PPN Resmi Naik Jadi 11 Persen, KSP Bilang untuk Kurangi Ketimpangan Ilustrasi perhitungan pajak. Foto: Pixabay/mohamed_hassan

MerahPutih.com - Mulai 1 April 2022, pemerintah menaikkan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dari 10 persen menjadi 11 persen.

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Edy Priyono mengklaim, kenaikan PPN sebesar 11 persen tersebut, sesuai prinsip bahwa pembayaran pajak termasuk PPN akan diredistribusikan kepada kelompok masyarakat kurang mampu dalam bentuk bantuan sosial.

Baca Juga

Ini Barang Yang Tidak Kena PPN 11 Persen

"Jadi dalam hal ini di sini peran instrument pajak untuk mendistribusikan kekayaan dan mengurangi ketimpangan," kata Edy Priyono, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jum'at (1/4).

Menurutnya, sebenarnya pemerintah bisa saja menaikkan PPN sebesar 5 hingga 15 persen melalui Peraturan Pemerintah (PP). Namun, ujar Edy, dengan pertimbangan kondisi saat ini yang masih dalam pemilihan, penyesuaian tarif PPN hanya 1 persen.

"Meskipun ruang untuk meningkatkan PPN masih terbuka lebar, namun Pemerintah memilih untuk mengambil kebijakan yang lebih meringankan," tegasnya.

Edy menekankan, bahwa kenaikan PPN dilakukan untuk membangun pondasi pajak, dengan memanfaatkan momentum pemulihan ekonomi. Hal ini, sambung dia, tentunya akan dinikmati oleh kelompok masyarakat yang tidak mampu atau yang lebih membutuhkan.

Baca Juga

Besok PPN Naik 11 Persen, Ini Barang yang Harganya Berpotensi Naik

Dalam kesempatan itu, Ia juga mengungkapkan, sebagian besar negara-negara di dunia memiliki tarif PPN lebih tinggi ketimbang Indonesia. Edy mencontohkan Turki sebesar 18 persen, Argentina 21 persen, serta Arab Saudi dan Uni Eropa masing-masing 15 persen.

"Memang ada beberapa negara yang tarif PPN-nya lebih rendah dari kita, seperti Taiwan 5 persen, dan Kanada 5 persen. Bahkan ada yang tidak mengenakan PPN seperti Kuwait dan Qatar. Tentu ini disesuaikan dengan kondisi di negara masing-masing," pungkasnya.

Seperti diketahui, sesuai UU No 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan, tarif PPN akan dinaikkan dari yang saat ini sebesar 10 persen menjadi 11 persen mulai 1 April 2022. Tarif PPN kemudian dinaikkan ke 12 persen paling lambat 1 Januari 2025.

Tidak semua jenis barang atau jasa dipungut PPN, barang dan jasa tertentu tidak dipungut atau dibebaskan dari PPN. Seperti barang kebutuhan pokok yang sangat dibutuhkan oleh rakyat banyak, jasa pelayanan sosial, jasa pendidikan, jasa keuangan dan jasa pelayanan medis. (Pon)

Baca Juga

Berdampak Positif terhadap Industri Otomotif, Pemerintah Lanjutkan Insentif PPnBM DTP

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Hidayat Humaid Terpilih Secara Aklamasi Jadi Ketum KONI Jakarta
Indonesia
Hidayat Humaid Terpilih Secara Aklamasi Jadi Ketum KONI Jakarta

Dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ) tersebut mengatakan bakal fokus pada pembinaan atlet agar terus berprestasi.

Prabowo Unggul sebagai Capres 2024 di Dua Lembaga Survei, Disusul Anies-Ganjar
Indonesia
Prabowo Unggul sebagai Capres 2024 di Dua Lembaga Survei, Disusul Anies-Ganjar

Indonesian Publik Review (IPR) dan Poligov mengunggulkan nama Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto sebagai calon presiden (capres) pada Pemilu 2024 mendatang.

Habiskan Stok Moderna, Relawan Disuntik Vaksin Penguat
Indonesia
Habiskan Stok Moderna, Relawan Disuntik Vaksin Penguat

Kebijakan pemberian vaksinasi penguat untuk relawan tersebut, sudah dikoordinasikan dengan pihak terkait dan dipastikan sudah mendapat izin dari pemerintah daerah.

Legislator Ingatkan Novel Cs Lakukan 'Adjustment' Ketika Jadi ASN Polri
Indonesia
Legislator Ingatkan Novel Cs Lakukan 'Adjustment' Ketika Jadi ASN Polri

Dia berharap Kapolri dan jajaran pimpinan Polri dapat mendayagunakan kemampuan dan pengalaman kerja 44 orang tersebut

Jerinx Siap Bertemu dan Berkomunikasi dengan Pelapornya
Indonesia
Jerinx Siap Bertemu dan Berkomunikasi dengan Pelapornya

Polda Metro Jaya telah menetapkan Jerinx sebagai tersangka

Indonesia Tidak Tutup Pintu Berwisata Bagi Warga Rusia dan Ukraina
Indonesia
Indonesia Tidak Tutup Pintu Berwisata Bagi Warga Rusia dan Ukraina

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi disebut telah agar kepulihan pariwisata Indonesia tidak terganggu konflik Rusia dan Ukraina.

Di 2020, Bulog Hanya Akan Produksi Beras Premium
Indonesia
Di 2020, Bulog Hanya Akan Produksi Beras Premium

Modern rice milling plant yang sedang dibangun berfungsi untuk mengubah gabah yang dibeli langsung dari petani, kemudian dihasilkan menjadi beras berkualitas premium.

Cuaca Ekstrem bakal Landa Jabodetebak, Berpotensi Terjadi Hujan Es
Indonesia
Cuaca Ekstrem bakal Landa Jabodetebak, Berpotensi Terjadi Hujan Es

"Termasuk juga ada hujan es apabila inti kondensasi yang terbentuk di udara itu masih siap jatuh berupa butiran dan tidak sampai ke bumi,” ucapnya.

Insentif Otomotif dan Properti Incar Tabungan Kelas Menengah
Indonesia
Insentif Otomotif dan Properti Incar Tabungan Kelas Menengah

Dana Pihak Ketiga (DPK) dari masyarakat kelas menengah atas dinilai masih tumbuh sangat tinggi di 2021 hingga lebih dari 12 persen.

Pembukaan Mal di Bandung Tunggu Peraturan Wali Kota
Indonesia
Pembukaan Mal di Bandung Tunggu Peraturan Wali Kota

Pemerintah menerapkan dua peta jalan yang mulai diujicobakan dalam PPKM yang diperpanjang hingga 16 Agustus 2021 tersebut.