Prabowo Jadi Aset Gerindra untuk Duduki Kursi RI 1 Prabowo Subianto. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

MerahPutih.com - Dukungan terhadap Prabowo Subianto untuk menjadi Ketua Umum Gerindra kembali terus bergulir. Pasalnya, belum ada sosok sekuat Menteri Pertahanan itu yang mampu menahkodai partai nomor 2 di Indonesia tersebut.

Pengamat politik Karyono Wibowo, menilai, dukungan 34 DPD kepada Prabowo Subianto untuk memimpin kembali Gerindra berkorelasi dengan skenario pemilu 2024. Karyono meyakini, Gerindra akan mengusung Prabowo menjadi calon presiden kembali pada pilpres 2024.

Baca Juga

Bersedia Jabat Ketum Gerindra, Prabowo Ingin Bertarung di Pilpres 2024

Kedua, pengurus Gerindra memang sengaja menjadikan Prabowo sebagai magnet untuk menarik pemilih, minimal mempertahankan perolehan suara pemilu 2019 lalu jika skenarionya Prabowo tidak maju lagi sebagai capres pada pemilu 2024 yang akan datang.

"Ketiga, tentunya memposisikan Prabowo sebagai figur pemersatu partai agar Gerindra tetap solid," ungkapnya kepada wartawan, Selasa (9/6).

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. (ANTARA/ADITYA PRADANA PUTRA)
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. (ANTARA/ADITYA PRADANA PUTRA)

Jika dilihat dari posisi survei saat ini, figur Prabowo untuk sementara memang masih menempati posisi teratas.

"Dari sejumlah data survei sementara memang menunjukkan Prabowo masih memiliki peluang. Tapi bukan berarti Prabowo bisa mulus melenggang menjadi orang nomor satu di Indonesia (mengingat dinamika politik yang tinggi)," ucapnya.

Karyono mengatakan, bagi Gerindra, figur Prabowo adalah aset utama, selain sebagai "pemilik saham" terbesar di Partai Gerindra. Sosok mantan Danjen Koppasus itu masih memiliki pengaruh untuk menarik pemilih.

"Dengan adanya dukungan bulat dari seluruh DPD, mengafirmasi sosok Prabowo masih menjadi figur tunggal di internal Gerindra yang paling kuat pengaruhnya," ujarya.

Menurutnya, sebagai ketua umum partai, untuk menjadi capres tinggal beberapa langkah lagi. Tiket capres sudah di depan mata, namun lagi-lagi keputusan ada di tangan Prabowo.

"Akan tergantung keputusan Prabowo masih ingin maju atau tidak. Tapi jika melihat gelagatnya, Gerindra masih nafsu untuk mengusung ketua umumnya," kata Karyono yang juga Direktur Indonesia Public Institute ini.

Seperti diberitakan sejumlah media, Prabowo masih jadi yang teratas di survei pemilihan presiden oleh Indikator Politik Indonesia.

Survei Indikator dilakukan via wawancara sambungan telepon pada 16-18 Mei 2020 terhadap 1.200 responden yang dipilih secara acak dari kumpulan sampel acak survei tatap muka langsung yang yang dilakukan Indikator Politik Indonesia pada rentang Maret 2018-Maret 2020.

Baca Juga

Prabowo Subianto Diminta Jadi Ketum Lagi, Buat Modal Pilpres 2024?

Dengan asumsi metode simple random sampling, ukuran sampel 1.200 responden memiliki toleransi kesalahan (margin of error) sebesar ± 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Dalam survei yang dikeluarkan pada Mei 2020 seperti dilihat Senin (8/6). (Knu)

1. Prabowo Subianto 14,1% (Februari 22,2%)
2. Ganjar Pranowo 11,8% (Februari 9,1%)
3. Anies Baswedan 10,4% (Februari 12,1%)
4. Ridwan Kamil 7,7% (Februari 3,8%)
5. Sandiaga Salahuddin Uno 6,0% (Februari 9,5%)
6. Agus Harimurti Yudhoyono 4,8% (Februari 6,5%)
7. Khofifah Indar Parawansa 4,3% (Februari 5,7%)
8. M Mahfud Md 3,3% (Februari 3,8%)
9. Gatot Nurmantyo 1,7% (Februari 2,2%)
10. Erick Thohir 1,6% (Februari 1,9%)
11. Puan Maharani 0,8% (Februari 1,4%)
12. Tito Karnavian 0,6% (Februari (0,8%)
13. Budi Gunawan 0,4% (Februari 0,4%)
14. Muhaimin Iskandar 0,0% (Februari 0,3%)

Tidak tahu/tidak jawab 32,3% (Februari 20,3%)



Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH