PPKM Mikro Diperketat, Ini Aturan Baru Buka Tutup Mal dan Rumah Makan Salah satu mal di Jakarta. Foto: ANTARA

MerahPutih.com - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro diperkuat. Penguatan itu akan dilakukan mulai Selasa (22/6) hingga 5 Juli mendatang.

"Arahan Bapak Presiden tadi untuk melakukan penyesuaian diri akan berlaku mulai besok tanggal 22 sampai 5 Juli 2 minggu ke depan," kata Menko Perekonomian Airlangga Hartarto usai rapat terbatas bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi), dalam jumpa pers virtual, Senin (21/6).

Baca Juga

Kapolri: PPKM Desa Bae Bisa Dijadikan Model PPKM Mikro

Penguatan PPKM Mikro itu nantinya akan dituangkan dalam Instruksi Mendagri. Salah satu yang diatur adalah mengenai operasional tempat usaha, khususnya restoran maupun warung makan.

Airlangga mengatakan, dine in atau makan di tempat hanya diperbolehkan maksimal 25 persen. Berlaku dari pedagang kaki lima sampai, tempat makan dan restoran di mall.

"Sisanya di take away ataupun dibawa pulang," tuturnya.

uasana pujasera di mall Senayan City, Jakarta, Senin (14/9/2020). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/hp.
uasana pujasera di mall Senayan City, Jakarta, Senin (14/9/2020). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/hp.

Kemudian, untuk layanan pesan antar, mengikuti jam operasional tempat makan. Layanan pesan antar maksimal pukul 20.00 WIB.

"Layanan pesan antar atau dibawa pulang juga sesuai dengan jam operasional restoran jadi dibatasi sampai dengan pukul 8 malam. Nah kemudian protokol kesehatan diterapkan secara ketat," kata Airlangga.

Pasar hingga pusat perbelanjaan juga hanya diperbolehkan beroperasi hingga pukul 20.00 WIB. Airlangga mengatakan, kapasitas pengunjung juga paling banyak 25 persen dari kapasitas.

Kemudian, selain soal keterisian rumah sakit, presiden memfokuskan tindakan pada penanganan di beberapa daerah dengan lonjakan kasus virus Corona.

"Kemudian bapak presiden menyampaikan apa yang terjadi di lapangan dan tindak lanjut yang telah dilakukan oleh TNI dan Polri terutama untuk menangani di beberapa daerah yang tinggi duluan, yaitu Riau, Kepri, Bangkalan, maupun Kudus," ujarnya.

Selain itu, presiden menunjuk Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) untuk fokus menangani virus Corona bagi ibu hamil dan anak-anak. Jadi, kasus virus Corona bagi ibu hamil dan anak-anak bisa ditekan.

"BKKBN akan tangani secara khusus terkait penanganan COVID untuk ibu hamil, ibu melahirkan, balita, dan anak," kata Airlangga. (Knu)

Baca Juga

Anies Diminta Perketat PPKM Mikro Demi Atasi Lonjakan COVID-19

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Laporan terhadap Jokowi Soal Kerumunan di NTT Kembali Kandas
Indonesia
Laporan terhadap Jokowi Soal Kerumunan di NTT Kembali Kandas

Bareskrim Polri kembali menolak laporan soal dugaan pelanggaran protokol kesehatan COVID-19 yang dilakukan Presiden Jokowi saat kunjungan kerja ke NTT.

Pemprov DKI Tak Larang Warga Gelar Lomba 17 Agustus, Tapi...
Indonesia
Pemprov DKI Tak Larang Warga Gelar Lomba 17 Agustus, Tapi...

17 Agustusan kalau bisa dilakukan dengan cara online

Dituduh Genosida Pada Uighur, Tiongkok Jatuhkan Sanksi Pada Pejabat Era Trump
Dunia
Dituduh Genosida Pada Uighur, Tiongkok Jatuhkan Sanksi Pada Pejabat Era Trump

Pompeo dan yang lain dinilai telah merencanakan, mempromosikan dan melaksanakan serangkaian langkah gila, dengan mencampuri urusan dalam negeri China.

ICW Sindir Jaksa Agung karena tak Ajukan Kasasi Putusan Banding Pinangki
Indonesia
ICW Sindir Jaksa Agung karena tak Ajukan Kasasi Putusan Banding Pinangki

"ICW mengucapkan selamat kepada Bapak ST Burhanudin selaku Jaksa Agung dan jajarannya di Kejaksaan Agung karena telah berhasil mempertahankan vonis ringan kepada Pinangki Sirna Malasari," kata Peneliti ICW Kurnia Ramadhana

Update Kasus Corona DKI Selasa (18/8): 30.597 Positif, 20.505 Orang Sembuh
Indonesia
Update Kasus Corona DKI Selasa (18/8): 30.597 Positif, 20.505 Orang Sembuh

Jumlah kasus Konfirmasi secara total di Jakarta sampai hari ini sebanyak 30.597 kasus.

Berikut Aturan Baru dalam PSBB Ketat Respons Lonjakan Angka COVID-19
Indonesia
Berikut Aturan Baru dalam PSBB Ketat Respons Lonjakan Angka COVID-19

Pemerintah memutuskan untuk memberlakukan pembatasan sosial berskala besar lebih ketat untuk menghadapi lonjakan angka COVID-19 yang semakin tinggi.

[HOAKS atau FAKTA]: Jokowi Dapat Gelar Pemimpin Pembohong dari Raja Saudi
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Jokowi Dapat Gelar Pemimpin Pembohong dari Raja Saudi

Akun Facebook Isa R Lionel Junior membagikan cuplikan pemberitaan Metro TV dengan judul “Gelar Kehormatan Dari Arab, Kerajaan Saudi Berikan Gelar Amirulkazzab Kepada Presiden.”

Polda Kepri Klarifikasi Pengakuan Calon Taruna Akpol yang Viral di Medsos
Indonesia
Polda Kepri Klarifikasi Pengakuan Calon Taruna Akpol yang Viral di Medsos

Ia menyebut, bukan hanya AKPOL yang tak diberangkatkan.

Sepanjang Jalan Margonda City bakal Dipasang Kamera e-Tilang
Indonesia
Sepanjang Jalan Margonda City bakal Dipasang Kamera e-Tilang

Lanjut Erwin, e-tilang akan berlaku pada sekitar pertengahan atau akhir bulan Agustus 2020 mendatang

Tito Tegur Bupati Karawang Gegara Gelar Arak-Arakan Pendaftaran Pilkada
Indonesia
Tito Tegur Bupati Karawang Gegara Gelar Arak-Arakan Pendaftaran Pilkada

Tito menyatakan pelaksanaan tahapan Pilkada Serentak 2020 harus berpedoman pada Peraturan Komisi Pemilihan Umum