Prabowo Bangga Alutsista Indonesia Makin Kuat Menhan Prabowo Subianto beserta jajaran Kemenhan mendatangi pameran Industri Alat Peralatan Pertahanan dan Keamanan di halaman Kemenhan (MP/Kanugraha)

Merahputih.com - Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto beserta jajaran Kementerian Pertahanan (Kemenhan) mendatangi pameran Industri Alat Peralatan Pertahanan dan Keamanan di halaman Kementerian Pertahanan (Kemenhan).

Acara ini turut dihadiri Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Andika Perkasa, Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KASAL) Laksamana Siwi Sukma Adji, dan Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Udara (Wakasau) Marsekal Madya TNI AU Fahru Zaini.

Alutsista yang dipamerkan di antaranya, kendaraan taktis, produk Unmanned Aerial Vehicle (UAV) atau kendaraan tanpa awak, produk senjata atau bom, produk kendaraan tempur (Ranpur), produk optik, produk kapal intai, produk galangan kapal, produk komunikasi, produk energi.

Baca Juga:

Belanja Alutsista Imbang, Keliru Bila Ada yang Nilai Program Prabowo Bias ke TNI-AD

Adapun yang non-alutsista merupakan produk perorangan berupa helm, seragam, hingga rompi. Berdasarkan informasi, sebanyak 25 industri pertahanan swasta dalam negeri ikut serta dalam pameran ini

Prabowo mengatakan, pameran alutsista ini merupakan amanah dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk meningkatkan industri dalam negeri.

"Dalam pengadaan alutsista untuk kepentingan pertahanan kita, dari selama ini saya dengan wamen kita sedang keliling dan untuk mempercepat proses kita undang industri pertahanan swasta, alhamdulillah kemampuan kita sudah sangat baik sangat maju tentu ada bagian-bagian yang masih kita harus mengadakan litbang lagi," ujar dia kepada wartawan, Selasa (3/12).

Prabowo optimis selama lima tahun ke depan Indonesia bisa membuat alutsista sendiri dan lebih maju dari negara lain.

"InsyaAllah saya optimis lima tahun lagi kita akan lebih mandiri, lebih berdiri di atas kaki kita sendiri. Sekarang saya bangga kita sudah punya kemampuan seperti sekarang, saya kira itu sementara," kata dia.

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto saat memberikan keterangan pers usai meninjau pameran alutsista di Kantor Kemhan, Jakarta, Selasa (3/12/2019). (Antara Foto/Syaiful Hakim)

Prabowo menuturkan, dia dan Wakil Menteri Pertahanan Wahyu Sakti Trenggono ditugasi Presiden Jokowi untuk meningkatkan peran industri pertahanan dalam negeri guna pengadaan alutsista. Hal itu untuk kepentingan pertahanan RI.

"Alhamdulillah kemampuan kita sudah sangat baik, sangat maju, tentunya ada bagian-bagian yang masih harus kita mengadakan litbang lagi, tapi insyaallah saya optimistis lima tahun lagi kita akan menjadi lebih mandiri, berdiri di atas kaki kita sendiri," ujarnya.

"Sekarang saya bangga sudah punya kemampuan seperti sekarang," imbuhnya.

Baca Juga:

Gerindra Pastikan Pidato Rektor Unhan Tentang PKI Catut Nama Prabowo

Disinggung soal UU Nomor 16 Tahun 2012 yang mengatur soal swasta tidak diutamakan dalam produsen alutsista, Prabowo mengatakan jangan mendikotomi nasional-swasta. Prabowo menekankan BUMN dan swasta harus bekerja sama.

"Tidak masalah, saya katakan tadi bahwa kita jangan berpikir domain nasional, swasta, kita semua anak bangsa. Swasta adalah bagian vital dari ekonomi kita, BUMN dan swasta harus bekerja sama, nanti kita bisa cari formulanya. Tidak ada masalah, BUMN lead integrator tapi swasta semua ikut dengan aktif," ucapnya

Prabowo mengatakan pameran tersebut adalah salah satu upaya untuk mengandeng swasta dalam meningkatkan pertahanan dan keamanan nasional.

"Saya dapat tugas dari Bapak Presiden untuk meningkatkan peran industri pertahanan dalam negeri dalam pengadaan alutsista untuk kepentingan pertahanan kita," ujar Prabowo.

"Jadi selama ini saya dengan wakil menteri, kami sudah keliling. Untuk mempercepat proses, kami undang industri pertahanan swasta," imbuhnya.

Baca Juga:

Ratusan Bus Angkut Massa Reuni 212 dari Solo ke Jakarta

Prabowo mengatakan kemampuan pertahanan nasional saat ini sudah sangat baik dan maju. Dia optimis dalam lima tahun ke depan Indonesia akan mandiri dalam industri pertahanan.

Prabowo mengatakan industri pertahanan BUMN dan swasta harus bekerja sama dalam meningkatkan pertahanan. Sementara bentuk kerjasama tersebut masih didalami oleh Ketum Gerindra itu.

"Saya katakan tadi bahwa kita juga berfikir domain nasional, swasta, kita semua anak bangsa. Swasta adalah bagian vital dari ekonomi kita. BUMN dan swasta harus bekerjasama, nanti kita bisa cari formulanya. Tidak ada masalah, BUMN lead integrator tapi swasta semua ikut dengan aktif," ucapnya. (Knu)



Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH