PPP Usul Kepala Otorita IKN Nusantara Berlatar Belakang Profesional Birokrat Desain Istana di Ibu Kota Anyar IKN Nusantara. (Foto: Tangkapan Layar)

MerahPutih.com - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mengapresiasi isyarat yang disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) bahwa Kepala Otorita Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara berasal dari kalangan nonpartai politik.

Wakil Ketua Umum PPP, Arsul Sani mengatakan, pihaknya mendukung Kepala Otorita IKN berlatar belakang profesional dan birokrat.

Baca Juga

Seluas Jabodetabek, Kawasan Inti IKN Nusantara Terbagi 3 Kluster

“Sosok yang berlatar mix antara profesional dan birokrat. Ini akan lebih baik jika memang diputuskan oleh Presiden Jokowi seperti itu,” kata Arsul saat dikonfirmasi, Rabu (23/2).

Jika Kepala Otorita IKN berasal dari kalangan parpol atua politisi, menurut Arsul, IKN akan dikaitkan dengan kekuatan politik tertentu yang bisa mengganggu pembangunan IKN Nusantara.

“PPP berharap nanti Kapala Otorita IKN fokusnya bekerja saja membangun IKN karena waktu yang disediakan sebelum pemindahan dimulai hanyalah singkat saja,” ujarnya.

Baca Juga

Jokowi: 200 Ribu Hektar Lahan IKN Nusantara Dibiarkan Hijau

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan sinyal terkait kepala Otorita IKN Nusantara berasal dari kalangan nonpartai politik.

Hal tersebut disampaikan Jokowi seusai menghadiri peresmian Kantor DPP Partai Nasdem, Nasdem Tower di Menteng, Jakarta, Selasa (22/2).

“Nonparpol,” kata Jokowi.

Meski begitu, Jokowi tidak memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai Kepala Otorita IKN Nusantara yang akan dipilihnya untuk memimpin pembangunan IKN di Kalimantan Timur. (Pon)

Baca Juga

Jokowi Lantik Kepala IKN Nusantara dari Nonparpol Pekan Depan

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Mantan Gubernur DKI Soerjadi Soedirja Tutup Usia
Indonesia
Mantan Gubernur DKI Soerjadi Soedirja Tutup Usia

Mantan Gubernur DKI Jakarta Soerjadi Soedirja meninggal dunia pada Selasa (3/8) hari ini.

3 Juta Vaksin Moderna Tiba di Indonesia, Menkes: Untuk Nakes dan Masyarakat
Indonesia
3 Juta Vaksin Moderna Tiba di Indonesia, Menkes: Untuk Nakes dan Masyarakat

Sebanyak 3 juta COVID-19 produksi Moderna dari Amerika Serikat tiba di Indonesia pada Minggu (11/7).

Pemda DIY Kenalkan Gudeg dan Tarian Keraton di Dubai World Expo 2020
Indonesia
Pemda DIY Kenalkan Gudeg dan Tarian Keraton di Dubai World Expo 2020

Repertoar tari yang dibawakan pun merupakan tarian tradisional terbaik

Polisi Jadwalkan Periksa Jerinx sebagai Tersangka Kasus Pengancaman Hari Ini
Indonesia
Polisi Jadwalkan Periksa Jerinx sebagai Tersangka Kasus Pengancaman Hari Ini

Penyidik Polda Metro Jata menjadwalkan pemeriksaan musisi I Gede Aryastina alias Jerinx sebagai tersangka kasus pengancaman pada Senin (9/8) ini.

Jadi Syarat Wajib Naik KRL, 3 Ribu Warga Ikuti Vaksinasi COVID-19 di Stasiun
Indonesia
Jadi Syarat Wajib Naik KRL, 3 Ribu Warga Ikuti Vaksinasi COVID-19 di Stasiun

"Petugas di lapangan juga akan memeriksa dengan ketat kelengkapan dokumen yang disyaratkan," kata VP Corporate Secretary KAI Commuter, Anne Purba

KPK Cegah Eks Bupati Tanah Bumbu ke Luar Negeri
Indonesia
KPK Cegah Eks Bupati Tanah Bumbu ke Luar Negeri

Kabar pencegahan ini dibenarkan oleh Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM.

Toyota Jadi Produsen Mobil Terlaris di Dunia
Indonesia
Toyota Jadi Produsen Mobil Terlaris di Dunia

Toyota Motor Corp tetap menjadi produsen mobil terlaris di dunia dengan rekor penjualan 5,47 juta kendaraan dalam enam bulan pertama 2021

Puluhan Ribu Tempat Tidur RS Disiapkan untuk Antisipasi Lonjakan Omicron
Indonesia
Puluhan Ribu Tempat Tidur RS Disiapkan untuk Antisipasi Lonjakan Omicron

Pemerintah telah mempersiapkan rumah sakit (RS) dalam rangka mengantisipasi lonjakan kasus COVID-19.

DPR Minta BSSN Evaluasi Mendalam Usai Situs Diretas
Indonesia
DPR Minta BSSN Evaluasi Mendalam Usai Situs Diretas

Kejahatan cyber kerap terjadi namun hingga sekarang belum ada pilar hukum paling ampuh

20 Orang Tercatat Tewas Saat Evakuasi Warga di Bandara Kabul Afghanistan
Dunia
20 Orang Tercatat Tewas Saat Evakuasi Warga di Bandara Kabul Afghanistan

Massa di bandara terus bertambah setiap hari sejak pekan lalu, untuk segera keluar dari Afghanistan.