Prabowo Kalah di Hitung Cepat, Sejumlah Lembaga Survei Dipolisikan Prabowo Subianto. Foto: BPN

Merahputih.com - Beberapa lembaga survei dipolisikan terkait dugaan tindak pidana kebohongan publik dan melanggar Pasal 22 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Enam lembaga survei tersebut adalah Indobarometer, CSIS, Charta Politica, Poltracking, Perludem, SMRC dan sejumlah lembaga survei lain yang menampilkan hasil hitung cepat pemilihan presiden-wakil presiden 2019 di stasiun televisi. Adalah KAMAKH atau Koalisi Aktivis Masyarakat Anti Korupsi dan Hoaks yang membuat laporan ke Bareskrim Polri.

Kuasa hukum KAMAKH, Pitra Romadoni menyebut alasan membuat laporan tak lain karena hasil hitung cepat lembaga survei itu yang memenangkan pasangan calon presiden-wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Padahal, menurutnya ribuan TPS memenangkan Paslon omor rut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

"Karena hasil survei ini jelas-jelas membingungkan masyarakat kita. Kalau kita berpatokan kepada quick count, kebenarannya itu belum bisa dipertanggungjawabkan secara penuh," katanya di Bareskrim Polri, Kamis (18/4).

Prabowo Subianto
Prabowo Subianto. Foto: Facebook/Prabowo Subianto

Untuk itu, Pitra mendesak Bareskrim segera melakukan audit terhadap seluruh lembaga survei yang memenangkan laslon Jokowi-Ma'ruf.

Apabila berdasar hasil pengumuman Komisi Pemilihan Umum Pusat nanti ternyata Prabowo-Sandi yang keluar sebagai pemenang, maka lembaga survei tadi harus bertanggung jawab atas yang mereka perbuat.

"Memang nomor LP-nya belum ada tadi, tapi alhamdulilah di dalam tadi laporan kami katanya akan ditindaklanjuti," ujar Pitra. (Knu)


Tags Artikel Ini

Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH