Praktik Aborsi di Raden Saleh Dibongkar, 17 Orang Dijadikan Tersangka Polda Metro Jaya rilis penangkapan tersangka praktek aborsi di Senen, Jakarta Pusat, Selasa (18/8). Foto: MP/Kanu

MerahPutih.com - Subdit III Resmob Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, membongkar praktek aborsi Klinik Dr. SWS, Sp.OG, Jl. Raden Saleh I Rt. 002/002 No. 10 A Kelurahan Kenari, Kecamatan Senen, Jakarta Pusa, pada Senin (3/8) kemarin.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus mengatakan, pihaknya mendapatkan informasi dari masyarakat adanya praktek aborsi di lokasi tersebut.

Baca Juga

Tangani Kelompok Intoleran, Kapolda Jateng Tegaskan Polisi Petarung Bukan Ayam Sayur

"Tim Gabungan Subdit Resmob datang menuju TKP dan pada saat dilakukan penggeledahan di TKP ditemukan fakta klinik tersebut melakukan praktek aborsi," ujar dia, Selasa (18/7).

Subdit III Resmob Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya membongkar praktek aborsi Klinik Dr. SWS, Sp. OG, Jl. Raden Saleh I Rt. 002/002 No. 10 A Kel. Kenari Kec. Senen, Jakarta Pusat pada Senin (3/8) kemarin.
Subdit III Resmob Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya membongkar praktek aborsi Klinik Dr. SWS, Sp. OG, Jl. Raden Saleh I Rt. 002/002 No. 10 A Kel. Kenari Kec. Senen, Jakarta Pusat pada Senin (3/8) kemarin.

Dalam kasus ini ada 17 tersangka yang memiliki peran berbeda yaitu dr. SS (57), berperan sebagai mengaborsi, dokter SWS (84), berperan sebagai penanggungjawab. Kemudian, dokter TWP (59), berperan memeriksa kandungan dengan USG dan EM pendamping dokter yang menangani Aborsi.

"AK (27) mendampingi Pemeriksaan USG kepada Pasien, SMK (32) Perawat yang mendapingi dokter melakukan tindakan aborsi, W, (44) sebagai OB yang bertugas memberikan asam sulfat terhadap janin aborsi agar mudah larut dibuang ke kloset dan membakar sisa sampah hasil aborsi," terang dia.

Selanjutnya, terdangka J (52) sebagai pengelola dan customer service dan negosiasi harga, M (42) sebagai receptionis, S (57) sebagai pemberi obat kepada pasien, WL (46) petugas kebersihan alat-alat medis, AR (44) karyawan penerima tamu dan juga merangkap orang yang disuruh atau dipercaya membeli obat di daerah Pramuka, Jakarta Timur atas perintah J.

"Adalah lagi tersangka MK (38) yang bertugas antar jemput pasien dan belanja perlengkapan medis dan obat. Kemudian, WS (49) selaku tukang parkir dan mencari pasien yang ingin melakukan tindakan aborsi dengan imbalan 40 persen dari biaya yang diperoleh dari pasien," tegas dia.

Sedangkan, tersangka CCS (22) pasien yang melakukan aborsi di lokasi kejadian tersebut. HR (22) lelaki pasangan dari CCS atau ayah janin yang digugurkan karena hamil di luar nikah.

"Dari CCS dan HR ada seseorang yang menbiayai proses abirsi yaitu LH (46) yang tak lain adalah tante dari CCS. Itu tersangkan dan perannya," ungkapnya.

Baca Juga

COVID-19 Bermutasi di Malaysia, Ahli Patogen Tiongkok Redam Ketakutan Massal

Para tersangka dikenakan Pasal 299 KUHP dan atau Pasal 346 KUHP dan atau Pasal 348 ayat (1) KUHP dan atau Pasal 349 KUHP dan atau Pasal 194 Jo Pasal 75 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan dan atau Pasal 77A jo Pasal 45A Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman 10 (sepuluh) tahun. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
ASN di Wakatobi Paling Banyak Langgar Netralitas Pilkada Serentak 2020
Indonesia
ASN di Wakatobi Paling Banyak Langgar Netralitas Pilkada Serentak 2020

Kategori pelanggaran paling banyak adalah kampanye di media sosial

Dukung Kemerdekaan Palestina di Sidang PBB, Jokowi: No One, No Country Should Be Left Behind
Indonesia
Dukung Kemerdekaan Palestina di Sidang PBB, Jokowi: No One, No Country Should Be Left Behind

Hingga kini, prinsip Dasa Sila Bandung masih sangat relevan

Gunung Merapi Alami 18 Gempa Hembusan Hingga Pagi Ini
Indonesia
Gunung Merapi Alami 18 Gempa Hembusan Hingga Pagi Ini

BPPTKG meminta pelaku wisata agar tidak melakukan kegiatan wisata di KRB III

Polisi Tangkap Pria Paruh Baya Penculik Remaja Putri di Cengkareng
Indonesia
Polisi Tangkap Pria Paruh Baya Penculik Remaja Putri di Cengkareng

Polres Metro Jakarta Barat dan Polsek Cengkareng berhasil menemukan remaja putri berinisial F (14) yang dibawa kabur pria paruh baya atas nama Wawan Gunawan (41), di Sukabumi, Jawa Barat.

Gandeng KAI dan KCI, Pemkot Bogor Matangkan Rencana Pembangunan Trem
Indonesia
Gandeng KAI dan KCI, Pemkot Bogor Matangkan Rencana Pembangunan Trem

"Pertemuan dengan PT KAI, membicarakan persiapan penandatangan nota kesepahaman antara Pemerintah Kota Bogor dengan PT KAI, terkait rencana pengoperasian trem," ujarnya

Penyaluran BST di Solo Baru Terserap 90 Persen, 1.300 Penerima Dicoret
Indonesia
Penyaluran BST di Solo Baru Terserap 90 Persen, 1.300 Penerima Dicoret

BST tahap kedua ini ada penambahan 13.700 KPM dari jumlah semula 44.000 pada tahap pertama.

Panglima TNI Minta Anak Buahnya Tidak Berpolitik Praktis di Pilkada 2020
Indonesia
Panglima TNI Minta Anak Buahnya Tidak Berpolitik Praktis di Pilkada 2020

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto bersama Kapolri Jenderal Idham Azis memimpin Rapat Pimpinan (Rapim) TNI-Polri tahun 2020.

FOTO: Demo Tolak Omnibus Law Rusuh di Jakarta
Foto
FOTO: Demo Tolak Omnibus Law Rusuh di Jakarta

Ribuan massa aksi yang menolak pengesahan Undang-undang Cipta Kerja rusuh saat menyampaikan aspirasinya di jalan M.H Thamrin, Jakarta

Kasus Positif Corona Melonjak, Pemda DIY Diminta Aktifkan Shelter Khusus OTG
Indonesia
Kasus Positif Corona Melonjak, Pemda DIY Diminta Aktifkan Shelter Khusus OTG

"Jangan sampai pasien dengan gejala sakit sedang apalagi berat tidak bisa mendapatkan perawatan di rumah sakit secara memadai sehingga rawan menjadi lebih parah," kata dia.

Transjakarta Lakukan Pola Operasi dan Sterilisasi di Malam Pergantian Tahun
Indonesia
Transjakarta Lakukan Pola Operasi dan Sterilisasi di Malam Pergantian Tahun

Pengalihan rute untuk Koridor 1 (Blok M-Kota) 31 Desember 2019 malam akan situasional