PPP Nilai Isu Poligami Ganggu Elektabilitas Jokowi, Ini Tanggapan PSI Politisi PSI Dara A. Kesuma Nasution. Foto: MP/Gomes

MerahPutih.com - Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Romahurmuziy menilai pernyataan Ketum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang menolak poligami sangat menganggu elektabilitas Jokowi.

Politisi PSI Dara A. Kesuma Nasution menanggapi serangan dari PPP soal penolakan poligami. Menurutnya, apa yang dilakukan partainya tidak idak bertentangan dengan agama. Sebab, peran agama itu penting dalam sebuah negara. Tetapi, ada tindakan diskriminatif terhadap kaum hawa.

PSI
Politisi PSI Dara A. Kesuma Nasution. Foto: MP/Gomes

"Diskriminatif yang harus kita lihat, sebagai fakta sosial saja, dan ini memang patut diperjuangkan," kata Dara, dalam sebuah acara diskusi politik yang bertajuk "Perempuan dan Politik, 'Bisakah Poligami di Indonesia di Larang?' di Gado-Gado Boplo, Setiabudi, Jakarta Selatan, Sabtu (15/12).

Menurut Dara apa yang tengah diperjuangkan PSI bukan masalah keyakinan atau tidak. Melainkan tentang memperjuangkan maayarakat yang adil, tidak diskriminatif terhadap siapapun baik laki-laki maupun perempuan.

"Jadi jangan diputar, jangan dibelokkan ini, ke masalah keyakinan. Karena dari kita, sudah jelas terlepas dari keyakinan manapun. Ini memang praktik yang diskriminatif dan kita suarakan," tambahnya.

Isu yang disampaikan oleh PSI, kata Dara, memang penting. Ia meyakini masyarakat pasti bisa melihat juga bahwa ini memang isu yang terlepas dari agama, diskriminatif dan harus diperjuangkan.

"Jadi kita melihat juga. Pak Jokowi pastilah juga melihat hal ini terlepas dari keyakinan agamanya. Ini memang patut diperjuangkan," tegasnya.

Ilustrasi Foto Pasangan Romantis. foto: Unplash

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie secara tegas menyatakan bahwa partai menolak adanya praktik poligami. Bahkan, ia melarang anggotanya untuk memiliki istri lebih dsri satu.

"PSI tidak akan pernah mendukung poligami,” kata Ketua Umum PSI Grace Natalie di Surabaya, pada 11 Desember 2018, seperti dikutip Antara. (Gms)



Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH