PPP Benarkan Ada Aspirasi Sandingkan Jokowi-Gatot di Pilpres 2019 Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani. (Foto: MP/Fadli)

MerahPutih.Com - Nama Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo belakangan mulai dilirik partai politik. Sejak aksi kopiah putih dalam Aksi 212 silam, Gatot Nurmantyo dinilai salah satu the rising star dalam konstelasi politik Indonesia.

Meski saat ini masih memegang jabatan Panglima TNI yang notabene dilarang terlibat politik praktis, Gatot Nurmantyo dianggap sebagai figur yang cocok mendampingi Presiden Jokowi dalam Pilpres 2019 nanti.

Sekretaris Jenderal DPP-PPP Arsul Sani memaparkan ada aspirasi di internal partainya yang ingin menyandingkan Gatot Nurmantyo sebagai calon wakil presiden, mendampingi Joko Widodo di Pemilu Presiden 2019.

"Ketika Musyawarah Kerja Nasional PPP pada bulan Juli 2017, ketika Gatot presentasi, banyak aspirasi sesaat menginginkan agar Pak Gatot menjadi cawapres berdampingan dengan Pak Jokowi," kata Arsul Sani di Gedung Nusantara II DPR, Jakarta, Senin (9/10).

Asrul Sani sebagaimana dilansir Antara mengatakan hal itu hanya aspirasi dari kader PPP sehingga siapa yang akan diusung partai tersebut mendampingi Jokowi di Pilpres 2019, belum mengerucut pada satu nama. Ia juga menambahkan saat ini Gatot diidentifikasi dengan kelompok Islam dan nasionalis religius sedangkan Jokowi dengan kelompok nasionalis-religius sehingga hal itu dianggap pas.

"Partai melihat apa yang berkembang menjadi wacana dan diskursus di publik serta media sehingga itu tidak bisa dipungkiri," ujarnya.

Menurut Asrul Sani sejauh ini kader PPP tidak keberatan dengan sosok Gatot namun semua diserahkan kepada Jokowi yang akan mendampingi di Pilpres 2019.

Sementara itu Arsul menjelaskan PPP terbuka terhadap orang yang ingin bergabung dengan partainya khususnya dari kalangan purnawirawan TNI dan Polri agar kalau berbicara isu-isu pertahanan, ada kadernya yang menguasai bidang tersebut.

"Kami terus terang misalnya menawarkan kepada Pak Farouk Muhammad mau mencalonkan diri dari Dapil Sumbawa, kita kasih tempat terhormat kecuali kalau yang bersangkutan tetap ingin di DPD RI," katanya.

Sebelumnya Partai Golkar menyatakan membuka pintu terhadap Jendral Gatot Nurmantyo apabila Panglima TNI tersebut memutuskan untuk pensiun dari TNI dan masuk ke dalam politik praktis.

"Bapak Gatot Nurmantyo, sebagai individu kiranya kalau dia mau pensiun, maka Golkar adalah rumah yang pantas buat dia," ucap Wakil Sekretaris Jenderal Bidang Pemenangan Pemilu Indonesia I DPP Partai Golkar Bobby Adhitio Rizaldi dalam kesempatan acara talkshow di Jakarta, Sabtu (7/10).

Menurut dia, Golkar tetap mendukung Gatot menjalankan tugasnya sebagai Panglima TNI berharap Gatot tetap fokus pada pekerjaan untuk memperkuat TNI selama dirinya belum pensiun.(*)



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH