PPKM Diperpanjang, Wagub DKI Beberkan Dampaknya bagi Penanganan COVID-19 Jabodetabek Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di Balai Kota Jakarta, Selasa (22/12/2020). (ANTARA/Livia Kristianti)

MerahPutih.com - Keputusan memperpanjang pemberlakuan pembatasan sosial kegiatan masyarakat (PPKM) dinilai memperkuat sinergi penanganan COVID-19 di daerah.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menilai, PPKM telah memperkuat sinergisitas antara Jakarta dengan daerah-daerah sekitarnya dalam penanganan COVID-19.

“Ini sinergisitas antara Jakarta dan Bodetabek,” ujar Ariza kepada wartawan yang dikutip Sabtu (23/1).

Baca Juga:

Wagub DKI Klaim Seluruh Ibu Kota di Dunia Tengah Krisis Lahan Pemakaman

Menurut Ariza, satu hal yang perlu diperkuat oleh pemerintah pusat dalam perpanjangan PPKM adalah meningkatkan fasilitas kesehatan untuk penanganan COVID-19 di daerah-daerah sekitar Jakarta khususnya Bodetabek.

Pasalnya, 24 persen pasien yang dirawat di 101 rumah sakit rujukan COVID-19 di Jakarta berasal dari Bodetabek dan 13 persen berasal dari luar Jabodetabek.

“Karena selama ini, antara 24 sampai 30 persen, warga yang dirawat di rumah sakit Jakarta berasal dari non-Jakarta,” imbuh Ariza.

Ariza mengatakan, dengan adanya PPKM, periodesasi PSBB antara Jakarta dengan daerah di luar Jakarta khususnya Jawa-Bali menjadi sama.

Dia mengakui apa yang dilakukan pemerintah pusat sudah jauh melampaui apa yang diharapkan Pemprov DKI sebelumnya, yakni menyamakan waktu pelaksanaan PSBB Jakarta dan Bodetabek.

Pemerintah pusat, kata dia, justru menyamakan waktu PSBB Jakarta dengan daerah-daerah Jawa-Bali, bukan hanya dengan Bodetabek.

“Lalu ternyata tidak hanya periodisasi PSBB, tetapi substansi kebijakannya juga disamakan, ini sudah luar biasa,” pungkas dia.

Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria. (MP/Asropih)
Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria. (MP/Asropih)

Sementara itu, pelaksanaan vaksinasi dilakukan di sejumlah fasilitas kesehatan yang tersebar di enam wilayah administrasi Jakarta.

Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Pusat Erizon Safari mengatakan hingga saat ini, kurang lebih 16 persen dari sasaran penerima tahap pertama di Jakarta Pusat telah disuntikkan vaksin COVID-19.

Sasaran penerima vaksin di Jakarta Pusat sebanyak 32.000 tenaga kesehatan dan yang telah menjalani vaksinasi sebanyak 5.000-an tenaga kesehatan.

“Hingga saat ini, sudah ada 16 persen yang sudah disuntik,” ujar Erizon saat dihubungi.

Erizon mengaku bahwa angka 32.000 tenaga kesehatan penerima vaksin masih bisa berubah.

Pasalnya, angka tersebut merupakan angka mentah yang harus diseleksi lagi berdasarkan 16 golongan yang tidak bisa divaksin.

“Target awal 32.000 tenaga kesehatan, ini data kasar, ada yang diseleksi karena pernah kena COVID-19, ada komorbid, atau sudah meninggal,” ungkap dia.

Untuk tempat penyuntikan di Jakarta Pusat, kata Erizon, terdapat kurang lebih 100 fasilitas kesehatan baik itu puskesmas, rumah sakit atau faskes lainnya.

Baca Juga:

Keterisian Tempat Tidur Pasien COVID-19 Tertinggi di DKI Jakarta

Sementara jumlah vaksinator tergantung masing-masing fasilitas kesehatan yang menjadi tempat penyuntikan.

“Mereka (fasilitas kesehatan) menyiapkan beberapa tim (menjadi vaksinator) seperti itu,” terang dia.

Kini, target penyelesaian penyuntikan vaksin kepada ribuan tenaga kesehatan di Jakarta Pusat pada akhir Januari 2021 mendatang.

Hingga saat ini, kata dia, tidak ada kendala dalam proses penyuntikan vaksin COVID-19.

“Untuk yang disuntik juga tidak ada kendala sejauh ini, normal-normla saja, paling nyeri karena disuntik, kalau itu kan wajar,” pungkas Erizon. (Knu)

Baca Juga:

Lahan Makam Penuh, Pemprov DKI Siapkan 4 Pemakaman Baru

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Menkominfo Johny 'Balik Kanan' dari Ruteng, Tahbisan Uskup Tetap Jalan
Indonesia
Menkominfo Johny 'Balik Kanan' dari Ruteng, Tahbisan Uskup Tetap Jalan

Dia sudah sebagai carrier, sebagai pembawa COVID-19

Polisi Tangkap Pelaku Tawuran Bersenjata Tajam di Gambir
Indonesia
Polisi Tangkap Pelaku Tawuran Bersenjata Tajam di Gambir

Polres Jakarta Pusat menangkap pelaku tawuran yang melakukan aksinya di di Jalan Sukarjo Wiryapranoto, Kecamatan Gambir, beberapa waktu lalu.

Jamaah Al Muhdlor Tulungagung Laksanakan Salat Idul Fitri Hari Ini
Indonesia
Di Sumatera Selatan, Anggota Polri dan ASN Dipersilakan Ngaku Pakai Narkoba
Indonesia
Di Sumatera Selatan, Anggota Polri dan ASN Dipersilakan Ngaku Pakai Narkoba

Tindakan pencegahan dan pemberantasan narkoba di wilayah hukum Polda Sumsel akan ditingkatkan

Kisah Polwan yang Rela Tinggalkan Waktu Keluarga untuk Berjibaku Tekan Penyebaran Corona
Indonesia
Kisah Polwan yang Rela Tinggalkan Waktu Keluarga untuk Berjibaku Tekan Penyebaran Corona

Perempuan yang lama bertugas di Ditreskrimsus Polda Metro Jaya ini mengaku, saban pagi mesti berangkat dari rumah tanpa perlu berlama-lama bersama ketiga buah hatinya.

Tolong 'Wong Cilik', Kajari yang Terapkan 'Restorative Justice' Dapat Nilai Tambah
Indonesia
Tolong 'Wong Cilik', Kajari yang Terapkan 'Restorative Justice' Dapat Nilai Tambah

Keadilan restoratif merupakan usaha mencapai keadilan untuk kasus-kasus pidana umum ringan

[HOAKS atau FAKTA]: Video Pertolongan Emergency Pasien COVID-19
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Video Pertolongan Emergency Pasien COVID-19

Konten tersebut masuk ke dalam kategori misleading

KNKT Ngaku Sudah Dapat Beberapa Petunjuk Jatuhnya Sriwijaya Air
Indonesia
KNKT Ngaku Sudah Dapat Beberapa Petunjuk Jatuhnya Sriwijaya Air

Data dari Flight Data Recorder sudah bisa didapatkan dan sudah berhasil diunduh dengan total 370 parameter, 27 jam dan atau 18 penerbangan.

Potensi Penyimpangan Anggaran COVID-19 Sangat Besar
Indonesia
Potensi Penyimpangan Anggaran COVID-19 Sangat Besar

Slamet menekankan pentingnya melakukan tata kelola keuangan dengan baik

Tito Karnavian Usulkan Sinkronisasi Dalam Skema Pemberian Bansos
Indonesia
Tito Karnavian Usulkan Sinkronisasi Dalam Skema Pemberian Bansos

Karena, daerah tingkat I dan tingkat II, dan desa memiliki anggaran tersendiri