PPD Luncurkan Bus JRC dengan Tiga Trayek Bantu Urai Penumpang KRL Uji Coba operasional tiga trayek bus baru Perum PPD di Grand Central Bogor, Senin (3/8/2020). (ANTARA/HO-Humas Perum PPD).

Merahputih.com - Perusahaan Umum Pengangkutan Penumpang Djakarta (PPD) melakukan uji coba tiga trayek baru dalam rangka mengantisipasi lonjakan penumpang kereta rel listrik (KRL) di Stasiun Bogor, Jawa Barat.

"Untuk evaluasi kami lakukan sebulan sekali, meski normalnya tiga bulan sekali. Karena ini sedang pandemi COVID-19 jadi sebulan sekali akan kami tinjau kelebihan dan kelemahannya," ujar Direktur Utama Perum PPD, Pande Putu Yasa dalam keterangan tertulisnya, Selasa (4/8).

Baca Juga

Hasil Negatif Corona Bukan Jaminan Seseorang Tidak Terinfeksi COVID-19

Tiga trayek baru tersebut di berawal dari Grand Central Bogor di dekat Stasiun Bogor menuju Stasiun Juanda, Stasiun Tebet dan Stasiun Manggarai. Masyarakat bisa menjajal layanan mulai hari ini, Selasa (4/8).

Bus bernama Jabodetabek Residence Connexion (JRC) tersebut bentuk dukungan terhadap program pemerintah mengurangi peryebaran COVID-19 di transportasi umum.

Terdapat enam bus JRC yang kini dioperasikan secara regular untuk melayani tiga rute tujuan keberangkatan sekaligus dengan menerapkan protokol kesehatan.

Rangkaian KRL Commuterline melintas di kawasan Cilebut, Bogor, Jawa Barat, Rabu (13/12). PT KAI Commuter Jabodetabek menargetkan dapat mengoperasikan 1.800 unit KRL dengan asumsi jumlah penumpang KRL mencapai 1,2 juta orang per hari pada 2018. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya
Rangkaian KRL Commuterline melintas di kawasan Cilebut, Bogor, Jawa Barat, Rabu (13/12). PT KAI Commuter Jabodetabek menargetkan dapat mengoperasikan 1.800 unit KRL dengan asumsi jumlah penumpang KRL mencapai 1,2 juta orang per hari pada 2018. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya

Dengan tarif Rp15 ribu per penumpang, JRC menawarkan fasilitas Wi-Fi, stop kontak charger, air conditioner, reclining seat dan penyediaan hand sanitizer serta penerapan e-ticketing multikartu untuk mengedepankan keamanan untuk meniadakan penyebaran kontak langsung antar penumpang.

"Kapasitas penumpang mengikuti protokol jaga jarak dari Kementerian Perhubungan yaitu maksimal 70 persen setiap bus," kata Pande.

Berikut jam operasional keberangkatan trayek baru JRC:

1. Grand Central Bogor-Stasiun Juanda

Berangkat pada pukul 05.15, 05.45, 07.30 WIB dari Grand Central Bogor dan kembali dari Stasiun Juanda pada pukul 16.30, 17.00, 19.30 WIB.

Rute yang dilewati Grand Central Bogor (St. Bogor) - Jl. Raya Dramaga - Jl. Ir H Juanda - Jl. Jalak Harupat - Jl. Raya Pajajaran - Jl. Tol Jagorawi - Jl. Tol Lingkar Dalam - Exit Semanggi - Jl. Jenderal Sudirman - Dukuh Atas - Jl. M.H. Thamrin - Jl. Medan Merdeka Barat - Jl. Majapahit - Jl. Gajah Mada - Jl. Hayam Wuruk - Stasiun Juanda.

2. Grand Central Bogor-Stasiun Manggarai

Berangkat pada pukul 05.20, 05.50, 07.40 WIB dari Grand Central Bogor dan kembali dari Stasiun Manggarai pada pukul 16.30, 17.00, 19.30 WIB.

Melewati rute Grand Central Bogor (St. Bogor) - Jl. Raya Dramaga - Jl. Ir H Juanda - Jl. Jalak Harupat - Jl. Raya Pajajaran - Jl. Tol Jagorawi - Jl. Tol Ir. Wiyoto Wiyono - Exit Jatinegara - Jl. Bekasi Barat - Jl. Bekasi 1 - Jatinegara – Manggarai.

Baca Juga:

KRL Dituding Sarang Penyebaran Corona, Begini Klarifikasi KCI

3. Grand Central Bogor - Stasiun Tebet

Berangkat pada pukul 05.30, 06.00, 07.45 WIB dari Grand Central Bogor dan kembali dari Stasiun Tebet pada pukul 6.30, 17.00, 19.30 WIB.

Melewati rute Grand Central Bogor (St. Bogor) - Jl. Raya Dramaga - Jl. Ir H Juanda - Jl. Jalak Harupat - Jl. Raya Pajajaran - Jl. Tol Jagorawi - Exit Cawang Uki - Jl. D. I. Panjaitan - Jl. Jend. Basuki Rachmat - Jl. K.H. Abdullah Syafei - Jl. Casablanca - Jl. Rasuna Said - Kuningan. (Asp)



Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH