Pramono Bingung Warga Ngadu Lewat Instagram usai Dicuekin JAKI, PSI: Petugas Harus Dievaluasi

Soffi AmiraSoffi Amira - Rabu, 08 Oktober 2025
Pramono Bingung Warga Ngadu Lewat Instagram usai Dicuekin JAKI, PSI: Petugas Harus Dievaluasi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. (foto: MerahPutih.com/Asropih)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, merasa heran ada warga yang menyampaikan laporan secara langsung ke akun Instagram dirinya melalui direct message (DM), lantaran aduannya di aplikasi JAKI tidak ditindaklanjuti.

Menanggapi hal itu, Ketua Fraksi PSI, William Aditya Sarana, meminta agar Pemprov DKI Jakarta memastikan petugas-petugasnya di tingkat kelurahan dan suku-suku dinas (Sudin) terkait untuk menindaklanjuti aduan warga dari aplikasi JAKI dengan cepat.

"Sangat disayangkan kalau aduan-aduan dari para warga sampai ke Mas Pram. Artinya, ada petugas-petugas yang tidak gesit dalam menindaklanjuti keluhan-keluhan dari masyarakat, sehingga orang-orang menjadi resah dan menyampaikannya kepada Mas Pram secara langsung," katanya.

Menurut William, seharusnya hal ini tidak terjadi dan masalah-masalah yang disampaikan lewat JAKI bisa selesai di tingkat kelurahan bersama sudin-sudin terkait.

Baca juga:

Lebih Pilih Ngadu dengan DM Akun Medsos Gubernur Ketimbang JAKI, Menunjukkan Warga Jakarta Inginkan Respons Cepat dan Jelas

"Sebaiknya, masalah ini tidak hanya berhenti menjadi atensi Mas Pram saja, tetapi Pemprov DKI juga mengambil langkah-langkah nyata dalam menertibkan petugas-petugas yang berwenang agar aduan-aduan warga itu ditangani dengan baik," lanjutnya.

Apabila ada aduan warga yang tidak ditindaklanjuti secara cepat, William mendorong agar Pemprov DKI Jakarta mengevaluasi petugas-petugas terkait.

"Jika ditemukan ada petugas-petugas yang lalai dalam menjalankan pekerjaannya, maka Pemprov DKI harus melakukan evaluasi untuk memperbaiki kinerjanya di kemudian hari. Ke depannya, aduan-aduan warga harus segera ditindaklanjuti," ujarnya.

William mengingatkan, bahwa masalah-masalah di Jakarta masih banyak. Ia memberikan contoh, lampu penyeberangan di depan gedung DPRD DKI yang pernah mati, sehingga membahayakan keselamatan para pejalan kaki saat hendak melintasi jalanan dari satu sisi ke sisi lainnya.

Baca juga:

Pramono Anung Minta Restu Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk Akses Rp 200 Triliun

"Kita perlu ingat bahwa masalah di Jakarta ini masih banyak. Semuanya perlu diatasi, mulai dari jalanan berlubang, lampu penerangan yang mati, trotoar rusak, kabel menjuntai, dan lain-lainnya. Beberapa permasalahan juga bisa membahayakan keselamatan warga," urainya.

Anggota Komisi A DPRD DKI ini tegaskan, laporan-laporan yang masuk ke JAKI harus segera ditindaklanjuti. Bahkan, ia juga menyoroti, di depan gedung DPRD DKI terkadang lampu merah penyeberangan jalanannya mati.

"Sehingga, orang-orang yang ingin menyeberang terpaksa harus berjalan tanpa ada penanda bagi kendaraan-kendaraan bermotor untuk berhenti. Hal-hal seperti itu perlu ditindaklanjuti dengan segera apabila terjadi," tutupnya. (Asp)

#PSI #Pramono Anung #Pemprov DKI Jakarta #Aplikasi Jaki
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Polemik Konser Andrea Bocelli: Pramono Anung Ikut Pusat, Promotor Siapkan Donasi Besar untuk Palestina
Penasaran dengan nasib konser Andrea Bocelli di Jakarta yang sempat memicu penolakan? Gubernur Pramono Anung akhirnya buka suara soal polemik perizinan. Cek faktanya di sini!
Angga Yudha Pratama - Senin, 02 November 2026
Polemik Konser Andrea Bocelli: Pramono Anung Ikut Pusat, Promotor Siapkan Donasi Besar untuk Palestina
Indonesia
Pramono Buka Suara soal Penolakan Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Begini Responsnya
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, buka suara soal konser Andrea Bocelli yang menuai penolakan.
Soffi Amira - Senin, 02 November 2026
Pramono Buka Suara soal Penolakan Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Begini Responsnya
Indonesia
Penurunan Muka Tanah Jakarta Melambat, PAM Jaya Ungkap Peran Air Perpipaan
PAM Jaya berkontribusi terhadap melambatnya permukaan tanah di Jakarta. Air perpipaan disebut berperan penting.
Soffi Amira - Senin, 02 November 2026
Penurunan Muka Tanah Jakarta Melambat, PAM Jaya Ungkap Peran Air Perpipaan
Indonesia
Kabar Baik! Rapelan Gaji PJLP Jakarta Cair Awal November 2026
Gubernur Pramono Anung menargetkan rapelan selisih gaji PJLP DKI Jakarta mulai dibayarkan awal November 2026.
Yusuf Abdillah - Minggu, 01 November 2026
Kabar Baik! Rapelan Gaji PJLP Jakarta Cair Awal November 2026
Indonesia
Pasar Baru Bakal Jadi Wisata Kuliner 24 Jam ala Myeongdong Korea Selatan
Pemprov DKI menyiapkan Pasar Baru sebagai pusat wisata kuliner 24 jam ala Myeongdong setelah MRT Fase 2A rampung. Glodok dan Kota Tua juga dikembangkan.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 31 Oktober 2026
Pasar Baru Bakal Jadi Wisata Kuliner 24 Jam ala Myeongdong Korea Selatan
Indonesia
Antisipasi Banjir, Gubernur Pramono Kebut Normalisasi Kali Mampang Segmen Poncol
Kawasan Mampang dan sekitarnya menjadi salah satu wilayah rawan banjir karena kondisi geografisnya yang berupa cekungan.
Dwi Astarini - Kamis, 29 Oktober 2026
Antisipasi Banjir, Gubernur Pramono Kebut Normalisasi Kali Mampang Segmen Poncol
Indonesia
Lahan Makam Jakarta Terbatas, Pramono Relokasi Warga TPU ke Rusun untuk Tambah Ruang
Pemprov DKI Jakarta menata TPU Menteng Atas dengan merelokasi warga, membuka opsi makam tumpang, dan memfinalisasi lokasi pemakaman baru.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 29 Oktober 2026
Lahan Makam Jakarta Terbatas, Pramono Relokasi Warga TPU ke Rusun untuk Tambah Ruang
Indonesia
Pramono Anung Pastikan Tak Ada Kerusakan Fasilitas Publik Usai Demo Jakarta
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut demo 28 Oktober berlangsung tertib. Tak ada laporan kerusakan fasilitas publik dan pembersihan selesai pukul 02.00.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 29 Oktober 2026
Pramono Anung Pastikan Tak Ada Kerusakan Fasilitas Publik Usai Demo Jakarta
Indonesia
Kampung Kumuh di Jakarta Turun 52 Persen, dari 445 Jadi 211 Lokasi di 2026
Penurunan lebih dari 52 persen itu ditopang pemanfaatan infrastruktur sosial di tingkat masyarakat.
Dwi Astarini - Rabu, 28 Oktober 2026
Kampung Kumuh di Jakarta Turun 52 Persen, dari 445 Jadi 211 Lokasi di 2026
Indonesia
Tiket Masuk Ancol Diusulkan Gratis untuk Warga Jakarta, Begini Respons Pramono
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan tiket masuk Ancol tak bisa gratis. Hanya penerima KJP yang bisa menikmatinya.
Soffi Amira - Rabu, 28 Oktober 2026
Tiket Masuk Ancol Diusulkan Gratis untuk Warga Jakarta, Begini Respons Pramono
Bagikan