Prabowo: Buruh Tani Gantung Diri Karena Beban Ekonomi yang Terlalu Berat Capres Nomor Urut 02 Prabowo Subianto (MP/Win)

MerahPutih.Com - Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto mengaku mendapat laporan bahwa ada seorang buruh tani, bernama Hardi di Desa Tawangharjo, Grobokan, Jawa Tengah meninggal dunia karena gantung diri di pohon jati di belakang rumahnya.

Menurut mantan Danjen Kopassus ini, Hardi bunuh diri karena tak kuasa menanggung beban ekonomi yang terlalu berat.

"Almarhum gantung diri, meninggalkan isteri dan anak karena merasa tidak sanggup membayar utang, karena beban ekonomi yang ia pikul dirasa terlalu berat," kata Prabowo saat pidato 'Indonesia Menang' di JCC Senayan, Jakarta, Senin (14/1).

Ketua Umum DPP Partai Gerindra ini mengungkapkan selama beberapa tahun terakhir ini, dirinya mendapat laporan ada belasan cerita tragis seperti yang dialami almarhum Hardi ini.

Prabowo Subianto
Prabowo Subianto (MP/Ponco Sulaksono)

"Ada kisah seorang guru di Pekalongan gantung diri. Terakhir, tanggal 4 Januari lalu, ada ibu Sudarsi di Desa Watusigar, Gunung kidul gantung diri. Ini kisah-kisah yang masuk berita. Yang tidak masuk berita mungkin lebih banyak lagi," ungkapnya.

Saat berkunjung ke Klaten, kata Prabowo, dirinya juga mendapat keluhan dari para petani beras. "Di situ, petani-petani beras bersedih, karena saat mereka panen 2 bulan yang lalu, banjir beras dari luar negeri," ujarnya.

Tak hanya itu, saat berkunjung ke Jawa Timur, Prabowo juga mengaku mendapat keluhan dari para petani tebu. Pasalnya, saat para petani panen, pemerintah justru membuka keran impor yang menyebabkan banjir gula dari luar negeri.

"Sementara itu, banyak ibu-ibu di mana-mana mengeluh, harga gula di Indonesia 2 sampai 3 kali lebih mahal dari rata-rata dunia. Padahal, dulu Nusantara pernah jadi eksportir gula," pungkas Prabowo.(Pon)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Sembilan Jam Diperiksa, Vanessa Angel Pasrahkan Status Hukumnya kepada Polisi

Kredit : ponco


Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH