Prabowo Klaim Kemenangan dari Survei Internal, Pengamat Pertanyakan Metodologinya Pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Foto: Twitter/@sandiuno

Merahputih.com - Sejumlah lembaga survei telah menyampaikan hasil perhitungan cepat. Hasil tersebut menunjukkan perbedaan perolehan suara Jokowi-Ma'ruf dengan Prabowo-Sandi.

Dari hitung cepat, Jokowi-Ma'ruf berpeluang menjadi presiden dan wakil presiden. Sementara, Prabowo-Sandi mengklaim memenangi peroleh suara dari lembaga internalnya sendiri dengan presentase 62 persen.

Terkait dengan pelaku survei, pengamat politik Emrus Sihombing menilai para lembaga survei yang sudah terdaftar di KPU, lebih memiliki otoritas menyampaikan hasil surveinya kepada publik daripada yang belum terdaftar di KPU.

"Bila ada lembaga survei yang belum terdaftar di KPU, tetap bisa saja melakukan survei, namun hasilnya bersifat internal. Karena itu, hasilnya tidak untuk disajikan ke ruang publik," kata Emrus kepada Merahputih.com di Jakarta, Rabu (17/4).

Prabowo-Sandiaga

Menurut pengajar dari Universitas Pelita Harapan ini, malaupun memang hasil survei internal disampaikan ke publik sebaiknya tidak hanya mempublikasi hasilnya yang memposisikan paslon tertetu memperoleh angka lebih banyak dari paslon lainnya.

"Tetapi yang paling utama membuka, mendiskusikan dan membongkar metodologi yang digunakan pada semua tahapan proses survei yang dijalankan," imbuh Emrus.

Oleh karena itu, dari aspek penelitian survei, yang terutama diperbincangkan adalah metodologi yang digunakan bukan sekedar penyampaian hasil dari suatu survey itu sendiri.

"Sebab bila metodologinya sudah baik, tepat dan benar maka hasilnya dipastikan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah," jelas Emrus.

Sebaliknya, lanjut Emrus, bila hasilnya yang dikedepankan dan melupakan metodologinya maka hasil tersebut masih dapat dipertanyakan secara akademik. (Knu)



Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH