PPSU Tewas Tabrak Lari, Anies: Pelaku Jangan Pengecut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bertakziah ke rumah PPSU Taka yang meninggal karena kasus tabrak lari pada Kamis (23/7). Foto: Facebook/Anies Baswedan

MerahPutih.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bertakziah ke rumah Taka petugas Penanganan Sarana dan Prasarana Umum (PPSU) yang meninggal karena kasus tabrak lari oleh pengendara sepeda motor, pada Kamis (23/7) pagi.

Tak hanya melayat, Anies juga mengangkat keranda jenazah petugas PPSU Kelurahan Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara itu.

Baca Juga

Di Kantor Anies, Biduan Curhat Lego Barangnya Gegara Organ Tunggal Dilarang

"Petugas kita namanya Taka usianya 40an yang tadi pagi wafat korban kecelakaan sejauh ini informasinya tabrak lari," kata Anies usai takziah di Jakarta Utara.

Anies meminta, pelaku tabrak lari Taka harus bertanggung jawab dan jangan menjadi pengecut yang kabur begitu saja setelah menabrak.

"Ke pelaku ambil sikap bertanggung jawab jangan pengecut," papar Anies.

nies
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bertakziah ke rumah Taka petugas Penanganan Sarana dan Prasarana Umum (PPSU) yang meninggal karena kasus tabrak lari oleh pengendara sepeda motor, pada Kamis (23/7) pagi. Foto: Twitter/@aniesbaswedan

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu pun mengatakan bahwa kasus tabrak lari Taka kini tengan diinvestigasi dan ditangani oleh aparat kepolisian.

Anies pun menyarankan, agar pelaku tabrak lari pasukan orange itu untuk menyerahkan diri dan bertanggung jawab. Apalagi korban diketahui memiliki dua orang anak yang diantaranya masih berusia tiga bulan.

Kedua anak tersebut kini harus menjadi yatim akibat peristiwa kecelakaan itu.

Baca Juga

Anies Akui Banyak Anak di Jakarta Terpapar Corona

"Meninggalkan ada dua anak yang sekarang yatim karena korban tabrak lari tadi jadi saya minta pelaku untuk serahkan diri ambil sikap tanggung jawab," ungkap Anies.

"Tidak mungkin bisa lari dari tanggung jawab mungkin di dunia bisa bebas tapi di akherat harus bertanggung jawab," tutupnya. (Asp)

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
RS Darurat Wisma Atlet Rawat 1.360 Pasien COVID-19
Indonesia
RS Darurat Wisma Atlet Rawat 1.360 Pasien COVID-19

Secara keseluruhan, ada 1.360 pasien yang menjalani rawat inap di rumah sakit dadakan tersebut.

Asyik, Gaji ke-13 Akhirnya Cair di Agustus
Indonesia
Asyik, Gaji ke-13 Akhirnya Cair di Agustus

Gaji dan pensiun ke-13 tidak akan diberikan kepada pejabat negara, eselon I, eselon II, dan pejabat setingkat.

Terduga Teroris Serangan Katedral Makassar Berhubungan dengan FPI
Indonesia
Terduga Teroris Serangan Katedral Makassar Berhubungan dengan FPI

Polri menduga empat terduga teroris terkait dengan kasus bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar pernah mengikuti baiat dan i'dad di Front Pembela Islam (FPI).

Jaringan Internet Minim, Bawaslu Ragukan Penggunaan Sirekap di Pilkada
Indonesia
Jaringan Internet Minim, Bawaslu Ragukan Penggunaan Sirekap di Pilkada

KPU, menurut Abhan, harus mempertimbangkan pasal sanksi pidana dalam kesalahan-kesalahan teknis yang berakibat pada perubahan hasil yang berdampak pidana karena Sirekap rawan manipulasi data.

Update COVID-19 Rabu (3/6): 28.233 Positif, 8.406 Sembuh
Indonesia
Update COVID-19 Rabu (3/6): 28.233 Positif, 8.406 Sembuh

Yuri mengungkapkan jumlah penambahan 471 pasien menjadi 8.406 yang sembuh.

Ratusan Rumah Rusak di Demak Akibat Angin Puting Beliung, Satu Dilaporkan Roboh
Indonesia
Gerindra: Reklamasi Ancol Kerja Sama Era Gubernur Fauzi Bowo
Indonesia
Gerindra: Reklamasi Ancol Kerja Sama Era Gubernur Fauzi Bowo

Izin reklamasi Ancol berlatar belakang kerja sama Pemprov DKI masa era Gubernur Fauzi Bowo dengan PT Pembangunan Jaya Ancol.

Jarak Luncur Awan Panas Gunung Merapi Makin Jauh
Indonesia
Jarak Luncur Awan Panas Gunung Merapi Makin Jauh

Bahaya lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif kami perkirakan dapat menjangkau radius 3 kilometer dari puncak.

Ketua MPR Dukung OJK Dibubarkan
Indonesia
Ketua MPR Dukung OJK Dibubarkan

Apalagi kini situasi OJK sedang di titik nadir lantaran mendapat sorotan dari DPR

KPK Terima 1.500 Laporan Masalah Penyaluran Bansos, Wagub DKI: Kita Lakukan Perbaikan
Indonesia
KPK Terima 1.500 Laporan Masalah Penyaluran Bansos, Wagub DKI: Kita Lakukan Perbaikan

KPK menerima 1.500 keluhan terkait penyaluran bantuan sosial (bansos) COVID-19.