Prabowo Klaim Punya Data Kemenangan, Pengamat: Ini Merusak Kredibilitas Lembaga Survei Prabowo Subianto menggelar kampanye di Stadion Sriwedari. (BPN)

Merahputih.com - Pengamat komunikasi politik Ari Junaedi menilai Klaim kemenangan Prabowo Subianto di Pilpres 2019 hingga 62 persen dan berbasis data real count dari lebih 320.000 TPS yang dilakulan internal, sangat tidak masuk akal dan non sense belaka. Klaim ini mematikan akal sehat.

Pihak pasangan Prabowo-Sandi tidak menjelaskan metodologi yang dipakai serta lembaga yang melakukan survei. Klaim sepihak ini juga tidak sepadan dengan hasil lembaga-lembaga survei yang kredibel serta mengedepankan metodologi yang tepat.

"Lagipula, lembaga survei yang tergabung dalam Persepi sudah bersedia diaudit publik," jelas Ari Junaedi kepada Merahputih.com di Jakarta, Kamis (18/4).

Pengajar Ilmu Komunikasi di beberapa kampus ini menilai, klaim sepihak Prabowo yang tidak didukung transparansi metodologi, lembaga, serta SDM yang mumpuni di ranah statistika sangat mencederai nilai-nilai akademisi yang menjunjung tinggi obyektifitas dan kejujuran.

Prabowo Subianto menggelar kampanye di Stadion Sriwedari. (BPN)
Prabowo Subianto menggelar kampanye di Stadion Sriwedari. (BPN)

"Saya khawatir cara-cara yang serupa di Pilpres 2014 terulang lagi di 2019 dan akan menjadi modus yang sama di pilpres-pilpres mendatang," jelas Ari.

Sebaiknya, lanjut Ari, pengumuman kemenangan final diserahkan saja ke otoritas yang berwenang yakni KPU Pusat.

"Saya tidak ingin generasi muda dijejali pemahaman kalau survei sebagai metoda penghitungan suara digunakan politisi untuk memenuhi ambisi politik seseorang," ungkap Ari.

"Exit poll, quick count dan real count adalah cara untuk mengetahui peraihan suara semata," ujar Ari Junaedi yang juga pembimbing disertasi di Universitas Padjadjaran ini. (Knu)


Tags Artikel Ini

Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH