Prabowo: Janggal, KPU Senyap Tetapkan Hasil Pemilu Saat Orang Tidur Ketua KPU Arief Budiman (kedua kanan) bersama Ketua Bawaslu Abhan (kedua kiri) berjabat tangan dengan perwakilan saksi TKN 01 dan BPN 02 usai rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara tingkat na

MerahPutih.com - Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto menilai langkah Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang menetapkan hasil perhitungan suara Pemilu 2019 pada Selasa (21/5) dinihari janggal. Pasalnya, waktu penetapan ini di luar kebiasaan.

"Pihak paslon 02 merasa pengumuman rekapitulasi hasil tersebut dilaksanakan pada waktu yang janggal di luar kebiasaan," kata Prabowo, dalam jumpa pers di kediamannya, Jalan Kertanegara 4, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (21/5).

BACA JUGA: Jokowi Pidato Kemenangan Pilpres di Kampung Deret, Catat Janjinya!

Dengan ditetapkan pada dinihari, Prabowo menilai KPU melakukannya secara senyap. Hal ini lantaran saat-saat tersebut, banyak masyarakat yang sedang terlelap tidur. "Tadi pagi sekitar jam 2 pagi senyap senyap begitu, (ketawa) masih tidur atau belum tidur," sindir mantan Danjen Kopassus itu.

Prabowo
Prabowo Subianto. Foto: ANTARA

Semantara itu, Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak menilai, penetapan hasil rekapitulasi perhitungan suara ini seakan dipaksakan oleh KPU.

"Biasanya kan siang, pagi begitu. Itu janggal kan dipaksakan jam 01.00 WIB. Kira-kira begitu. Itu janggal bin ganjil," ungkapnya.

Jubir BPN Prabowo-Sandi Dahnil Anzar
Koordinator Jubir Prabowo-Sandi Dahnil Simanjuntak (MP/Asropih)

BACA JUGA: Dedengkot BPN Kumpul di Kertanegara Matangkan Gugatan ke MK

Dahnil tak memahami alasan KPU menetapkan hasil perhitungan suara pada dinihari. Jika alasannya untuk menghindari konflik dan situasi panas lantaran adanya aksi-aksi demonstrasi, justru Dahnil menilai keputusan KPU itu semakin janggal.

Hal ini lantaran, demonstrasi di depan KPU yang direncanakan digelar pada 21 Mei dan 22 Mei 2019 dipastikan Dahnil sesuai konstitusi dan akan berlangsung dengan damai.

"Demo damai. Demo-demo itu konstitusional. Jadi apa yang ditakuti kan nggak ada harusnya. Jadi jangan kemudian kalau benar itu dipercepat karena takut demo karena alasan apa? Justru semakin janggal. Semakin aneh," tegas Dahnil. (Pon)

Kredit : ponco


Wisnu Cipto

LAINNYA DARI MERAH PUTIH