan gangguan pernapasan akibat udara Jakarta yang tak baik.
Dwi Astarini - Jumat, 16 Oktober 2026
Gubernur Pramono Ungkap Kualitas Udara Jakarta Buruk dalam 3 Hari
Indonesia
Angka Kemiskinan Jakarta di Bawah 4 Persen, Tapi Ketimpangan Masih Jadi Masalah
Pemprov DKI masih berupaya menekan angka gini ratio di Jakarta yang sebesar 0,435. Angka ketimpangan ini masih menjadi 'pekerjaan rumah' bagi Jakarta untuk diselesaikan.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 15 Oktober 2026
Angka Kemiskinan Jakarta di Bawah 4 Persen, Tapi Ketimpangan Masih Jadi Masalah
Indonesia
Penerima Beasiswa LPDP Jakarta Bisa Kuliah di Kampus Top Dunia
Pramono memiliki keinginan agar para peserta LPDP ala Jakarta tak hanya belajar mata kuliah yang umum tetapi juga belajar keterampilan yang dibutuhkan saat ini.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 15 Oktober 2026
Penerima Beasiswa LPDP Jakarta Bisa Kuliah di Kampus Top Dunia
Indonesia
Potensi Kebocoran Parkir di Jakarta Capai Rp 1,4 Triliun Per Tahun
Seluruh transaksi parkir on-street wajib menggunakan kanal pembayaran resmi yang terintegrasi dan terverifikasi, bukan rekening pribadi juru parkir.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 15 Oktober 2026
Potensi Kebocoran Parkir di Jakarta Capai Rp 1,4 Triliun Per Tahun
Indonesia
Gubernur Pramono Ajak Warga Manfaatkan Bursa Kerja Expo 2026, Ada Ribuan Lowongan Kerja
Para pencari kerja bisa memanfaatkan bursa kerja itu mendapatkan pekerjaan, meningkatkan keterampilan, hingga mengembangkan karier.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
Gubernur Pramono Ajak Warga Manfaatkan Bursa Kerja Expo 2026, Ada Ribuan Lowongan Kerja
Berita Foto
Momen KPK Tahan Lima Tersangka Kasus Dugaan Korupsi di Lingkungan BNPB
Tersangka dan pihak swasta, Bima Setiawan (206) di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (14/10/2026)
Didik Setiawan - Kamis, 15 Oktober 2026
Momen KPK Tahan Lima Tersangka Kasus Dugaan Korupsi di Lingkungan BNPB
Berita Foto
Momen Sestama BNPB Rustian usai Menjalani Pemeriksaan KPK
Sekretaris Utama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Rustian di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (14/10/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 15 Oktober 2026
Momen Sestama BNPB Rustian usai Menjalani Pemeriksaan KPK
Indonesia
Kekurangan Gaji 10 Bulan PJLP DKI Jakarta Janji Dibayarkan Akhir Oktober
Persoalan tersebut bermula ketika pembahasan APBD 2026 dilakukan pada 2025. Saat itu, besaran UMP Jakarta 2026 belum ditetapkan
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 14 Oktober 2026
Kekurangan Gaji 10 Bulan PJLP DKI Jakarta Janji Dibayarkan Akhir Oktober
Bagikan