Prabowo: Kedaulatan Negara akan Hilang Jika Sistem Pertahanan Buruk Menhan Prabowo dan Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafid. Foto: ANTARA

MerahPutih.com - Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan jajarannya menggelar rapat perdana dengan Komisi I DPR RI di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta.

Prabowo menegaskan bangsa ini juga harus kuat untuk menjaga kedaulatan yang dimulai dari diri sendiri. Ketua Umum Partai Gerindra itu memaparkan gagasannya untuk mengembangkan pertahanan di Indonesia di masa mendatang.

Baca Juga

Menhan Prabowo Bicara Peluang Serang Negara Lain di Komisi I DPR

“Indonesia merupakan negara yang sangat kaya dan luas sehingga banyak menjadi incaran negara lain,” katanya, Senin (11/11).

Prabowo menegaskan, saat ini pihaknya tengah belanja masalah sebelum menyusun rencana ke depan. Menurut Prabowo dasar filosofis yang betul sebagai dasar perumusan kebijakan mengaju kepada tujuan terbentuknya negara.

Tercantum jelas jika tujuan bangsa Indonesia di Pembukaan UUD NKRI 1945 menyebut tujuan negara adalah melindungi segenap bangsa dan tumpah darah Indonesia.

Menteri Pertahanan (Menhan) Republik Indonesia Prabowo Subianto berjalan seusai meresmikan patung Panglima Besar Jenderal Soedirman di Jalan Ring Road Barat, Turusan, Banyuraden, Kecamatan Gamping, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Minggu (10/11/2019) malam. (ANTARA/Luqman Hakim)
Menteri Pertahanan (Menhan) Republik Indonesia Prabowo Subianto berjalan seusai meresmikan patung Panglima Besar Jenderal Soedirman di Jalan Ring Road Barat, Turusan, Banyuraden, Kecamatan Gamping, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Minggu (10/11/2019) malam. (ANTARA/Luqman Hakim)

Lanjut Prabowo, permasalahan keamanan tidak boleh dianggap hanya pelengkap saja dalam penyelenggaraan negara. Ia melihat pembangunan infrastruktur di wilayah negara penting, namun urusan pertahanan juga tidak boleh dikesampingkan.

Baca Juga

Pesan Ryamizard ke Prabowo: Tugas Menhan Itu Luar Biasa, Kalau Tidak Siap Berarti Tak Mampu

"Kedaulatan akan hilang jika tidak ada pertahanan," ujarnya

Bersama jajarannya, Prabowo akan menentukan arah kebijakannya berdasarkan doktrin hankamneg. Doktrin hankamneg menyebut pertahanan dilakukan secara devensif bukan offensive. Doktrin ini berarti kebijakan pertahanan berfokus untuk menjaga wilayah negara dari gangguan negara lain.

"Kita bertahan menjaga kedaulatan, kita tidak berniat mengganggu bangsa lain," jelas mantan jenderal kopasus ini.

Konsep pertahanan rakyat semesta juga akan menjadi konsen dari Menhan Prabowo Subianto. Seandainya terjadi peperangan, pertahanan rakyat semesta akan menjadi solusi.

Baca Juga

Prabowo-Jokowi: Ada Transaksi Politik di Balik Posisi Menhan?

"Itu doktrin Indonesia selama ini, lahir dari bangsa kita, semua warga negara berhak dan wajib bela negara," ungkap Prabowo.

Dalam kesempatan tersebut Prabowo juga membeberkan visi dan misinya dalam menjalankan tugas sebagai Menteri Pertahanan. (Knu)



Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH