Tak Menutup Kemungkinan Prabowo Perlahan Ditinggalkan Pendukungnya Capres Prabowo berpidato di depan pendukungnya yang menghadiri syukuran kemenangan versi sendiri di Kertanegara, Jaksel (MP/Ponco Sulaksono)

MerahPutih.com - Pengamat politik Karyono Wibowo menduga Capres Prabowo Subianto perlahan ditinggalkan oleh loyalisnya. Terutama oleh partai koalisi pendukungnya sendiri.

Menurut Karyono Wibowo, jika paslon 02 terus mendeklarasikan kemenangan sebelum ada putusan resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU) tidak menutup kemungkinan semua partai koalisi pergi satu persatu.

Prabowo-Sandiaga. Foto: ANTARA

Menurut dia, hasil Quick Count selama gelaran proses demokrasi ini tidak pernah berbeda jauh dengan hasil hitungan resmi Kpu. Kalaupun ada perbedaan hanya sekitar satu persen saja.

"Harusnya percaya hasil Quick Count ya, karena bukan hanya sekali saja dilakukan ini. Sejak 2004 hasilnya kan tidak meleset dengan rekapitulasi KPU," ungkap Karyono dalam keterangan persnya, Sabtu (20/4)..

Pengamat dari Indonesia Public Institute ini menilai raut wajah Cawapres Sandiaga Salahuddin Uno murung usai melihat hasil Quick Count di Pilpres 2019.

Ia pun menegaskan, Sandiaga berjiwa ksatria karena sangat rasional menerima hasil Quick Count yang ditayangkan oleh seluruh media massa memenangkan Paslon nomor urut nol satu.

"Dia murung sepertinya tidak sependapat dengan orang yang klaim kemenangan itu. Apa yang dilakukan Sandi benar harus menunggu hasil KPU karena punya legitimisa dan keabsahan secara legal," ucap Karyono.

Selain itu, wajah murungnya Sandiaga juga dianggap mendapatkan tekanan dari Prabowo dan sejumlah toko elit politik yang terus menyuarakan kemenangan pasangan nomor urut 2.

"Ya maka nya raut muka Sandi berbeda kelihatan sekali menunjukkan tertekan psikologisnya. Dia itu tidak setuju dengan klaim kemenangan," tegas dia.

Prabowo dan Sandi saat deklarasi kemenangan ronde 2
Prabowo dan Sandi saat deklarasi ronde 2 kemenangan Pilpres 2019 (MP/Ponco Sulaksono)

Sebab, lanjut dia Sandi merupakan seorang pengusaha yang tidak ingin terjadi kerusuhan karena dapat berimbas kepada perusahaannya.

"Sandi lebih negarawan daripada tokoh lain seperti Prabowo, Amien Rais dan Eggy Sudjana. Dia lebih demokratis," tandas Karyono. (Knu)


Tags Artikel Ini

Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH