Prabowo Sindir Surat Suara Tercoblos di Luar Negeri Padahal Pemilu 2019 Belum Terlaksana Prabowo Subianto. Foto: BPN

MerahPutih.Com - Prabowo Subianto mengaku kaget mendengar berita surat suara sudah tercoblos di luar negeri, padahal Pemilu 2019 baru terlaksana pada Rabu 17 April nanti.

"Belum mulai saja sudah ada yang nyoblos, nyoblos di luar negeri," kata Prabowo saat menghadiri deklarasi dukungan yang diberikan ribuan advokat yang tergabung dalam Aliansi Advokat Indonesia Bersatu (AAIB), di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Kamis (11/4) malam.

Capres nomor urut 02 ini pun berharap agar seluruh penyelenggara pemilu dapat menjalankan tugas dengan sejujur dan seadil-adilnya.

"Tujuan demokrasi, tujuan pemilihan pemimpin harus berjalan dengan damai. Tapi perdamaian itu baru bisa terjamin jika ada kejujuran dan keadilan," kata Prabowo.

Prabowo Subianto
Prabowo Subianto. Foto: Facebook/Prabowo Subianto

Menurut Ketua Umum Partai Gerindra itu, sifat manusia tidak akan ada yang suka dicurangi, oleh karenanya sudah suatu keharusan jika pesta demokrasi juga diselenggarakan secara jujur dan adil.

"Kalau ibarat main sepakbola, setelah bermain kita rasakan wasit tidak netral, semua aturan dilanggar. Kira-kira mau gak kita ikut main? Manusia yang normal tidak mau. Saya yakin mayoritas Indonesia manusia yang normal, punya akal sehat, walaupun miskin tapi punya harga diri," ucap Prabowo.

Prabowo sebagaimana dilansir Antara menambahkan, kalau proses demokrasi mau dijalankan dengan baik sangat memerlukan banyak unsur-unsur, termasuk adanya pengertian bersama bahwa kekuasaan itu harus dengan izin rakyat. Kehendak rakyat harus dihormati dan cara menjalankan demokrasi adalah melalui pemilu.

"Manakala proses pemilihan ini tidak dilaksanakan dengan bersih dan jujur, ini adalah pelanggaran dan sebuah penghinaan terhadap kehendak rakyat. Proses demokrasi yang tidak dijalankan dengan benar akan mengundang bahaya," ucap mantan Danjen Kopassus ini.

Hashim Djojohadikusumo
Direktur Komunikasi dan Media BPN Hashim Djojohadikusumo (Foto: Antara/Imam Budikusumo)

Di tempat yang sama, Direktur Komunikasi dan Media BPN Prabowo-Sandi, Hashim Djojohadikusumo mengaku prihatin dengan ditemukan indikasi tercoblosnya surat suara di Selangor, Malaysia.

"Nah hari ini terjadi suatu peristiwa yang menyedihkan bahwa meskipun sudah diberikan peringatan berulang kali oleh penyelenggara negara, namun masih ada kecurangan dan kenakalan yang terjadi di ranah politik dalam pemilu kita. Ini sangat-sangat menyedihkan," kata Hashim.

Ia pun meminta kepada KPU, Bawaslu dan KPK untuk turun tangan dan mengusut asal usul tercoblosnya surat suara tersebut.

"Bawaslu saya dengar sudah merekomendasi kepada KPU agar pemilu di Malaysia ditunda sampai surat suara yang tercoblos sebelum waktunya bisa diungkapkan siapa pelakunya serta apa penyebabnya," tutur Hashim.(*)



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH