Prabowo-Airlangga Bertemu di Tengah Para Menteri Jokowi Dapat Respons Negatif Pengamat Politik Wempy Hadir (MP/Kanu)

Merahputih.com - Pengamat Politik Wempy Hadir menilai pertemuan Airlangga Hartarto dan Prabowo Subianto bisa dibaca secara politis bahwa tengah ada konsolidasi politik menyusul adanya ancaman perombakan kabinet dari Presiden Jokowi karena performa para menteri yang dianggap kurang maskimal.

Hal ini juga didukung oleh hasil survei dari lembaga survei yang menunjukan bahwa rating approval para menteri sangat rendah. Artinya, para menteri mendapat respon negatif dari publik.

Baca Juga:

Antisipasi Gangguan Keamanan, Pengiriman Logistik dan BBM Bakal Dikawal Polisi

"Bisa dilihat dari indikator rendahnya serapan anggaran pada kementrian. Padahal situasi sekarang membutuhkan kerja cerdas dan kerja cepat kementrian agar dampak COVID- 19 tidak semakin parah," ungkap Wempy kepada Merahputih.com di Jakarta, Selasa (7/7).

Dalam politik ini sebenarnya sah-sah saja dalam rangka mencari titik temu baik antara Jokowi maupun pimpinan partai koalisi.

"Sebab pimpinan partai koalisi tidak ingin jatah kabinetnya hilang. Apalagi para pemimpin juga sedang menyiapkan diri menuju pilpres 2024," jelas Direktur Indo Polling Network ini.

Point yang selanjutnya adalah, pertemuan tersebut bisa dibaca sebagai gertakan terhadap Presiden Jokowi dan koalisi bahwa antara Golkar dan Gerindra bisa berkoalisi menuju 2024 nanti.

Ketum Golkar Airlangga dan Ketum Gerindra Prabowo. (Foto: Antara)

Dalam pertemuan di Kertanegara, Senin (6/7) sore itu, baik Airlangga maupun Prabowo Subianto tak mau bicara banyak saat ditanya pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait reshuffle kabinet. Dia tertawa mendengar pertanyaan wartawan.

"Ha-ha-ha," respons Prabowo seusai pertemuan dengan Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto di Jalan Kertanegara IV, Jakarta Selatan, Senin, 6 Juli 2020.

Prabowo dan Airlangga hanya tertawa sembari membalikkan badan, lalu berjalan menuju mobil Airlangga. Seusai mengantar Airlangga ke mobilnya, Prabowo juga kembali tak merespons pertanyaan wartawan.

"Udah ya, bye," ujar Prabowo seraya melambaikan tangan dan masuk ke dalam rumahnya.

Baca Juga:

Pemda DIY Siapkan Suplemen dan Tempat Karantina Khusus ODP

Isu reshuffle kabinet mencuat setelah beredar video Presiden Joko Widodo memberi peringatan keras kepada para menterinya dalam rapat kabinet 18 Juni lalu. Dalam video yang beredar 28 Juni itu, Jokowi menyorot kerja kabinetnya dalam penanganan pandemi COVID-19.

Jokowi mengatakan ia tak segan melakukan langkah luar biasa, termasuk membubarkan lembaga hingga merombak kabinet. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga menyentil serapan anggaran yang masih rendah di bidan kesehatan, penyaluran bantuan sosial yang belum maksimal, hingga masalah stimulus untuk UMKM. (Knu)



Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH