PPKM Darurat, Pedagang Angkringan Minta Ubah Aturan Jam Operasi Malam

MerahPutih.com - Ratusan Pedagang Kaki Lima (PKL) mendapatkan teguran Satpol PP Solo, Jawa Tengah. Teguran diberikan lantaran melanggar aturan jam malam dengan melayani pembeli makan di tempat pukul 20.00 WIB, karena tidak sesuai dengan aturan Pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Seorang pedagang angkringan, Ananto (48) mengaku pasrah mendapatkan teguran dari Satpol PP karena melayani pembeli makan di tempat di atas pukul 20.00 WIB. Tetapi, berharap Pemkot Solo merevisi aturan batasan waktu pelayanan makan di tempat. Karena ada penjual angkringan yang baru buka pukul 17.00 WIB.

Baca Juga:

PPKM Darurat Solo: Aktivitas Pasar Tradisional Normal, Mall Mati Suri

"Kalau ini jalan terbaik menekan corona kita ikuti pemerintah. Sebagai pedagang merasa dirugikan juga karena durasi waktu layanan makan di tempat jadi pendek," keluh dia, Minggu (5/7).

Kasi Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Satpol PP Solo Sapto Budi S, mengatakan dari hasil cipta kondisi tim gabungan mendapati ratusan PKL melanggar aturan PPKM Darurat pada hari pertama. Pelanggaran paling banyak soal aturan larangan melayani makan ditempat pada pukul 20.00 WIB.

Diakuinya, sebelum melakukan razia cipta kondisi PPKM Darurat ini sudah gencar melakukan sosialisasi pada pedagang dan masyarakat umum. Sosialisasi dilakukan agar mereka ikut berpartisipasi menerapkan PPKM Darurat dalam menekan kasus COVID-19.

"Razia ini akan terus kita lakukan sampai tanggal 20 Juli. Program ini akan berhasil menekan corona jika masyarakat juga memberikan dukungan," katanya.

Ia mengatakan, pelanggaran lain ditemukan orang tua membawa anak-anak makan di luar. Selain itu, juga mendapati PKL menyediakan tempat duduk dan tikar bagi pembeli di atas pukul 20.00 WIB.

"Karena ini baru perdana PPKM Darurat kita hanya berikan teguran dulu bagi pedagang yang melanggar. Jika besok (Minggu) diulangi lagi tempat usaha diberikan surat peringatan hingga ditutup paksa," tegas dia.(Ismail/Jawa Tengah)

Baca Juga:

Pemerintah Diminta Perluas Cakupan Target dan Penerima Bansos Saat PPKM Darurat

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Hari Pertama Kerja Pasca Lebaran, Seluruh Anak Buah Tri Rismaharini Jalani Tes Antigen
Indonesia
Hari Pertama Kerja Pasca Lebaran, Seluruh Anak Buah Tri Rismaharini Jalani Tes Antigen

Tes antigen bagi ASN, PPNPN, serta pedagang di kantin di lingkungan Kemensos dilaksanakan dua hari dari Senin sampai Selasa

Semua Relawan Vaksin COVID-19 Sudah Disuntik
Indonesia
Semua Relawan Vaksin COVID-19 Sudah Disuntik

Semua relawan uji klinis vaksin COVID-19 di Bandung telah tuntas mendapat suntik vaksin pertama.

Wagub DKI Positif COVID-19, Gedung Blok B Balai Kota Ditutup
Indonesia
Wagub DKI Positif COVID-19, Gedung Blok B Balai Kota Ditutup

Sejumlah lantai gedung Blok B yang dilockdown selama 3 hari dimulai pada hari ini Senin (30/11) sampai dengan Rabu (2/12) mendatang.

Uang Nasabah Maybank Solo Rp72 Juta Diduga Hilang, Polisi Periksa Dua Orang Saksi
Indonesia
Uang Nasabah Maybank Solo Rp72 Juta Diduga Hilang, Polisi Periksa Dua Orang Saksi

Pemeriksaan dua orang saksi dilakukan setelah korban melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Surakarta.

Pemerintah Harus Tertibkan Izin Hutan Tanaman Industri
Indonesia
Pemerintah Harus Tertibkan Izin Hutan Tanaman Industri

Izin yang dikelurkan harus lebih diperketat. Karena, fungsi serta manfaat dari lahan yang akan digarap pun harus jelas.

Pemkot Jakbar Bangun 2 Taman Maju Bersama, Anggaran Capai Rp5,2 Miliar
Indonesia
Pemkot Jakbar Bangun 2 Taman Maju Bersama, Anggaran Capai Rp5,2 Miliar

Pemkot Jakarta Barat bakal membangun dua TMB di Jalan Tanjung Duren, Kecamatan Grogol Petamburan dan Jalan Pulo Indah, Kecamatan Kalideres.

Yordania Umumkan Rekor Baru Kasus Harian COVID-19
Dunia
Yordania Umumkan Rekor Baru Kasus Harian COVID-19

Negara ini tengah mengahdapi tiga kali lipat jumlah kematian hanya dalam dua pekan terakhir.

Pemerintah Daerah Dibolehkan Buka Sekolah di Awal Tahun
Indonesia
Pemerintah Daerah Dibolehkan Buka Sekolah di Awal Tahun

Pemberian izin dapat dilakukan secara serentak atau bertahap per wilayah kecamatan dan atau desa atau kelurahan.

Tak Bawa STRP, Sejumlah Pengendara Diputar Balik di Pos PPKM Daan Mogot
Indonesia
Tak Bawa STRP, Sejumlah Pengendara Diputar Balik di Pos PPKM Daan Mogot

Sejumlah pengendara yang hendak melintasi posko penyekatan Jalan Daan Mogot, Batuceper, Kota Tangerang, diputar balik. Mereka dilarang melintas karena belum memiliki surat tanda registrasi pekerja (STRP), Senin (12/7).

DKPP Pilih Edukasi Dibanding Sanksi
Indonesia
DKPP Pilih Edukasi Dibanding Sanksi

Sanksi diberikan sebagai pilihan terakhir sebagai ultimum remedium atau ‘obat terakhir’ setelah dipertimbangkan dari aspek filosofi, sosiologis, dan kondisi konkretnya.