Prabowo: Saya Nyaman Dengan NU, Islam yang Hormati Semua Agama, Ras, Suku dan Budaya Prabowo Subianto bersama Ibu Sinta Nuriyah di Kediaman Mendiang Gus Dur, Ciganjur, Jakarta Selatan (MP/Ponco Sulaksono)

MerahPutih.Com - Bakal calon presiden, Prabowo Subianto mengaku merasa nyaman dengan Nahdlatul Ulama (NU). Menurutnya, NU merupakan organisasi Islam moderat yang menghormati semua agama, suku dan budaya yang ada di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Prabowo usai dirinya berkunjung ke kediaman istri mendiang Presiden ke-4 RI, Abdurahman Wahid atau Gus Dur, Sinta Nuriyah di kawasan Ciganjur, Jakarta Selatan, Kamis (13/9).

"Saya menyatakan bahwa saya merasa nyaman dengan NU, dengan Islam yang moderat, kuat, berdiri di atas tradisi Indonesia. Islam yang damai, Islam yang menghormati semua agama, ras, suku, dan budaya," kata Prabowo.

Prabowo disambut Putri Gus Dur
Prabowo Subianto disambut Yenny Wahid saat bertandang ke kediaman Gus Dur (MP/Ponco Sulaksono)

Mantan Danjen Kopassus itu mengaku, rasa nyaman dengan organisasi Islam terbesar di Indonesia itu, ia peroleh lantaran semasa kecil hubungan keluarganya dengan keluarga Gus Dur terbilang cukup dekat.

Dalam pertemuan yang berlangsung selama hampir dua jam itu, mereka bernostalgia tentang kedekatan kedua keluarga karena sejak kecil hidup berdekatan di Taman Matraman yang kini berubah nama menjadi Taman Amir Hamzah.

Prabowo berbincang dengan Ibu Sinta Nuriyah
Prabowo berbincang-bincang dengan keluarga mendiang Gus Dur (MP/Ponco Sulaksono)

"Kita banyak ngobrol, nostalgia karena rumah keluarganya Gus Dur itu persis di sebelah rumah kakek saya, satu pagar di Taman Amir Hamzah dulu Taman Matraman," ungkap Prabowo.

Saking dekatnya keluarga mereka, Ketua Umum Partai Gerindra ini mengungkapkan sewaktu sang nenek meninggal dunia, yang mensholatkan adalah Ibunda Gus Dur, Sholehah Wahid Hasyim.

Suasana pertemuan Prabowo dan keluarga Gus Dur
Suasana guyub pertemuan Prabowo dan istri dan anak mendiang Gus Dur di Ciganjur (MP/Ponco Sulaksono)

Selain itu, Prabowo juga mengungkapkan bahwa dirinya kerap berdiskusi dengan Gus Dur. Adapun tema diskusi dengan mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu yakni soal demokrasi, kondisi negara dan tentang Islam.

"Jadi saya juga dalam perjalanan hidup saya merasa sangat dekat dengan Gus Dur. Kami sering diskusi dan dialog. kadang-kadang beda pendapat. Itulah demokrasi. Enaknya sama Gus Dur beda pendapat tapi tetap akrab," pungkas Prabowo.(Pon)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Ribuan Warga Ponorogo Berebut Berkah dalam Prosesi Grebeg Suro

Kredit : ponco


Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH