Prabowo Promosikan Program Pohon Industri Biar Tidak Jadi Negara Pasar

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Senin, 04 Desember 2023
Prabowo Promosikan Program Pohon Industri Biar Tidak Jadi Negara Pasar
Calon presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto. (Foto: Antara)

MerahPutih.com - Calon presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto menggunakan akhir pekan ini (2-3/12), untuk kampanye ke Jawa Barat dan Banten bertemu para ulama.

Saat kampaye di Banten, Minggu (3/12), Prabowo menegaskan komitmennya ingin membawa Indonesia menjadi negara industri yang berkembang, bukan sekadar negara pasar.

Baca Juga:

Jika Kalah di Pilpres 2024, Prabowo Ungkap Tidak Lagi Maju Capres

"Sudah punya rencana, sudah punya kajian, sudah punya peta di depan yang beri nama pohon industri. Indonesia ingin jadi negara industri, tidak mau jadi negara pasar untuk barang-barang lain," kata Prabowo dalam orasi politiknya pada kegiatan doa bersama 2000 kiai se-Banten di Lebak, Banten.

Indonesia, kata ia, memegang kekayaan Sumber Daya Alam (SDA) yang melimpah, di antaranya batu bara, nikel, dan kelapa sawit. Menyadari potensi itu, Prabowo meyakini bahwa pemanfaatan SDA secara optimal dapat menjadi pilar utama dalam mendorong pertumbuhan industri nasional.

Ia menilai keberadaan batu bara sebagai sumber energi, nikel untuk industri logam, dan kelapa sawit sebagai komoditas yang dibutuhkan industri pangan dan energi, memberikan landasan yang kuat untuk mengembangkan sektor industri dengan mengoptimalkan pemanfaatan kekayaan alam tersebut.

"Batu bara, nikel, kelapa sawit, semua ada. Sebenarnya ini yang disebut pohon industri kalau diolah, harganya akan naik, akan jadi negara industri," ujarnya.

Prabowo berharap, Indonesia tidak hanya menjadi pemain utama dalam ekspor bahan mentah, tetapi juga mampu menciptakan produk bernilai tambah tinggi dalam menciptakan motor, mobil, pesawat terbang, kapal, dan perangkat elektronik.

Dia mengaku optimistis transformasi itu akan menjadi kunci untuk meningkatkan perekonomian dan daya saing negara serta menciptakan lapangan kerja, teknologi, dan memberikan nilai tambah bagi produk domestik.

Ketua Umum Partai Gerindra itu memberi contoh kasus nikel menjadi cermin kebijakan strategis bagi Indonesia. Sebelumnya, pada tahun 2017, nikel diekspor sebagai bahan mentah, menyumbang penghasilan sekitar USD 3,3 miliar atau sekitar Rp 50 triliun.

Namun, pada tahun 2020, Presiden Jokowi mengeluarkan larangan ekspor nikel mentah, mewajibkan pengolahan di dalam negeri. Hasilnya, setelah kebijakan tersebut diterapkan, penerimaan dari sektor nikel melonjak drastis menjadi USD 33,8 miliar atau mengalami kenaikan sepuluh kali lipat atau 1000 persen.

Ia menegaskan, kebijakan ini tidak hanya menggambarkan keberhasilan diversifikasi industri, tetapi juga membuktikan potensi besar Indonesia dalam meningkatkan nilai tambah sumber daya alam.

"Jadi, kita tidak mau lagi menjual barang-barang kita mudah. Tidak boleh menjual gelondongan mentah. Harus diolah di Indonesia," katanya.

KPU telah menetapkan masa kampanye mulai 28 November 2023 hingga 10 Februari 2024, kemudian jadwal pemungutan suara pada tanggal 14 Februari 2024. (Asp)

Baca Juga:

Prabowo Janji Mekarkan Wilayah Jabar Selatan

#Prabowo #Pilpres 2024 #Pemilu 2024
Bagikan
Bagikan