Prabowo Mulai Menempel, PDIP Akui 'Die Hard' 01 dan 02 Tancap Gas Masuk Gigi 5 Jokowi-Prabowo. Foto: ANTARA

MerahPutih.com - PDIP menyingkapi survei Litbang Kompas yang menunjukkan keunggulan elektabilitas capres petahana Joko Widodo (Jokowi) yang kian tipis disusul Capres Nomor Urut 02 Prabowo Subianto merupakan efek dari panjangnya masa kampanye yang selama hampir 1 tahun. Kedua pendukung mulai tancap gas masuk gigi 5 jelang akhir kampanye.

"Kampanye yang panjang menjadikan die-hard kedua Paslon 01 dan 02 mencapai kondisi maksimum," kata Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, kepada wartawan, di Jakarta, Selasa (20/3).

hasto
Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Hasto Kristiyanto. (Foto: merahputih.com/Fadli)

Namun, Hasto menilai survei Litbang Kompas yang menunjukkan elektabilitas Jokowi dan Prabowo Subianto semakin dekat justru membuat peluang Prabowo mengejar elektabilitas Jokowi kian sulit.

Menurut Hasto, dnamika politik ditentukan gerak pemilih mengambang dan pemilih yang belum mengambil keputusan dengan jumlah yang kian mengecil. "Hal itu sulit mengejar selisih Jokowi-KH Maruf Amin yang berada antara 13,5 % hingga 26% di atas Prabowo-Sandi," kata dia

Terkait hasil survei Litbang Kompas yang menunjukkan selisih elektabilitas kurang dari 12%, Hasto mengakui persaingan hingga akhir akan berlangsung ketat. Namun, dia memperkirakan survei terakhir maksimal Jokowi-KH Ma'ruf Amin di angka 56,8%, dibandingkan Prabowo-Sandi 43,2%, sebagai gambaran pematangan maksimum pendukung die-hard masing-masing paslon.

"Seluruh Parpol Koalisi Indonesia Kerja pasca-konsolidasi dengan para kepala daerah, wakil kepala daerah, dan pimpinan DPRD, semakin memperkuat gerak teritorial guna mempertebal selisih kemenangan bagi Jokowi-KH Maruf Amin," ujarnya.

Agus Wiryawan, pengrajin miniatur action figure Jokowi dan Prabowo sedang merapikan hasil produksinya sebelum dijual ke pasar, Minggu (3/3). (MP/Ismail)

Litbang Kompas merilis hasil survei elektabilitas pasangan capres-cawapres yang berlaga di Pilpres 2019, sebulan sebelum hari pencoblosan. Jokowi-Ma'ruf Amin mendapat suara 49,2%, sedangkan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dipilih 37,4% responden.

Survei digelar pada 22 Februari-5 Maret 2019 dengan melibatkan 2.000 responden, yang dipilih secara acak menggunakan metode pencuplikan sistematis bertingkat di 34 provinsi di Indonesia. Margin of error survei ini plus-minus 2,2% dengan tingkat kepercayaan 95%. (Knu)


Tags Artikel Ini

Wisnu Cipto

LAINNYA DARI MERAH PUTIH