Prabowo Wajib Bayar Kepercayaan, Eggi: Setahun Tak Ada 'Action' Berarti 'Omdo' Menhan Prabowo Subianto di Jakarta, Kamis, (24/10) (Foto: antaranews)

Merahputih.com - Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dinilai harus membayar kepercayaan yang diberikan Presiden Joko Widodo terhadapnya. Prabowo mesti membuat gebrakan dan prestasi dalam 100 hari jabatannya sebagai Menteri Pertahanan.

Mengingat, karir militer jenderal bintang tiga itu yang sangat cemerlang sehingga tak sulit baginya untuk menyelesaikan masalah di TNI.

Baca Juga:

Kaum Ultra Kanan 'Tiarap', Jokowi Pinjam Tangan Prabowo Sodok Musuhnya

"Kalau 100 hari tidak ada produktivitas dari sisi kebijakan dan sampai satu tahun tak ada action, maka sama saja dengan omong doang (omdo)," ujar Eggi kepada wartawan, Rabu (6/11).

Menurut Eggi, bisa saja Jokowi melakukan evaluasi jika Prabowo tak segera bertindak menyelesaikan permasalahan di TNI.

"Dulu mantan panglima, Gatot Nurmantyo pernah bilang tentara kita hanya kuat berperang tiga hari. Ini mesti diselesaikan Prabowo," ungkap politikus PAN ini.

Apabila Prabowo tidak menunjukan prestasi pada masa awal sebagai pembantu presiden, Eggi tidak yakin pada sisa masa jabatan Prabowo diisi oleh prestasi yang cemerlang.

"Kita berikan kesempatan kepada beliau. Sebab beliau punya kapasitas. Saya sangat menghormati beliau. Waktu saya dipenjara saya dikeluarkan oleh beliau. Jadi, tolonglah ya ada prestasi, yang saya tekankan adalah prestasi," lanjut pria yang pernah tersangkut kasus dugaan pemufakatan makar ini.

Presiden Jokowi (kanan) bersama Menhan Prabowo Subianto, yang juga Ketua Umum Gerindra. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/ama/RN)
Presiden Jokowi (kanan) bersama Menhan Prabowo Subianto, yang juga Ketua Umum Gerindra. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/ama/RN)

Keberadaan Prabowo di dalam Kabinet Indonesia Maju, lanjut Eggi, semestinya memberi manfaat yang positif kepada pemerintahan Jokowi-Ma'ruf.

Dari sisi kapabilitas, Ketua Umum Partai Gerindra itu memiliki latar belakang pendidikan dan pengalaman militer yang baik sehingga sangat cocok mengemban tugas sebagai Menteri Pertahanan.

"Jadi jauh lebih bermanfaat kalau beliau ada di dalam (kabinet)," ujar Eggi.

Apalagi, lanjut Eggi, Prabowo sudah mengungkapkan bahwa salah satu programnya adalah penguatan di bidang alat utama sistem pertahanan (alutsista). "Sebagai pendukung (Prabowo), kami masih optimistis beliau mampu merealisasikan itu," lanjut dia.

Menurut Eggi, Prabowo tak ingin Indonesia mengalami perang saudara sebagaimana terjadi di Yaman, Lebanon, Suriah dan Bosnia.

Eggi menyebut, kekhawatiran itu terucap langsung dari mulut Prabowo. "Anda tahu Yaman, Suriah, Lebanon, Bosnia dan lain-lainnya perang saudara, saling bunuh-membunuh," ucap dia.

"Sementara pendukung saya (Prabowo) 68 juta berdasarkan riil hasil pemilu. Bagaimana kalau dibenturkan dengan fakta yang ada? Bisa saling bunuh, bisa membahayakan bangsa kita," lanjut dia menirukan ucapan Prabowo.

Baca Juga:

Ditanya Eks Bendum TKN Jadi Wakilnya, Prabowo Tinggalkan Pers Naik Mobil Golf

Eggi yang saat ini bernaung di bawah PAN menambahkan, potensi kerusuhan itu bukanlah dibuat-buat. Salah satu bukti nyata adalah kerusuhan yang dapat dengan mudah terjadi di Papua dimana kericuhan antar warga bisa sering terjadi karena hasutan yang sepele.

Oleh sebab itu, Prabowo terpaksa mundur dari arena pertarungan politik dan memilih bersatu dengan rivalnya dalam Pilpres 2019. (Knu)



Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH