Prabowo Disebut Takut Debat, ini Jawaban Tegas Jubir BPN Capres Prabowo saat menyambangi kota Ambon. Foto: Tim Media Prabowo-Sandi

MerahPutih.com - Polemik debat capres-cawapres kian memanas. Kubu Jokowi menilai capres nomor urut 02, Prabowo Subianto takut berdebat makanya meminta adanya kisi-kisi pertanyaan debat.

Pernyataan itu disampaikan oleh juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Arya Sinulingga. Ia menjelaskan bahwa kubu Prabowo-Sandi hanya mau ada dialog.

Mendapatkan serangan dari TKN, koordinator kuru kicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak memberikan jawaban tegas atas tuduhan tersebut.

"Bagaimana bisa Mas Prabowo takut berdebat, wong di setiap forum beliau langsung berhadapan denga berbagai pertanyaan pun demikian bila menggunakan bahasa Inggris, Prancis, Jerman," tulis Dahnil di akun Twitternya, @Dahnilanzar, Selasa (8/1).

Ia juga menegaskan ketika KPU mengagendakan pemaparan visi dan misi sebelum debat, Prabowo sangat keberatan menggunakan "stuntman" yakni Timses.

Selain itu, Dahnil menilai pembatalan pemaparan visi misi capres-cawapres yang sedianya akan digelar pada 9 Januari 2019 mendatang, menimbulkan kerugian bagi proses demokrasi Indonesia.

Menurut Dahnil, sebenarnya penyampaian visi-misi dapat meningkatkan kualitas demokrasi jika disampaikan kandidat capres-cawapres secara langsung. Alasannya, masyarakat dapat mengeksplorasi secara langsung dan mendalami visi misi langsung dari capres-cawapresnya.

"Jadi menurut saya, ini justru merugikan bagi kualitas demokrasi kita," kata Dahnil dalam diskusi Pojok Jubir 'KPU Batal Sosialisasikan Visi Misi Paslon, Ada apa?' di Media Center Prabowo-Sandi, Jalan Sriwijaya, Jakarta Selatan, Senin (7/1).

Dahnil memastikan, pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo-Sandi sangat siap menyampaikan visi misi untuk menjawab tudingan yang selama ini dialamatkan kepada keduanya, yang disebut banyak gimmick dan melemparkan pernyataan sensasional.

"Jadi yang terbayang dari Pak Prabowo dan Bang Sandi, satu forum di mana ada panelis dari universitas yang punya kompetensi dan keadilan terus bisa menggali, bahkan bisa membantah, bisa mengkritik seluruh visi dan misi yang disampaikan oleh Pak Prabowo dan Bang Sandi selama 2 jam itu, itu yang terbayang," ungkapnya.

Dahnil Anzar Simanjuntak. (MP/Asropih Opih)

Menurut Dahnil, dari penyampaian visi misi tersebut bisa menjadi kesempatan bagi publik yang ingin mengetahui secara detail visi misi Prabowo-Sandi. Sebab, tidak sedikit orang sangat ingin mengetahui lebih jauh tentang Prabowo-Sandi, yang terlihat dari animo masyarakat jika keduanya datang ke daerah.

"Mas Priyo dan kawan-kawan itu menyampaikan sebaiknya memang visi misi ini disampaikan langsung oleh capres dan cawapres. Nah kemudian teman-teman TKN menolak," tandas dia. (*)



Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH