Prabowo Beberkan Tiga Sikap Politiknya dalam Rapimnas Gerindra, Apa Saja? Presiden Joko Widodo dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dalam jumpa pers di Istana Merdeka, Jakarta pada Jumat siang (11/10/2019). (ANTARA FOTO/Bayu Prasetyo)

MerahPutih.com - Ketum Gerindra Prabowo Subianto telah menyampaikan tiga sikap politiknya di Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Gerindra, di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Rabu (16/10).

Sikap politik pertama, Prabowo sudah menyerahkan konsepsi terkait dorongan besar ekonomi Indonesia dengan semangat ketahanan pangan-energi, pertahanan, dan keamanan yang kuat.

Baca Juga:

Masuk Kabinet, Gerindra Bisa Kritik Pemerintah Jokowi dari Dalam

Kedua, Prabowo mempersilakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggunakan konsep tersebut untuk lima tahun ke depan.

Jubir Prabowo Subianto, Dahnil Anzar Simanjuntak. (Foto: (ANTARA/ Sella Panduarsa Gareta/rn)
Jubir Prabowo Subianto, Dahnil Anzar Simanjuntak. (Foto: (ANTARA/ Sella Panduarsa Gareta/rn)

Jubir Prabowo Subianto, Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan, bila konsepsi itu ingin digunakan Jokowi, pihaknya mempersilakan baik itu dengan bersamaan dengan Prabowo dan Partai Gerindra atau sebaliknya.

"Yang jelas, Pak Prabowo siap bekerja sama untuk kepentingan NKRI," ujar Dahnil kepada wartawan di Hambalang, Bogor, Rabu (16/10).

Sikap politik ketiga, Prabowo memutuskan terus menjaga kerukunan berbangsa dan bernegara. Caranya dengan terus memelihara silaturahmi dan komunikasi dengan semua pihak.

"Yang ketiga, Pak Prabowo memutuskan untuk tetap menjaga kerukunan kehidupan berbangsa dan bernegara bersilaturahmi dan berkomunikasi untuk musyawarah mufakat bagi kepentingan bangsa dan negara. Jadi Pak Prabowo sampaikan tiga sikap politik itu sebagai sikap beliau," kata Dahnil.

Baca Juga:

Gerindra dan Golkar Sepakat Kaji Ulang UU Parpol dan Pemilu

Kini Prabowo menunggu keputusan dari Presiden Jokowi terkait masuk atau tidaknya Gerindra ke koalisi pemerintah.

"Jadi tentu kami persilakan apabila Pak Jokowi dan pemerintah lima tahun ke depan membutuhkan dan bersesuaian dengan konsepsi Gerindra. Tentu Gerindra dengan kesanggupannya, kita akan bekerja," kata Dahnil.

Dahnil tak secara gamblang mengatakan Gerindra bersedia masuk ke pemerintahan. Dia hanya mengungkapkan Prabowo siap jika negara memanggil.

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kiri) berjabat tangan dengan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh (tengah) usai melakukan pertemuan di kawasan Permata Hijau, Jakarta, Minggu (13/10/2019). Pertemuan itu digelar untuk membahas keutuhan dan persatuan bangsa serta menghasilkan kesepakatan antara kedua tokoh tersebut. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/wsj.
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kiri) berjabat tangan dengan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh (tengah) usai melakukan pertemuan di kawasan Permata Hijau, Jakarta, Minggu (13/10/2019). Pertemuan itu digelar untuk membahas keutuhan dan persatuan bangsa serta menghasilkan kesepakatan antara kedua tokoh tersebut. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/wsj.

"Kalau bahasa Pak Prabowo itu adalah, 'bila negara memanggil, tidak ada alasan'. Karena Pak Prabowo tadi ya patriotisme itu penting, jadi untuk kepentingan bangsa dan negara, pilihan-pilihan politik yang tadi dalam rangka merukunkan dalam rangka kemajuan bangsa dan negara," ungkapnya saat ditanya apakah pernyataan Prabowo menyiratkan ketersediaan Gerindra masuk ke koalisi atau tidak.

Terkait respons kader dan pengurus Gerindra, Dahnil mengatakan semua menyerahkan kepada Prabowo. Kader Gerindra akan seiya sekata dengan keputusan Prabowo.

"Kader rata-rara sami'na wa atho'na (kami mendengar dan taat), ikut dengan keputusan Pak Prabowo. Karena memang sejak awal, Dewan Pembina Gerindra juga menyampaikan menyerahkan seluruh keputusan politik terkait dengan berkoalisi atau tidak itu kepada Pak Prabowo. Pun demikian kader," kata Dahnil. (Knu)

Baca Juga:

Gerindra Tampung Aspirasi Kader soal Keputusan Masuk Tidaknya ke Koalisi Jokowi


Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH